Jateng

Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah

Theo Adi Pratama | 15 Oktober 2026, 04:15 WIB
Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
Rute macet kota Surabaya

JATENG.AKURAT.CO, Warga Surabaya, pagi ini, Kamis (15/10/2026), kalau kamu berangkat kerja tanpa cek rute dulu, siap-siap aja terjebak antrean panjang bareng ribuan pengendara lain yang sama-sama mengeluh di dalam helm.

Biang keroknya masih sama seperti beberapa hari terakhir: proyek drainase dan box culvert yang belum juga kelar.

Pemerintah Kota Surabaya memang sedang getol-getolnya membangun saluran air di lebih dari 100 titik hingga Oktober 2026.

Niatnya mulia, biar kota nggak banjir saat musim hujan. Tapi efek sampingnya, ya gini: jalan menyempit, debu beterbangan, dan macet di mana-mana.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Surabaya, Adi Gunita, angkat bicara soal target penyelesaian.

"Rumah pompa juga sama targetnya Oktober November sudah keluar semua," ujarnya, seperti dikutip IDN Times.

Adi juga menyadari perjalanan warga terganggu, dan berharap masyarakat bersabar sampai proyek selesai.

Sabar, sih, sabar. Tapi kalau tiap pagi harus berangkat lebih awal demi menghindari galian yang sama, sabar itu ada batasnya juga.

Titik-Titik yang Bikin Darah Naik

1. Jalan Embong Malang – Macet Seharian

Proyek box culvert di sana bikin lalu lintas macet dari pagi sampai malam. Ini salah satu titik yang paling sering jadi korban proyek drainase.

2. Jalan Nginden-Semolo – Penyempitan di Mana-Mana

Proyek gorong-gorong menyebabkan penyempitan jalan yang bikin arus lalu lintas tersendat. Kalau kamu biasa lewat sini pagi-pagi, siapkan mental dan bensin ekstra.

3. Petemon Sidomulyo – U-Ditch Bikin Akses Terganggu

Pembangunan saluran U-Ditch di kawasan ini juga bikin akses jalan terganggu. Warga sekitar sudah mengeluhkan proyek ini sejak awal Oktober.

4. Tanjungsari – Macet Pagi dan Sore

Proyek gorong-gorong di Jalan Tanjungsari sudah berjalan lebih dari dua bulan. Darsono, warga yang tinggal di sana, mengeluhkan kemacetan yang kerap terjadi saat jam sibuk. "Macet itu pasti, apalagi saat hari kerja di jam sibuk, seperti pagi dan sore hari," ujarnya, Minggu (27/9/2026).

5. Jalan Margomulyo – Antrean Solar Horor

Ini titik macet warisan yang sudah lama jadi langganan. Antrean solar bersubsidi bikin kendaraan mengular hingga 3 km sampai Sukomanunggal.

6. Pakal – Terjebak Hingga Dua Jam

Volume tinggi dan lampu lalu lintas yang tidak berfungsi bikin pengendara terjebak hingga dua jam. Ini salah satu titik yang paling bikin frustrasi di Surabaya Barat.

7. Bundaran Waru – Sempat Macet Horor

Bundaran Waru sempat macet horor gegara bus mogok. Kemacetan terjadi dua arah jalur Sidoarjo-Surabaya dan sebaliknya. Pagi ini, kondisi di Exit Tol Waru terpantau ramai lancar, tapi tetap waspada.

8. Terminal Purabaya – Bus Ngetem Bikin Repot

Beberapa penyebab utama kemacetan di luar Terminal Purabaya adalah bus-bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal, aliran kendaraan keluar masuk SPBU, dan aktivitas penumpang di Grab Lounge.

9. Jalan Ngagel Madya hingga Kalibokor – Proyek Hingga 31 Oktober

Pemkot Surabaya sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan dengan metode flexible pavement di ruas ini. Pekerjaan berlangsung hingga 31 Oktober 2026, meski dijadwalkan malam hingga dini hari mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB.

10. Jalan Raya Babatan Unesa – Waspada Perlambatan

Pengerjaan saluran U-Ditch dan pipa HDPE di kawasan ini berlangsung dari Agustus hingga Oktober 2026. Pengendara diimbau waspada karena berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

Rekayasa Lalu Lintas yang Perlu Kamu Tahu

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bersama kepolisian masih melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Pada awal Oktober lalu, pengalihan arus dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Beberapa titik pengalihan yang masih relevan hingga kini:

  • Jl. Wonokromo (Sebelum DTC): Arus lalu lintas yang mengarah ke timur dialihkan lurus melalui Jl. Ahmad Yani.

  • Jl. Panjang Jiwo: Arus lalu lintas yang mengarah ke barat dialihkan menuju Jl. Raya Nginden.

  • Jl. Jagir Wonokromo: Arus lalu lintas yang mengarah ke timur dialihkan ke arah utara dan selatan.

Dishub dan aparat kepolisian telah memasang water barrier di sejumlah titik jembatan dan persimpangan seperti Jembatan Wonokromo untuk membatasi serta mengarahkan laju kendaraan.

Jalur Alternatif yang Bisa Kamu Coba

Tenang, ada beberapa jalur alternatif yang bisa bikin kamu sampai kantor lebih cepat tanpa harus pasrah terjebak antrean panjang.

  1. Hindari kawasan Wonokromo, Jagir, serta Panjang Jiwo selama rekayasa lalu lintas masih berlangsung. Pilih jalur alternatif lain yang lebih lengang.

  2. Manfaatkan aplikasi peta seperti Google Maps, Waze, atau pantau kondisi lalu lintas real-time lewat CCTV ATCS Dishub Surabaya.

  3. Berangkat lebih awal. Kalau kamu punya jadwal ke stasiun atau bandara, berangkat satu hingga dua jam sebelum keberangkatan adalah saran yang paling masuk akal.

  4. Ikuti arahan petugas di lapangan. Rambu-rambu sementara dan instruksi petugas lebih akurat daripada asumsi pribadi.

  5. Siapkan rute cadangan. Kalau Pamularsih dan Kaligarang padat, ada jalur alternatif lain seperti Sigar dan sebagainya.

Intinya, pagi ini bukan soal menghindari macet sepenuhnya, tapi soal memilih medan perang yang paling bisa ditaklukkan.

Selamat berangkat, dan semoga selamat sampai tujuan tanpa drama berlebihan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.