Jateng

Tidur Tengkurap Bikin Pegal Makin Parah! Ini Posisi Tidur yang Benar untuk Pekerja Pabrik

Theo Adi Pratama | 13 Oktober 2026, 22:00 WIB
Tidur Tengkurap Bikin Pegal Makin Parah! Ini Posisi Tidur yang Benar untuk Pekerja Pabrik
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Setelah seharian berdiri di depan mesin atau mengangkat beban, tubuh pekerja pabrik sering kali terasa seperti baru saja dilindas truk, dan ternyata posisi tidur yang salah bisa membuat pegal-pegal itu makin parah keesokan harinya.

Pukul sembilan malam. Kamu baru saja sampai di kontrakan setelah shift siang yang melelahkan. Badan rasanya bukan milik sendiri—bahu kaku, pinggang seperti ditusuk-tusuk, dan kaki terasa berat sekali. Kamu rebahan di kasur, berharap tidur bisa menghilangkan semua pegal ini. Tapi keesokan paginya, bukannya segar, badanmu malah terasa lebih kaku dari sebelumnya.

Kalau ini terdengar akrab, kamu tidak sendirian. Penelitian dari Universitas Diponegoro terhadap pekerja pabrik tahu di Kota Semarang menemukan bahwa 100 persen pekerja mengalami keluhan nyeri otot di punggung, 95,2 persen di pinggang, dan 47,6 persen di bokong. Penyebabnya jelas: postur kerja yang tidak ergonomis dan durasi kerja yang panjang.

Tapi yang jarang disadari, masalahnya tidak berhenti saat jam kerja berakhir. Posisi tidur yang salah bisa memperburuk pegal-pegal yang sudah ada, bahkan menciptakan masalah baru. Kabar baiknya, ada beberapa posisi tidur yang terbukti membantu tubuh pulih lebih cepat.

Baca Juga: Rebahan Sambil Scroll HP di Malam Hari? Pekerja Semarang, Waspada 5 Bahaya Ini

Kenapa Pegal Justru Terasa Lebih Parah Saat Berbaring?

Ada alasan ilmiah mengapa pegal-pegal sering terasa lebih menyiksa saat kamu akhirnya berbaring. Selama bekerja, tubuh “ditopang” oleh gerakan, panas, dan distraksi.

Begitu kamu berhenti bergerak, kekakuan mulai mengendap, jaringan yang meradang membengkak sedikit, dan saraf yang tertekan tidak punya tempat untuk bersembunyi .

Dengan kata lain, rasa sakit yang muncul saat berbaring bukan berarti ada cedera baru. Itu adalah sinyal bahwa otot dan sendi yang kelelahan akhirnya “bersuara” setelah seharian dipaksa bekerja .

Posisi 1: Telentang dengan Bantal di Bawah Lutut

Ini adalah posisi yang paling direkomendasikan untuk pekerja yang mengalami nyeri punggung bawah. Caranya sederhana: berbaring telentang, lalu letakkan bantal atau gulungan handuk di bawah lutut agar lutut sedikit tertekuk.

Menurut Joseph Hribick, fisik terapis dari Lebanon Valley College, posisi ini menciptakan sedikit fleksi pada lutut dan pinggul, yang membantu mengurangi ketegangan di punggung bawah.

Bantal di bawah lutut membantu menjaga lengkungan alami tulang belakang dan mengurangi tekanan pada diskus .

Untuk pekerja pabrik yang sering berdiri atau membungkuk, posisi ini memberi kesempatan pada otot-otot punggung bawah untuk benar-benar rileks.

Jika masih ada celah antara pinggang dan kasur, tambahkan gulungan handuk kecil di bawah punggung bawah untuk topangan ekstra .

Posisi 2: Miring dengan Bantal di Antara Lutut

Kalau kamu tipe orang yang tidak nyaman tidur telentang, posisi miring adalah alternatif terbaik. Kuncinya: selipkan bantal di antara kedua lutut.

Tanpa bantal, lutut atas akan jatuh ke depan dan menciptakan rotasi pada panggul dan punggung bawah—yang justru memperburuk nyeri.

Dengan bantal di antara lutut, panggul dan tulang belakang tetap sejajar, mengurangi tarikan pada punggung bawah dan pinggul .

Posisi ini sangat cocok untuk pekerja pabrik yang mengalami nyeri di pinggul atau sciatica. Tekuk lutut sedikit seperti posisi janin, tapi jangan meringkuk terlalu rapat. Pastikan bantal kepala cukup tebal agar leher tetap sejajar dengan tulang belakang .

Posisi 3: Miring dengan Body Pillow (Bantal Peluk Panjang)

Untuk kamu yang mengalami pegal di banyak titik sekaligus—bahu, pinggang, dan pinggul—body pillow bisa jadi penyelamat. Bantal panjang ini membantu mencegah badan memutar berlebihan saat tidur, membuat bahu, pinggul, dan lutut tetap sejajar .

Peluk body pillow di depan dada, lalu selipkan ujung bawahnya di antara lutut. Posisi ini memberi topangan menyeluruh dari dada hingga kaki, mengurangi tekanan pada hampir semua sendi besar.

Yang Harus Dihindari: Tidur Tengkurap

Kalau ada satu posisi yang harus benar-benar dihindari oleh pekerja pabrik dengan pegal-pegal, itu adalah tidur tengkurap.

Saat tengkurap, leher dipaksa menoleh ke satu sisi selama berjam-jam, punggung dipaksa melengkung ke belakang, dan berat badan menekan otot-otot perut serta punggung.

Untuk pekerja yang sudah mengalami nyeri leher atau bahu akibat postur kerja, tengkurap hanya akan memperburuk kondisi tersebut.

Kalau kamu benar-benar tidak bisa tidur selain tengkurap, setidaknya gunakan bantal yang sangat tipis di bawah kepala dan letakkan bantal tipis di bawah perut atau panggul untuk mengurangi lengkungan berlebih di punggung bawah . Tapi jangan jadikan ini kebiasaan.

Rutinitas Sebelum Tidur: 3-5 Menit yang Mengubah Segalanya

Posisi tidur saja tidak cukup kalau otot-otot masih kaku. Sebelum berbaring, luangkan 3 hingga 5 menit untuk gerakan ringan yang membantu melancarkan sirkulasi dan melemaskan otot yang tegang .

Beberapa gerakan sederhana yang bisa kamu lakukan:

  • Peregangan leher samping: miringkan kepala ke kanan dan kiri, tahan masing-masing 10 detik.

  • Shoulder roll: putar bahu ke belakang 10 kali, lalu ke depan 10 kali.

  • Knee to chest: berbaring telentang, tarik satu lutut ke arah dada, tahan 15 detik, ganti kaki.

  • Peregangan punggung bawah: berbaring telentang, tekuk kedua lutut, lalu putar perlahan ke kanan dan kiri.

Hindari peregangan berat atau memaksa pada area yang sedang nyeri tajam. Kalau nyeri terasa seperti ditusuk atau menjalar, itu tanda untuk berhenti dan berkonsultasi dengan tenaga medis .

Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan

Pegal setelah bekerja adalah hal yang wajar. Tapi waspadai jika nyeri terasa tajam, menusuk, atau disertai kesemutan dan mati rasa yang menjalar ke kaki.

Nyeri yang membangunkanmu berulang kali di malam hari atau disertai demam dan kelemahan otot juga perlu pemeriksaan medis lebih lanjut .

Penelitian di Semarang terhadap operator mesin tenun menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap kerja berdiri dengan keluhan muskuloskeletal.

Artinya, masalah ini bukan sekadar “pegal biasa”—ini adalah risiko kesehatan kerja yang nyata dan perlu ditangani dengan serius.


Malam ini, sebelum kamu berbaring, coba luangkan lima menit untuk meregangkan badan, lalu atur posisi tidur yang benar. Telentang dengan bantal di bawah lutut atau miring dengan bantal di antara lutut.

Badanmu sudah bekerja keras seharian—setidaknya beri ia kesempatan untuk pulih dengan benar. Karena tidur yang berkualitas bukan kemewahan, tapi kebutuhan setiap pekerja.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.