Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal

JATENG.AKURAT.CO, Pengguna jalan di Kota Semarang perlu mengantisipasi perubahan arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda selama dua hari, Selasa (13/10/2026) hingga Rabu (14/10/2026). Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk mendukung gladi bersih dan rangkaian peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Pengaturan kendaraan akan berdampak pada sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan Tugu Muda. Pengendara dari arah barat, selatan, maupun pusat perbelanjaan di sekitar lokasi diminta menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terjebak kepadatan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bersama kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengalihan arus tidak dilakukan serentak, melainkan menyesuaikan kondisi kendaraan dan instruksi petugas di lapangan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang, Dody Febrianto, menjelaskan pengaturan lalu lintas diperkirakan dimulai pukul 06.00 WIB. Sementara itu, arus kendaraan ditargetkan kembali normal pada malam hari setelah rangkaian kegiatan selesai.
“Jadi, nanti ketika petugas lalu lintas atau kepolisian memberikan aba-aba, baru kita alihkan,” kata Dody, Senin (12/10/2026).
Sejumlah Akses Menuju Tugu Muda Berpotensi Dialihkan
Beberapa titik yang menjadi perhatian dalam rekayasa lalu lintas ini meliputi kawasan Paragon, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kiai Saleh, dan Simpang Karya Eka. Pengaturan arus di lokasi tersebut akan menyesuaikan kebutuhan kegiatan serta perkembangan kondisi lalu lintas.
Pengendara diimbau tidak hanya mengandalkan rute perjalanan yang biasa dilalui. Masyarakat perlu memperhatikan rambu-rambu sementara dan mengikuti petunjuk petugas sebelum memasuki ruas jalan yang terdampak pengalihan.
Bagi pengendara yang tidak memiliki kepentingan di kawasan Tugu Muda, memilih jalur alternatif menjadi langkah yang disarankan untuk menghindari antrean kendaraan.
Dishub memperkirakan pengaturan berlangsung hingga pukul 21.00–22.00 WIB. Setelah kegiatan berakhir, pembukaan kembali ruas jalan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Meski demikian, pengaturan khusus masih diberlakukan di depan museum karena area tersebut tetap digunakan untuk panggung kegiatan. Artinya, pengguna jalan perlu mengantisipasi kemungkinan pembatasan akses meskipun sebagian ruas lain telah kembali dibuka.
Pengendara dari Arah Barat Disarankan Lewat Pamularsih dan Kaligarang
Untuk mengurangi kepadatan di sekitar Tugu Muda, pengendara dari arah barat yang hendak menuju pusat Kota Semarang disarankan melewati jalur Pamularsih dan Kaligarang.
Rute tersebut disiapkan sebagai alternatif perjalanan, terutama ketika akses menuju kawasan Tugu Muda dibatasi. Pengaturan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar Jalan dr. Kariadi dan Jalan Pemuda.
Sementara itu, kendaraan dari kawasan pusat perbelanjaan, termasuk DP Mall dan Paragon, akan diarahkan melalui jalur yang disesuaikan dengan kondisi lalu lintas.
Pada titik tertentu, petugas juga dapat menerapkan rekayasa lawan arah atau contraflow untuk membantu kendaraan keluar dari kawasan pusat perbelanjaan. Penerapannya tetap bergantung pada situasi di lapangan dan koordinasi petugas.
Dody menjelaskan akses keluar-masuk pusat perbelanjaan akan diatur agar kendaraan tetap dapat bergerak tanpa menambah kepadatan di ruas jalan utama.
“Yang di DP Mall nanti keluarnya ke arah Pemuda, tetapi dibelokkan ke kanan melalui jalur yang sudah diatur,” ujar Dody.
Pengunjung DP Mall maupun Paragon diminta mengikuti arahan petugas, termasuk ketika terjadi perubahan jalur keluar kendaraan. Pengendara tidak disarankan menerobos pembatas jalan atau mengambil jalur yang berlawanan dengan arus yang telah ditetapkan.
Kantong Parkir Disiapkan di Balai Kota, Pasar Bulu, dan Katedral
Selain pengalihan arus, Dishub juga menyiapkan sejumlah lokasi parkir untuk menunjang pelaksanaan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Kantong parkir yang disiapkan berada di kawasan Balai Kota Semarang, Pasar Bulu, dan Katedral. Penempatan kendaraan akan disesuaikan dengan arah kedatangan pengunjung serta arahan petugas di lokasi.
Masyarakat yang menghadiri kegiatan diminta memanfaatkan area parkir yang telah disediakan. Parkir sembarangan di badan jalan berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan dan memperparah kepadatan, terutama di ruas yang digunakan sebagai jalur pengalihan.
“Nanti ada banyak petugas yang mengarahkan, baik untuk kantong parkir maupun pengaturan lalu lintas,” kata Dody.
Dishub menyebut tarif parkir yang berlaku masih menggunakan tarif normal. Meski demikian, pengunjung tetap diminta memperhatikan ketentuan parkir serta memastikan kendaraannya ditempatkan di lokasi yang diperbolehkan.
Perjalanan ke Stasiun dan Bandara Jangan Mepet
Masyarakat yang hendak menuju stasiun maupun bandara di Semarang diminta menyediakan waktu perjalanan lebih panjang selama rekayasa lalu lintas berlangsung.
Perubahan rute, pembatasan akses, dan kemungkinan antrean kendaraan dapat memengaruhi waktu tempuh. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan, khususnya bagi penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan kereta api atau pesawat pada jam-jam terdampak.
Dody menyarankan pengguna jalan berangkat lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan.
“Kalau ke stasiun atau bandara, bisa berangkat dua jam sebelumnya atau setidaknya satu jam sebelumnya,” ujarnya.
Pengguna jalan juga disarankan memeriksa informasi lalu lintas sebelum berangkat. Rute yang biasanya digunakan belum tentu dapat dilalui secara normal selama pengaturan berlangsung.
Dengan memperhitungkan waktu perjalanan dan menyiapkan jalur alternatif, masyarakat diharapkan dapat mencapai tujuan tanpa terganggu terlalu lama oleh rekayasa lalu lintas.
Masyarakat Diminta Patuhi Arahan Petugas
Dishub Kota Semarang bersama kepolisian akan terus memantau kondisi lalu lintas dan menyesuaikan pengaturan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Penutupan maupun pengalihan arus dapat berubah mengikuti perkembangan situasi selama gladi bersih dan rangkaian peringatan berlangsung.
Pengendara diminta mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu sementara, serta mengikuti instruksi petugas yang berjaga di persimpangan maupun akses pusat perbelanjaan.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan di sekitar Tugu Muda disarankan menghindari kawasan tersebut untuk sementara waktu. Langkah ini penting guna mengurangi beban kendaraan di area kegiatan sekaligus memberikan ruang bagi kelancaran pelaksanaan acara.
Dengan memahami perubahan rute, memanfaatkan kantong parkir resmi, dan berangkat lebih awal, pengguna jalan dapat mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas di pusat Kota Semarang selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 3Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 4MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 5Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 6Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 7Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 8Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP
- 9OJK Jateng Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, 70 Kader Perempuan Disiapkan Jadi Duta Literasi Keuangan
- 1015 Rekomendasi Film Komedi Indonesia di Netflix, Ceritanya Kocak dan Bikin Mood Balik Lagi!




