Jateng

Sejarah Proses Berdirinya Kerajaan Kediri: Sebuah Kisah di Balik Pembagian Kerajaan Kahuripan

Theo Adi Pratama | 11 Februari 2024, 14:00 WIB
Sejarah Proses Berdirinya Kerajaan Kediri: Sebuah Kisah di Balik Pembagian Kerajaan Kahuripan

AKURAT.CO Sejarah, Kerajaan Kediri, salah satu kerajaan bersejarah dari masa Hindu-Buddha, memiliki cerita yang menarik tentang proses berdirinya yang terjadi pada abad ke-11.

Berdiri sejak tahun 1045 hingga 1222, Kerajaan Kediri memegang peranan penting dalam sejarah Jawa Timur.

Baca Juga: Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Brebes: Simbol Kebijaksanaan dan Kebangkitan Rohani

Latar Belakang Kerajaan Kediri

Pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yang merupakan pendiri sekaligus raja terakhir dari Kerajaan Kahuripan, terjadi pembagian kerajaan yang cukup dramatis.

Kerajaan Kahuripan, dengan wilayahnya yang luas hampir mencakup seluruh Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah, menghadapi masalah suksesi yang kompleks.

Putri mahkota, Sanggramawijaya Tunggadewi, memilih untuk menjadi petapa daripada meneruskan tahta kerajaan.

Hal ini menyulitkan proses suksesi karena kedua putra Raja Airlangga, Mapanji Garasakan dan Sri Samarawijaya, sama-sama menginginkan tahta.

Untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi, Raja Airlangga memutuskan untuk membagi kerajaan menjadi dua.

Dengan bantuan Mpu Bharada, seorang pendeta sakti agama Buddha yang juga menjadi guru spiritualnya, Kerajaan Kahuripan dibagi menjadi Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu.

Baca Juga: Keindahan dan Sejarah Masjid Menara Kudus: Simbol Akulturasi Budaya dan Kebangkitan Spiritual

Proses Pembagian Kerajaan

Mpu Bharada menggunakan kesaktiannya untuk melakukan pembagian wilayah.

Hasil pembagian menetapkan bahwa Kerajaan Jenggala, dengan ibu kotanya di Kahuripan, diberikan kepada Mapanji Garasakan.

Sementara Kerajaan Panjalu atau Kediri, yang berpusat di Daha (kini Kota Kediri), diberikan kepada Sri Samarawijaya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1045, menandai akhir dari pemerintahan Kerajaan Kahuripan dan berdirinya dua kerajaan baru.

Namun, pembagian kekuasaan ini tidak mengakhiri perselisihan antara kedua pihak.

Peperangan dan Pengakuan Kediri

Meskipun sudah terbagi, Kerajaan Jenggala dan Kediri tetap berselisih.

Peperangan antara keduanya berlangsung selama beberapa dekade, hingga akhirnya Kerajaan Jenggala mengalami kekalahan dari Kerajaan Kediri.

Baca Juga: Keindahan Sejarah Masjid Agung Jepara: Jejak Ukiran Kayu dan Karya Arsitektur

Kerajaan Panjalu, dengan pusat pemerintahannya di Kediri, kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Kediri.

Sri Samarawijaya, putra Raja Airlangga, menjadi raja pertama Kerajaan Kediri dan memulai masa kejayaan baru bagi kerajaan tersebut.

Dengan demikian, proses berdirinya Kerajaan Kediri merupakan bagian penting dari sejarah Jawa Timur dan menunjukkan kompleksitas politik serta kebudayaan yang berkembang di wilayah tersebut pada masa Hindu-Buddha.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.