Jateng

Ngantuk Berat Setelah Makan Siang? Ini 5 Trik yang Bikin Kamu Melek Lagi

Theo Adi Pratama | 14 Oktober 2026, 11:16 WIB
Ngantuk Berat Setelah Makan Siang? Ini 5 Trik yang Bikin Kamu Melek Lagi
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Jam makan siang udah lewat, perut kenyang, tapi mata rasanya berat banget kayak baru begadang tiga hari.

Rasanya pengen rebahan di bawah meja kantor, padahal deadline udah di depan mata.

Baca Juga: Es Cendol Semarang: Dari Kaki Lima sampai Kopi Kekinian, Semua Ada

Kenapa Sih Ngantuk Setelah Makan?

Kondisi ini sering disebut food coma atau istilah medisnya postprandial somnolence.

Dokter Cecep Hermawan dalam unggahan di media sosialnya menjelaskan bahwa kantuk setelah makan itu dipicu oleh beberapa faktor.

Saat makanan masuk, sistem saraf parasimpatis aktif dan mengalihkan aliran darah serta energi menuju saluran pencernaan.

Konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi putih berlebih atau mi instan bikin lonjakan gula darah cepat naik lalu turun drastis. Efeknya ya sugar crash, tubuh jadi lemas dan ngantuk.

Ditambah lagi, tubuh punya ritme sirkadian alami yang mengalami penurunan energi antara jam 1 hingga 3 siang. Jadi bukan cuma kamu aja yang ngantuk, hampir semua orang mengalaminya.

Ahli gizi Kileigh Job dari Eating Well menambahkan bahwa makanan yang mengandung kombinasi protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Sebaliknya, melewatkan waktu makan atau terlalu banyak karbohidrat olahan justru memicu lonjakan dan penurunan energi secara cepat.

Baca Juga: Dari Tugu Muda Sampai Nonongan: Peta Update Rute Macet Semarang-Solo Hari Ini, Rabu 14 Oktober 2026

Trik Jitu Usir Kantuk Tanpa Harus Rebahan

Ada beberapa trik yang bisa kamu coba biar nggak jadi zombie di meja kerja.

Pertama, ubah urutan makan. Mulai dari sayur dulu, lalu protein, baru karbohidrat terakhir. Cara ini terbukti memperlambat penyerapan gula sehingga energi lebih stabil.

Kedua, kurangi porsi karbohidrat sederhana. Ganti nasi putih dengan sumber karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi, atau oatmeal. Makanan ini punya indeks glikemik lebih rendah sehingga nggak bikin gula darah naik-turun kayak roller coaster.

Ketiga, jangan langsung duduk atau rebahan setelah makan. Coba jalan kaki ringan 10-15 menit. Penelitian dari National Geographic menunjukkan bahwa berjalan santai setelah makan bisa membantu otot menyerap gula dari darah tanpa bergantung pada insulin. Efeknya, kadar gula darah lebih stabil dan rasa kantuk pun berkurang.

Keempat, minum air yang cukup. Dehidrasi ringan sering bikin tubuh cepat lelah dan mengantuk. Siapkan botol minum di meja dan minum secara berkala, jangan tunggu sampai haus baru minum.

Kelima, cari cahaya terang. Ruangan yang redup merangsang produksi hormon melatonin yang bikin ngantuk. Kalau bisa, cari tempat yang terkena sinar matahari atau nyalakan lampu yang lebih terang.

Baca Juga: Thrift Shop Semarang Naik Kelas! Modal Rp500 Ribu Bisa Jadi Bisnis Cuan, Ini Caranya

Power Nap 20 Menit, Senjata Rahasia Anak Kantoran

Kalau semua cara di atas belum berhasil, nggak ada salahnya memanfaatkan waktu istirahat untuk power nap.

Tidur singkat selama 15-20 menit terbukti efektif mengembalikan energi tubuh yang terkuras.

Kuncinya, jangan lebih dari 20 menit. Kalau kebanyakan, kamu justru akan bangun dengan perasaan lebih lemas dan bingung.

Dr. Cecep juga mengingatkan agar alarm tetap disetel supaya durasi tidur nggak melebihi batas ideal.

Jadi, power nap memang boleh, tapi jangan sampai jadi tidur siang beneran yang bikin kamu nggak sadar kalau rapat udah dimulai.

Baca Juga: Siswa SMA Jateng Merapat! Beasiswa Kuliah Oktober 2026 Ini Bisa Bikin Kamu Lupa Rasanya Nunggak UKT

Kapan Harus Waspada?

Kantuk setelah makan siang itu normal. Tapi kalau kamu merasa kantuk yang ekstrem setiap hari, apalagi disertai gejala seperti haus berlebihan, sering buang air kecil, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas, ada baiknya konsultasi ke dokter.

Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda insulin resistance, diabetes, sleep apnea, atau masalah tiroid.

Jadi, jangan anggap remeh kalau kantuknya udah di luar batas wajar. Tubuh punya cara sendiri untuk bilang kalau ada yang nggak beres.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.