Dari CFD Slamet Riyadi ke Taman Balekambang: 7 Spot Lari Pagi Asri di Solo

JATENG.AKURAT.CO, Solo punya udara pagi yang khas—sejuk, tenang, dan bikin malas kembali ke kasur—dan itulah yang membuat jogging di kota ini terasa bukan sekadar olahraga, melainkan semacam ritual harian yang bikin kepala plong sebelum memulai hari.
Pukul 05.15. Kamu membuka mata, dan yang pertama terasa bukan kantuk, melainkan dinginnya udara Solo yang menyusup lewat celah jendela.
Di kota ini, bangun pagi tidak perlu dipaksa. Udaranya sendiri yang mengajakmu keluar. Dan kalau kamu sedang mencari alasan untuk mulai rutin jogging pagi—atau sekadar bosan dengan rute yang itu-itu saja—Solo punya jawaban yang tidak perlu kamu cari jauh-jauh.
Kota Bengawan ini kecil, tapi pilihan rutenya tidak. Ada stadion bersejarah di jantung kota, jalan protokol yang ditutup untuk kendaraan setiap Minggu, taman legendaris yang rindang, hingga jalur savana yang bikin lari terasa seperti sedang berpetualang.
Beberapa di antaranya bahkan sudah jadi favorit warga sejak bertahun-tahun, sementara yang lain baru mulai dilirik setelah dibenahi.
Baca Juga: Tidur Tengkurap Bikin Pegal Makin Parah! Ini Posisi Tidur yang Benar untuk Pekerja Pabrik
1. Stadion Manahan: Raja Jogging Track yang Tidak Pernah Sepi
Kalau ada satu tempat yang paling identik dengan jogging di Solo, itu adalah Stadion Manahan. Bagi warga Solo, stadion ini masih menjadi spot jogging favorit mereka karena alasan keamanan dan kenyamanan .
Ada dua area jogging di Stadion Manahan. Pertama, di jogging track yang berada persis di luar stadion. Kedua, area paling luar stadion di Jalan Menteri Supeno . Rute lari mengelilingi stadion sangat nyaman dengan permukaan track yang stabil dan aman untuk berbagai level pelari .
Salah satu pengunjung setia, Hanif, mahasiswa UNS, menyebut faktor keamanan sebagai alasan utamanya tetap berjogging di sini.
“Sebenarnya joging di mana aja itu bisa. Tapi, yang bikin sreg joging di Manahan itu karena ada track khususnya. Jadi (aku) tidak khawatir keserempet motor ataupun kendaraan-kendaraan lainnya,” jelas dia .
Selain keamanan, suasana ramai di Manahan juga jadi pemacu semangat. “Pas lihat mereka bisa joging mengelilingi track berkali-kali, aku jadi termotivasi ‘dia aja bisa lari keliling berkali-kali, masa aku ga bisa’,” tambah Hanif .
Rata-rata pelari mengambil jarak 3 sampai 5 kilometer, namun bagi yang ingin lebih menantang bisa menyusun rute memutar ke area perumahan sekitar . Fasilitasnya lengkap: area parkir luas, toilet, spot stretching, hingga pedagang minuman isotonik dan jus buah segar .
Baca Juga: Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
2. Car Free Day Jalan Slamet Riyadi: Lari di Jalan Raya Tanpa Takut Keserempet
Setiap Minggu pagi pukul 05.00–09.00 WIB, Jalan Slamet Riyadi ditutup untuk kendaraan bermotor. Rute lurus dan datar membentang dari Purwosari hingga Balai Kota Solo dengan jarak bolak-balik sekitar 6–8 km .
Ini adalah rute lari paling ramai di Solo. Jalur panjang yang lurus dan datar sangat ideal untuk latihan pace . Sepanjang rute, pelari dapat menikmati suasana kota yang hidup, bangunan bersejarah, dan berbagai aktivitas masyarakat .
Meskipun cukup ramai, suasananya terasa penuh energi dan motivasi. Cocok untuk pelari yang suka keramaian dan ingin menggabungkan olahraga dengan hiburan. Setelah lari, banyak pilihan sarapan lezat di sekitar area CFD seperti bubur ayam, rawon, atau minuman sehat .
Satu catatan: karena hanya tersedia setiap Minggu pagi, rute ini tidak bisa jadi andalan untuk jogging harian. Tapi kalau kamu memang ingin merasakan sensasi lari di jalan raya tanpa gangguan kendaraan, CFD Slamet Riyadi adalah jawabannya.
Baca Juga: Rebahan Sambil Scroll HP di Malam Hari? Pekerja Semarang, Waspada 5 Bahaya Ini
3. Taman Balekambang: Lari Teduh di Taman Legendaris
Taman Balekambang adalah pilihan tepat bagi kamu yang ingin rute lari lebih hijau dan teduh. Rute di dalam taman ini tidak terlalu panjang, namun suasananya menenangkan dan cocok untuk easy run atau recovery day .
Taman yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani ini dikelilingi pepohonan besar yang rindang, jadi begitu masuk langsung berasa teduh. Ada danau kecil di area taman, jalan setapak di antara pohon-pohon tinggi, dan area rerumputan luas yang bikin suasana terasa seperti taman kota klasik .
Sejak revitalisasi, Taman Balekambang dibuka lebih pagi, yakni pukul 06.00 WIB, dan pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp5.000 . Saran dari pengunjung: datang sekitar jam 7–9 pagi atau menjelang sore biar cahaya fotonya soft dan nggak terlalu terik .
Kalau datang pagi hari, udaranya masih segar dan tidak terlalu ramai. Cocok banget buat olahraga ringan atau sekadar jalan santai sambil lihat pepohonan dan danau kecil .
4. Rute Solo Safari: Lari di Jalur Savana Sambil Melihat Satwa
Ini yang paling unik dan mungkin belum banyak yang tahu. Solo Safari menghadirkan jogging track bagi pengunjung yang hobi lari dengan pengalaman berbeda—berlari sambil melihat satwa .
Jalur ini memadukan suasana pedesaan perkotaan dengan udara yang lebih segar. Cocok untuk latihan jarak menengah karena dapat diatur 5 sampai 12 kilometer tergantung arah mengkombinasikannya .
Untuk masuk ke jogging track, pengunjung tidak dikenakan biaya tambahan, hanya biaya masuk di awal saja sebesar Rp15.000 dan sudah mendapatkan air mineral. Waktunya mulai pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB .
Salah satu pengunjung bernama Melia menilai jalur ini sangat menarik dan aman. “(Jogging track) safety, ada playground gratis juga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa area ini juga memiliki dua playground, sehingga anak-anak bisa tetap betah bermain sementara orang tua berolahraga .
5. Jalur Ngarsopuro hingga Keraton: Lari Menembus Sejarah
Kalau kamu berminat menikmati pemandangan sejarah, jalur Ngarsopuro hingga Keraton menjadi rekomendasi terbaik. Rute ini melewati kawasan heritage Solo dengan bangunan-bangunan bersejarah dan suasana kota lama yang khas .
Jalur ini cocok untuk pelari yang ingin merasakan sensasi berbeda—bukan sekadar lari di trek yang itu-itu saja, tapi juga menyusuri lorong waktu. Di pagi hari, saat kendaraan masih minim dan pedagang belum banyak berjualan, kawasan ini terasa tenang dan syahdu.
6. Stadion Sriwedari: Jogging di Stadion Bersejarah
Stadion Sriwedari adalah salah satu stadion tertua di Indonesia, didirikan pada 1923 di masa pemerintahan Pakubuwono X. Stadion bersejarah ini bahkan pernah menjadi tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 1948 .
Terletak di komplek Taman Sriwedari, tepatnya di Jalan Bhayangkara Nomor 5, stadion ini dapat dikunjungi masyarakat umum untuk berbagai kegiatan. Buat kamu yang mau jogging, terdapat running track yang mengelilingi lapangan. Kawasan di sekitar Stadion Sriwedari cukup sejuk dengan adanya pohon rindang yang bisa membuatmu nyaman saat beristirahat .
7. Monumen 45 Banjarsari dan Taman Lansia: Rute Ramah Keluarga
Monumen 45 Banjarsari menawarkan rute lari yang mengelilingi monumen bersejarah. Area ini telah ditata sedemikian rupa sehingga memiliki jalur yang cukup teduh berkat rimbunnya pohon-pohon besar. Letaknya yang berada di tengah pemukiman warga membuat atmosfer di sini terasa sangat kekeluargaan .
Bagi pemula, area ini sangat pas untuk melakukan lari durasi pendek atau jalan cepat (power walking). Setelah berolahraga, kamu bisa menikmati fasilitas taman bermain atau sekadar duduk santai di bangku-bangku taman yang telah disediakan .
Sementara itu, Taman Lansia—meski namanya spesifik—nyatanya sangat inklusif dan ramah bagi segala usia. Keunggulan utamanya adalah lintasan yang sangat aman dengan permukaan yang tidak licin. Suasananya lebih senyap dibandingkan Stadion Manahan, sehingga cocok bagi kamu yang ingin jogging sambil mendengarkan musik atau podcast tanpa banyak gangguan suara .
Tips Jogging Pagi di Solo
Datang sebelum pukul 06.00. Udara Solo paling segar di jam-jam ini, dan matahari belum terlalu terik. Beberapa tempat seperti Taman Balekambang baru buka pukul 06.00, jadi sesuaikan jadwalmu.
Bawa jaket tipis. Suhu pagi di Solo bisa cukup dingin, terutama di area terbuka seperti Stadion Manahan dan Taman Balekambang.
Gunakan sepatu yang tepat. Untuk rute seperti Solo Safari atau jalur Ngarsopuro yang melewati jalan berbatu atau tanah, sepatu dengan grip bagus sangat membantu.
Bawa air minum. Meski udaranya sejuk, tubuh tetap butuh hidrasi, terutama kalau kamu memilih rute yang lebih panjang.
Cek jadwal. Beberapa tempat seperti CFD Slamet Riyadi hanya tersedia pada Minggu pagi, dan Solo Safari hanya buka sore hari untuk jogging track-nya.
Solo mungkin kota kecil, tapi pilihan rute jogging paginya tidak pernah membosankan.
Dari stadion bersejarah yang selalu ramai hingga jalur savana yang bikin lari terasa seperti petualangan, semuanya ada di sini.
Pagi ini, jangan biarkan alarm berbunyi tanpa arti. Bangun, pakai sepatu, dan pilih satu rute. Tubuhmu akan berterima kasih, dan pagi harimu akan terasa jauh lebih hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 3Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 4MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 5Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 6Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 7Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 8Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP
- 9OJK Jateng Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, 70 Kader Perempuan Disiapkan Jadi Duta Literasi Keuangan
- 1015 Rekomendasi Film Komedi Indonesia di Netflix, Ceritanya Kocak dan Bikin Mood Balik Lagi!



