Jateng

Bosan Jogging di Simpang Lima? 6 Rute Pagi Asri di Semarang yang Wajib Dicoba

Theo Adi Pratama | 14 Oktober 2026, 04:00 WIB
Bosan Jogging di Simpang Lima? 6 Rute Pagi Asri di Semarang yang Wajib Dicoba

JATENG.AKURAT.CO, Semarang punya banyak rute jogging pagi yang asri, mulai dari taman kota yang rindang hingga trek kampus yang sejuk, dan beberapa di antaranya bahkan buka 24 jam—cocok buat kamu yang ingin lari pagi sebelum berangkat kerja tanpa harus berdesakan di Simpang Lima.

Pukul 05.15. Alarm berbunyi. Kamu membuka mata, melihat langit di luar jendela masih gelap, dan bertanya-tanya: hari ini mau lari di mana? Simpang Lima? Sudah terlalu mainstream. Akhirnya kamu menyerah dan kembali ke kasur, scroll HP selama setengah jam, lalu bangun dengan perasaan bersalah.

Kalau ini terdengar akrab, kamu tidak sendirian. Semarang sebenarnya punya banyak rute jogging pagi yang asri dan nyaman—tapi banyak yang belum tahu, atau tahu tapi malas mencoba karena sudah nyaman dengan rutinitas yang itu-itu saja.

Padahal, mencoba rute baru bisa memberi pengalaman lari yang sepenuhnya berbeda: udara lebih segar, pemandangan lebih menyenangkan, dan yang paling penting, kamu tidak perlu berbagi jalur dengan odong-odong atau pedagang kaki lima yang baru buka lapak.

1. Taman Indonesia Kaya: Lari Pagi di Tengah Seni dan Pepohonan Rindang

Taman Indonesia Kaya di Jalan Menteri Supeno ini sering disebut sebagai “paru-paru kota Semarang”. Dulunya dikenal sebagai Taman KB (Keluarga Berencana) karena ada patung ibu dan dua anak di atas air mancur.

Sekarang, taman ini menjadi ruang seni terbuka dengan panggung pertunjukan, instalasi seni, dan deretan pohon besar yang bikin suasananya sejuk dan teduh.

Salah satu alasan taman ini jadi favorit adalah buka 24 jam. Jadi kalau kamu tipe orang yang baru bisa jogging setelah subuh atau bahkan tengah malam, Taman Indonesia Kaya selalu siap.

Track trotoarnya memang tidak sepanjang stadion—dan di beberapa titik ditempati kursi taman yang mempersempit jalur—tapi untuk jogging santai sambil menikmati instalasi seni dan patung wayang, tempat ini sulit dikalahkan.

Setelah selesai lari, kamu bisa sarapan di warung tahu gimbal yang bertebaran di sekitar taman. Kombinasi lari pagi dan sarapan murah—apa lagi yang kamu butuhkan?

2. Jogging Track UNDIP Tembalang: Trek Naik-Turun dengan Udara Kampus yang Sejuk

Kalau kamu mencari rute jogging yang menantang—bukan sekadar trek datar yang membosankan—Jogging Track UNDIP Tembalang adalah jawabannya.

Terletak di kawasan hutan kampus Universitas Diponegoro, jalur ini terbuka untuk umum dan menawarkan kontur naik-turun yang melatih kekuatan kaki dan pernapasan.

Suasana kampus yang tenang, udara sejuk khas Tembalang, dan pepohonan yang rindang membuat jalur ini jadi favorit banyak pelari.

Bahkan, UNDIP baru saja membangun Jogging Track 2 di sisi timur kampus, membentang sepanjang 440 meter dengan luas penataan lahan mencapai 35.000 meter persegi—dilengkapi taman tematik, area gym outdoor, gazebo, dan tribun.

“Jogging track yang pertama (sebelah Barat) selalu penuh dan ruang terbukanya dimanfaatkan sampai malam,” ujar Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo. “Oleh karena itu kita bangun yang di sisi Timur sampai waduk pendidikan.”

3. Danau BSB: Lari Mengelilingi Danau dengan Panorama Bukit Hijau

Kalau kamu tidak keberatan melipir ke arah Mijen, Danau BSB adalah rute jogging yang layak masuk daftar. Danau buatan seluas 7 hektare di kawasan BSB City ini punya lintasan jogging sepanjang 1,5 km yang mengelilingi air jernih dengan latar bukit hijau.

Saat matahari terbit, permukaan danau memantulkan cahaya keemasan yang dramatis—momen favorit fotografer lokal. Selain berlari, pengunjung bisa memberi makan rusa di area khusus, berburu foto, atau menikmati kopi di kafe tepi danau. Suasananya sejuk, tertata rapi, dan jauh dari keramaian kota.

Satu catatan: pengunjung umum (non-penghuni BSB) dikenakan tiket masuk. Tapi kalau kamu mencari pengalaman lari yang benar-benar berbeda dari biasanya, ini worth it.

4. Banjir Kanal Barat: Lari di Tepi Sungai dengan Jembatan Pelangi

Banjir Kanal Barat (BKB) dulunya hanya dikenal sebagai area pengendali banjir. Tapi kini, kawasan ini menjelma menjadi ruang publik dengan jalur lari di sisi kanal yang dikelilingi taman hijau dan pemandangan air yang mengalir tenang.

Pagi hari adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Sinar matahari menembus pepohonan, menyapu embun di rerumputan, sementara suara langkah kaki pelari, dering bel sepeda, dan tawa warga berpadu menciptakan suasana hidup. Jangan lewatkan Jembatan Pelangi—ikon warna-warni yang memikat lensa kamera.

BKB juga termasuk salah satu jogging track populer di Semarang karena aman dan nyaman, dengan jalur yang terpisah dari jalan raya. Cocok untuk kamu yang ingin lari tanpa harus was-was dengan kendaraan bermotor.

5. Taman Sampangan: Ruang Publik Hijau yang Dulunya Pasar Tradisional

Taman Sampangan punya cerita unik: dulunya adalah area pasar tradisional, lalu direlokasi dan diubah menjadi ruang publik hijau dengan pepohonan rindang dan udara sejuk. Sekarang, taman ini menjadi favorit warga untuk jogging santai dan recovery run.

Fasilitasnya cukup lengkap: tempat duduk, toilet umum, area bermain anak, dan penjual minuman di sekitar taman. Cocok untuk pelari yang suka suasana sejuk dan tidak berisik—jauh dari hiruk-pikuk Simpang Lima.

6. Stadion Jatidiri: Sensasi Lari ala Atlet Profesional

Kalau kamu ingin merasakan sensasi lari di lintasan standar internasional, Stadion Jatidiri adalah jawabannya. Setelah renovasi besar-besaran pada 2022, jogging track di sini memiliki standar kelas dunia dengan permukaan yang sangat nyaman di kaki dan meminimalisir risiko cedera.

Kabar baiknya, lintasan lari Stadion Jatidiri kini dibuka setiap hari untuk umum. Jadwalnya: Senin hingga Kamis pukul 07.00–09.00 WIB, sedangkan Jumat hingga Minggu pukul 06.00–09.00 WIB. Berada di kawasan perbukitan Gajahmungkur yang sejuk, arsitektur stadion ini juga kerap dinilai sangat instagramable.

Tips Jogging Pagi di Semarang

  • Datang sebelum pukul 06.00. Udara masih segar, matahari belum terik, dan jalur masih sepi.

  • Bawa air minum. Semarang pagi bisa tetap lembap, terutama kalau kamu memilih rute perbukitan seperti UNDIP atau Jatidiri.

  • Gunakan sepatu yang tepat. Untuk rute naik-turun seperti UNDIP, sepatu dengan grip bagus sangat membantu.

  • Cek jadwal. Beberapa tempat seperti Stadion Jatidiri punya jam operasional terbatas, sementara Taman Indonesia Kaya dan Simpang Lima buka 24 jam.


Semarang punya banyak rute jogging pagi yang asri—kamu tinggal memilih mau yang santai di taman kota, menantang di trek kampus, atau syahdu di tepi danau.

Yang penting, jangan biarkan alarm jam lima pagi berlalu tanpa arti. Bangun, pakai sepatu, dan cari rute barumu. Tubuhmu akan berterima kasih, dan pagi harimu akan terasa jauh lebih hidup.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.