Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah gelombang panas yang bikin kantor terasa kayak sauna dan tagihan listrik yang makin bikin mata melotot, sejumlah perusahaan di Indonesia mulai “ngoprek” strategi baru: bukan cuma naikin suhu AC, tapi juga pakai AI buat ngatur pendinginan.
Pemanasan Global Bikin Kantor “Kepanasan” Finansial
Situasinya memang nggak main-main. Survei terbaru yang melibatkan 514 perusahaan di enam negara ASEAN—termasuk Indonesia—menunjukkan bahwa 79 persen perusahaan mengalami kenaikan biaya energi sejak awal 2026, dan 76 persen di antaranya melaporkan erosi laba akibat lonjakan tersebut.
Artinya, AC yang tadinya cuma dianggap “pelengkap kenyamanan” sekarang jadi salah satu pos biaya yang paling bikin manajer keuangan garuk kepala.
Apalagi, konsumsi listrik untuk AC di gedung perkantoran bisa mencapai 60 persen dari total biaya operasional.
Lalu, apa yang dilakukan kantor-kantor di Indonesia? Ternyata banyak yang mulai bergerak dari pendekatan sederhana sampai yang canggih.
Langkah Pertama: Ubah Kebiasaan, Bukan Cuma Teknologi
Kabar baiknya, nggak semua solusi butuh investasi besar. Beberapa kantor pemerintah sudah mulai menerapkan aturan sederhana yang dampaknya lumayan.
Kepala Bidang Energi Terbarukan Dinas ESDM Kalimantan Timur, Elly Luchritia Nova, menjelaskan bahwa pengaturan suhu AC di kisaran 24–26 derajat Celsius bisa menurunkan konsumsi energi sekitar 8 sampai 10 persen.
“Itu bisa membantu menurunkan konsumsi energi sekitar 8 sampai 10 persen,” ujarnya, dikutip Narasi.co.
Tapi Nova juga menyoroti masalah yang sering diabaikan: kebiasaan pengguna gedung. Masih banyak pegawai yang mengatur AC hingga 16 derajat Celsius, padahal standar SNI menyarankan suhu 24–26 derajat sudah cukup nyaman.
“Kalau pintu atau jendela terbuka, AC tidak akan berhenti bekerja karena suhu ruangan tidak pernah tercapai. Akibatnya konsumsi energi menjadi jauh lebih besar,” jelasnya.
Di Lamongan, DPMPTSP Kabupaten Lamongan sudah menerapkan kebijakan serupa. Kepala DPMPTSP Lamongan, Dina Ariyani, menekankan bahwa kesadaran kolektif jadi kunci.
“Hal sederhana yang sudah kami terapkan yakni mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan. Termasuk juga mengatur suhu AC pada kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius ketika digunakan,” ujarnya, dikutip Duta.co.
Naik Kelas: AI Masuk Dapur, Hemat Energi 18–30 Persen
Kalau pendekatan manual sudah mentok, beberapa gedung perkantoran di Jakarta mulai beralih ke teknologi yang lebih canggih.
Menara Astra menjadi pionir implementasi AI untuk optimalisasi HVAC di gedung komersial Jakarta.
Bekerja sama dengan Colliers Indonesia, mereka menerapkan teknologi BTune yang terhubung langsung ke Building Management System gedung.
President Director PT Menara Astra, Wibowo Muljono, menjelaskan alasannya.
“Sistem HVAC menyumbang porsi yang signifikan terhadap penggunaan energi di gedung komersial, sehingga pengoperasian yang efisien menjadi prioritas penting bagi Menara Astra,” ujarnya, dikutip Colliers Indonesia.
Hasilnya? Implementasi BTune dilaporkan menghasilkan penghematan energi rata-rata 10 hingga 20 persen, dengan rata-rata penurunan konsumsi energi keseluruhan gedung sebesar 18 persen dan pengurangan waktu penelusuran gangguan HVAC sebesar 30–50 persen.
Di Thamrin Nine, Johnson Controls membantu mengoptimalkan sistem pendinginan gedung supertall tersebut.
Sistem Metasys dan OpenBlue AI-powered ecosystem mereka menganalisis okupansi, cuaca, dan pola permintaan secara real-time untuk menyesuaikan performa secara proaktif.
Hasilnya, Thamrin Nine diperkirakan mencapai penghematan energi hingga 30 persen dan mengurangi biaya pendinginan serta pencahayaan sekitar 20 persen.
Tren Regional: ASEAN Mulai “Ngoprek” Standar Efisiensi AC
Indonesia nggak sendirian. ASEAN Center for Energy pada Maret 2026 sudah menggelar pertemuan Working Group on Appliances di Jakarta, membahas strategi regional untuk efisiensi pendingin ruangan.
Salah satu temuan penting dari studi regional: model AC inverter mencapai penghematan energi sekitar 22 persen dibandingkan unit fixed-speed. UNEP juga mempresentasikan ASEAN COOL Strategy yang direncanakan berjalan pada 2026–2027, mencakup harmonisasi standar Minimum Energy Performance Standards untuk AC dan transisi ke refrigeran rendah GWP.
Sementara itu, temuan dari penelitian Schneider Electric yang dirilis pada Climate Week NYC 2026 menunjukkan bahwa sistem manajemen gedung berbasis AI dapat memangkas konsumsi energi HVAC hingga 27 persen, dengan penghematan tahunan antara USD 13.600 hingga USD 49.300 per gedung pada tarif komersial saat ini.
Tips Praktis Buat Kantor Kamu
Nah, buat kamu yang nggak punya budget buat pasang AI atau sistem canggih, ini beberapa langkah yang bisa dicoba mulai Senin depan:
1. Set suhu AC di 24–26 derajat Celsius. Ini standar yang sudah terbukti secara ilmiah, bukan cuma “katanya”. Setiap satu derajat lebih rendah, konsumsi energi naik sekitar 7–10 persen.
2. Pastikan pintu dan jendela tertutup. Ini klasik tapi masih sering diabaikan. AC yang bekerja dengan pintu terbuka itu kayak ngisi ember bocor.
3. Bersihkan filter AC secara berkala. Filter kotor bikin AC kerja lebih keras, konsumsi listrik naik, dan kualitas udara menurun.
4. Manfaatkan fitur timer dan sensor okupansi. Nggak perlu AI mahal—timer sederhana sudah bisa mencegah AC nyala di ruangan kosong.
5. Pertimbangkan AC inverter saat ganti unit. Studi ASEAN menunjukkan penghematan hingga 22 persen dibanding unit fixed-speed.
6. Untuk perusahaan: lakukan audit energi berkala. PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi mewajibkan perusahaan melaksanakan audit energi secara berkala dan menindaklanjuti rekomendasinya.
Dilema: Hemat Energi atau Produktivitas?
Salah satu kekhawatiran terbesar ketika kantor mulai “main-main” dengan suhu AC adalah produktivitas karyawan.
Apakah udara yang sedikit lebih hangat bikin kerja jadi nggak fokus?
Jawabannya: tergantung. Penelitian menunjukkan bahwa memodifikasi set-point termostat di kantor tropis dapat menghemat 6 hingga 29 persen energi pendinginan tanpa mengorbankan produktivitas.
Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara kenyamanan termal dan efisiensi energi.
Suhu 24–26 derajat Celsius dianggap ideal untuk kantor di iklim tropis—cukup sejuk untuk tetap produktif, tapi nggak terlalu dingin sampai bikin pemborosan.
Refleksi: 2026, Tahun di Mana Hemat Energi Bukan Pilihan
Tekanan biaya energi di 2026 memang bikin banyak perusahaan harus berpikir ulang soal strategi operasional mereka.
Tapi di sisi lain, ini juga jadi momentum untuk naik kelas—dari pengelolaan energi yang sekadar “asal nyala” menjadi pendekatan yang benar-benar terukur dan cerdas.
Menariknya, survei ASEAN menunjukkan bahwa 39 persen perusahaan di Indonesia justru mempercepat rencana dekarbonisasi mereka, lebih tinggi dari rata-rata regional.
Artinya, ada kesadaran yang tumbuh bahwa efisiensi energi bukan cuma soal menghemat biaya—tapi juga soal keberlanjutan.
Jadi, buat kamu yang masih ngatur AC di 16 derajat dan santai aja pintu terbuka: mungkin ini saatnya ikut “ngoprek” strategi baru. Bumi—dan tagihan listrik kantor kamu—bakal berterima kasih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal



