Dari Tugu Muda Sampai Nonongan: Peta Update Rute Macet Semarang-Solo Hari Ini, Rabu 14 Oktober 2026

JATENG.AKURAT.CO, Semarang dan Solo siang ini kembali jadi arena “perang” bagi para komuter. Perbaikan rel di Madukoro, pengalihan arus Tugu Muda, dan proyek Nonongan yang belum kelar bikin sejumlah ruas jalan padat merayap. Cek titik rawan dan rute alternatifnya di sini.
Bayangkan skenario ini: jam 11.30 siang, perut udah keroncongan, grup WhatsApp kantor udah rame nanya “makan di mana?”, tapi begitu buka Google Maps, jalanan udah merah padam dari arah mana pun.
Selamat datang di Rabu (14/10/2026) — hari di mana makan siang terasa lebih jauh dari biasanya di Semarang dan Solo.
Baca Juga: Thrift Shop Semarang Naik Kelas! Modal Rp500 Ribu Bisa Jadi Bisnis Cuan, Ini Caranya
Semarang: Rel, Tugu Muda, dan Warisan Macet yang Tak Kunjung Usai
Buat warga Semarang, ada dua titik yang mesti diwaspadai siang ini. Pertama, Jalan Madukoro.
Perbaikan rel kereta api di perlintasan sebidang yang dilakukan KAI Daop 4 Semarang masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB, dan efek domino dari sistem buka-tutup satu sisi ini bikin akses menuju Bandara Ahmad Yani dan sekitarnya tersendat sejak pagi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, sudah mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan Jalan Arteri Utara sebagai jalur alternatif.
Kedua, kawasan Tugu Muda. Meski pengalihan arus untuk peringatan Pertempuran Lima Hari diperkirakan baru dimulai sore sekitar pukul 17.00 WIB, bukan berarti siang ini bakal aman.
Sejak pagi, Dishub dan kepolisian sudah bersiaga dan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang, Dody Febrianto, menyebut pengalihan arus akan dilakukan di beberapa titik krusial: kawasan Paragon, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kiai Saleh, serta Simpang Eka Karya.
“Rencana penutupan dan pengalihan arus dilakukan dari kawasan Paragon, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kiai Saleh, serta dari Simpang Eka Karya,” kata Dody, dikutip dari Tribunjateng.
Artinya, kalau kamu biasa melintasi Jalan Pemuda dari arah Paragon menuju Tugu Muda atau Jalan Pandanaran dari simpang McDonald’s, siang ini bersiaplah cari rute lain.
Pengendara dari arah barat yang mau ke pusat kota disarankan lewat Pamularsih dan Kaligarang untuk menghindari kepadatan di sekitar Jalan dr. Kariadi dan Jalan Pemuda.
Tapi jujur aja, macet di Semarang bukan cuma soal dua titik itu. Jalan Kedungmundu Raya, Kaligawe Raya, Majapahit (yang masih dalam masa betonisasi), Siliwangi, hingga Simpang Kalibanteng sudah jadi langganan padat merayap setiap hari.
Widi Astari, warga yang sering melintasi Kedungmundu, bahkan mengaku sudah pasrah.
“Saya sebagai pengguna jalan Kedungmundu, memang di perputaran arah krematorium sering macet apalagi jalannya agak nanjak ya. Kalau saya setuju sih ditutup aja dan putar balik di depan RS Unimus lebih simpel,” ujarnya, dikutip dari RRI.
Kalau kamu dari arah Tembalang ingin menuju Semarang bawah, coba manfaatkan jalur tembus Jangli-Undip yang sudah selesai dibangun beberapa tahun terakhir. Lumayan, bisa hemat 15–20 menit dibanding nekat lewat Kedungmundu.
Baca Juga: Siswa SMA Jateng Merapat! Beasiswa Kuliah Oktober 2026 Ini Bisa Bikin Kamu Lupa Rasanya Nunggak UKT
Solo: Nonongan dan Drama Ambulans yang Bikin Merinding
Pindah ke Solo. Kalau kamu pikir pagi tadi sudah cukup bikin stres, tunggu sampai jam makan siang. Jalan Slamet Riyadi, terutama di koridor Nonongan, adalah biang keroknya.
Padat merayap di jam berangkat kerja dan sekolah (pukul 07.00–09.00 WIB) sudah jadi ritual wajib. Tapi siang ini, situasinya bisa lebih rumit.
Proyek penataan kawasan Nonongan yang berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2026 masih berjalan.
Meski pekerjaan utama dikebut malam hari sehingga siang masih bisa dua arah, penyempitan jalan tetap bikin arus melambat.
Kawasan ini memang sedang disulap jadi wajah baru Solo, tapi sampai Desember nanti, sabar adalah kunci.
Belum lagi drama viral kemarin. Sebuah video mobil ambulans IKA UNS (Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret) yang terhalang Toyota Kijang Innova Reborn di jalur contraflow Jalan Slamet Riyadi ramai di media sosial.
Kejadiannya di koridor Nonongan, dan Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Andri Wahyudi, sudah angkat bicara.
“Kalau misalkan itu warga Solo kan harusnya paham bahwa itu jalur contraflow sebenarnya itu,” terang Andri dikutip dari Kompas.com.
Pihaknya akan mengecek nomor mobil Innova tersebut untuk memastikan apakah pengendaranya warga lokal atau luar kota. Insiden ini jadi pengingat: jalur contraflow bukan jalur bebas.
Kalau nggak paham aturannya, bukan cuma bikin macet — tapi bisa menghambat nyawa orang lain.
Satu hal yang perlu dicatat: menurut informasi Polresta Surakarta, jam sibuk siang di Solo biasanya terjadi pukul 12.00–14.00. Jadi kalau kamu berencana keluar kantor buat makan siang, hitung-hitung lagi. Mungkin lebih baik pesan online, atau jalan kaki ke warteg terdekat.
Baca Juga: Pekerja Muda Jateng Wajib Baca! Pinjol Ilegal Makin Canggih, Begini Cara Ngeles dari Jebakannya
Tips Praktis Biar Nggak “Nyangkut”
Semarang: Hindari Tugu Muda, Madukoro, dan Kedungmundu saat jam makan siang. Manfaatkan Pamularsih-Kaligarang atau jalur Jangli-Undip sebagai alternatif.
Solo: Kalau harus lewat Slamet Riyadi, bersiaplah dengan kecepatan merayap. Alternatifnya, belok ke jalan-jalan kecil sekitar Nonongan — asal sabar dan nggak nyasar.
Pantau live: Google Maps boleh, tapi buat Jalur Semarang-Solo, aplikasi Travoy dari Jasa Marga punya CCTV live di 400+ titik. Lebih akurat, apalagi kalau kamu pengguna tol.
Pertimbangkan KRL: Buat rute Solo-Jogja, KRL Commuter Line tetap jadi pilihan bebas macet. Untuk Semarang dalam kota, ya, doa dan e-toll jadi andalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 3Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 4Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 5MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 6Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 7Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 8Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 9Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP
- 10Google Maps Bukan Satu-satunya! Ini 7 Aplikasi Pantau Kemacetan Pagi di Jalur Semarang-Solo




