Jateng

Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet

Theo Adi Pratama | 14 Oktober 2026, 15:32 WIB
Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet

JATENG.AKURAT.CO, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang resmi menutup sementara Jalan Kapten Piere Tendean, tepatnya di lingkar Taman Signature atau Taman Parikesit yang mengarah ke Balai Kota dan Tugu Muda, mulai Rabu 14 Oktober hingga Rabu 28 Oktober 2026.

Kenapa Ditutup? Bukan Karena Ada Demo atau Acara

Penutupan ini bukan karena ada kegiatan politik atau even besar. Ini murni proyek infrastruktur: pembangunan dan perbaikan saluran drainase di kawasan tersebut.

DPU Kota Semarang menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram resmi mereka.

"Sehubungan dengan adanya pekerjaan pembangunan/perbaikan saluran, maka untuk menunjang kelancaran dan keselamatan selama pelaksanaan pekerjaan, jalan akan ditutup sementara," tulis mereka, seperti dikutip Mata Semarang.

Intinya, kalau kamu biasa lewat Jalan Pemuda terus belok ke arah Balai Kota atau Tugu Muda lewat lingkar Taman Signature, siap-siap cari rute lain. Dua minggu penuh, bro. Bukan dua hari.

Baca Juga: Dari Garasi 4x4 Meter, Martha Tilaar Bangun Kerajaan Kosmetik yang Tembus Bursa Saham

Ini Bagian dari Proyek Besar Antisipasi Banjir

Penutupan ini bukan keputusan mendadak. Sejak September lalu, DPU Semarang memang tengah mengebut sejumlah proyek drainase dan perbaikan jalan menjelang puncak musim hujan.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menyebut bahwa proyek drainase di Jalan Pierre Tendean sebelumnya sempat dihentikan sementara karena berpotensi mengganggu lalu lintas. Kini pekerjaan itu dilanjutkan kembali.

"September ini masih cukup waktu. Kebanyakan selesainya pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20," ujarnya, dikutip RRI.

Selain Jalan Pierre Tendean, DPU juga mengerjakan drainase di kawasan Gajah dan membenahi saluran di Simpang Lima, terutama di sekitar lapak PKL yang selama ini dinilai kecil dan menimbulkan bau.

Ada juga proyek U-Ditch di Muktiharjo Lor, pompa di Taman Hasanudin, serta perbaikan akses jalan menuju Ungaran.

Baca Juga: Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya

Jalur Alternatif yang Bisa Kamu Coba

Karena penutupan berlaku selama 14 hari, pengendara dari arah Jalan Pemuda yang ingin menuju Balai Kota atau Tugu Muda disarankan mencari rute alternatif. Beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan:

Lewat Jalan Pandanaran, lalu belok ke arah Jalan Mgr Soegijapranata atau Jalan Sultan Agung. Rute ini memang sedikit lebih jauh, tapi setidaknya tidak terjebak di area proyek.

Lewat Jalan Gajahmada, terus ke arah Jalan Pemuda sisi utara, lalu putar balik di Simpang Lima. Cocok buat kamu yang dari arah barat.

Manfaatkan Jalan MT Haryono jika kamu dari arah selatan. Rute ini biasanya lebih lengang di jam sibuk, meskipun tetap perlu waspada karena ada beberapa persimpangan padat.

Yang paling penting: ikuti arahan petugas di lapangan. Rambu-rambu sementara sudah dipasang, dan petugas akan mengarahkan kendaraan sesuai kondisi real-time.

Baca Juga: Ngantuk Berat Setelah Makan Siang? Ini 5 Trik yang Bikin Kamu Melek Lagi

Dampak ke Jam Sibuk

Kalau kamu pengguna jalan yang melintasi kawasan ini setiap hari, bersiaplah untuk kemacetan tambahan di jam berangkat dan pulang kerja. Kawasan Taman Signature memang sudah dikenal padat, apalagi saat pagi dan sore.

DPU sendiri sudah mengimbau pengendara untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan menyesuaikan rute perjalanan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif serta mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan," tulis DPU.

Jadi, mulai hari ini sampai 28 Oktober nanti, jangan kaget kalau perjalananmu sedikit lebih lama. Siapkan playlist panjang, isi bensin penuh, dan mungkin siapkan camilan di mobil.

Dua minggu bukan waktu yang sebentar untuk urusan macet-macetan di Semarang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.