Jateng

OJK Jateng Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, 70 Kader Perempuan Disiapkan Jadi Duta Literasi Keuangan

Arixc Ardana | 13 Oktober 2026, 10:33 WIB
OJK Jateng Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, 70 Kader Perempuan Disiapkan Jadi Duta Literasi Keuangan
Pembentukan DILAN dilakukan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang berlangsung di Semarang pada 10–11 Oktober 2026.

JATENG.AKURAT.CO, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah, menggandeng Nasyiatul Aisyiyah untuk mencetak 70 Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN).

Program ini menyasar penguatan pemahaman keuangan masyarakat dengan memanfaatkan jaringan kader perempuan muda hingga tingkat keluarga dan komunitas.

Pembentukan DILAN dilakukan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) yang berlangsung di Semarang pada 10–11 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 70 kader Nasyiatul Aisyiyah yang berasal dari unsur pimpinan wilayah, pimpinan cabang, serta perwakilan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, mengatakan keterlibatan kader organisasi perempuan muda menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.

Para kader diharapkan mampu menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Melalui Program DILAN, kader Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi penggerak literasi keuangan berbasis komunitas, dengan memanfaatkan jejaring dakwah, pengajian, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput,” ujar Hidayat dalam sambutannya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut dia, jaringan Nasyiatul Aisyiyah yang tersebar di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk menjangkau kelompok masyarakat yang belum mendapatkan edukasi keuangan secara optimal.

Melalui pembekalan tersebut, para kader diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan dengan bahasa yang sederhana, relevan, serta mudah dipahami masyarakat.

Program DILAN juga dirancang agar para kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan edukasi keuangan secara aktif dan berkelanjutan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin mampu mengelola keuangan, memahami manfaat dan risiko produk keuangan, serta menghindari berbagai praktik keuangan ilegal.

Bekali Kader dengan Pengetahuan Keuangan

Bendahara Umum Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, Ani Susanti, mengapresiasi kolaborasi dengan OJK dalam meningkatkan kecakapan finansial masyarakat melalui pemberdayaan kader perempuan muda.

Ani menilai, literasi keuangan tidak cukup hanya dipahami untuk kepentingan pribadi.

Pengetahuan tersebut perlu disebarluaskan agar manfaatnya dapat dirasakan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Melalui Program DILAN Jateng, kita ingin mencetak kader-kader yang bukan hanya memahami literasi keuangan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu mengedukasi keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” kata Ani.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai tugas dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan yang bijak, serta pengenalan berbagai produk dan layanan jasa keuangan.

Peserta juga dibekali pemahaman tentang risiko investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, judi daring, hingga berbagai modus penipuan keuangan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Materi pelindungan konsumen sektor jasa keuangan turut menjadi perhatian. Para kader diperkenalkan dengan sejumlah sarana layanan, antara lain Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Pembekalan tersebut diharapkan membuat para duta mampu membantu masyarakat memahami hak-haknya sebagai konsumen jasa keuangan sekaligus mengetahui saluran yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi permasalahan atau dugaan penipuan.

Tak hanya itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai perbankan syariah, pasar modal dan reksa dana, jaminan kesehatan nasional, tabungan emas, serta kebanksentralan dan sistem pembayaran.

Untuk mendukung efektivitas penyampaian materi kepada masyarakat, pelatihan turut dilengkapi dengan keterampilan komunikasi persuasif dan public speaking. Kemampuan ini menjadi bekal penting agar para kader dapat menyampaikan edukasi secara menarik dan mudah diterima berbagai kelompok masyarakat.

Libatkan Berbagai Lembaga Keuangan

Pelaksanaan ToT DILAN Jateng melibatkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia, serta sejumlah lembaga dan pelaku industri jasa keuangan.

Lembaga yang berpartisipasi meliputi PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BPJS Kesehatan, PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah 1, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Pegadaian.

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih jauh produk, layanan, serta mekanisme pelindungan konsumen di sektor keuangan.

Melalui Program DILAN, OJK Jawa Tengah mendorong terbentuknya jaringan edukasi keuangan berbasis komunitas yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkesinambungan.

Para kader Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi mitra strategis OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, serta kewaspadaan terhadap risiko keuangan.

OJK Jawa Tengah juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha jasa keuangan guna memperluas akses edukasi keuangan yang inklusif.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang semakin cakap mengelola keuangan, mampu memilih produk dan layanan sesuai kebutuhan, serta lebih terlindungi dari berbagai risiko dan praktik keuangan ilegal.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.