Jateng

Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah

Theo Adi Pratama | 16 Oktober 2026, 11:40 WIB
Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
Update suhu panas di berbagai daerah

JATENG.AKURAT.CO, Menjelang makan siang ini, Jumat (16/10/2026), kota-kota besar di Pulau Jawa sedang “dipanggang” bareng-bareng: Semarang dan Solo tembus 37 derajat Celsius, Surabaya-Sidoarjo-Gresik ikut 37, sementara Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta juga gerah dengan suhu 33-35 derajat—semuanya tanpa tanda-tanda hujan sepanjang hari.

Baca Juga: Jangan Tunggu Haus! Ini Alasan Minum Air Putih Sebelum Kehausan Itu Wajib

Suhu Kota-Kota Besar Jawa Hari Ini

BMKG sudah merilis prakiraan cuaca untuk Jumat ini, dan hasilnya nggak ada yang bisa dibilang “adem”. Ini rangkumannya:

Jawa Tengah menjadi wilayah paling “pedes” hari ini. BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mencatat setidaknya 13 daerah berpotensi mencapai suhu 37 derajat Celsius, meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Surakarta (Solo), Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, dan Semarang.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, menegaskan bahwa sejak pagi hingga awal malam tidak ada tanda-tanda turunnya hujan.

“Musim kemarau masih berlangsung hingga pertengahan Oktober ini. Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan karena banyak tanaman kering dan ketiadaan hujan sepanjang hari,” ujarnya.

Suhu udara di Jawa Tengah secara umum berkisar antara 16 hingga 37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 35-95 persen.

Jawa Timur nggak mau kalah. BMKG Juanda memprakirakan suhu di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik bisa mencapai 37 derajat Celsius. Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, bilang cuaca di tiga wilayah itu cenderung cerah sepanjang hari.

Di Surabaya, sejumlah kecamatan diperkirakan panas terik, termasuk Karangpilang, Pabean Cantian, Tandes, Krembangan, Lakarsantri, Benowo, Wiyung, Dukuh Pakis, Sukomanunggal, Asemrowo, Pakal, dan Sambikerep. Suhu berkisar 29-36 derajat Celsius dengan kelembapan 34-73 persen.

Sementara di Sidoarjo, suhu bahkan diprediksi lebih tinggi, mencapai 37 derajat Celsius di beberapa kecamatan seperti Prambon, Tarik, Porong, Tulangan, Wonoayu, Krian, dan Taman.

DKI Jakarta dan sekitarnya juga gerah. BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan hingga berawan tebal di Jakarta, dengan suhu terasa 27 hingga 36 derajat Celsius. Bekasi bahkan bisa mencapai 37 derajat Celsius.

Bandung Raya meski berada di dataran tinggi, tetap terasa panas. Suhu diperkirakan berkisar 19-33 derajat Celsius, meski BMKG mencatat suhu tertinggi sepanjang Oktober 2026 di wilayah ini pernah menyentuh 35 derajat Celsius.

Yogyakarta juga tidak luput. Suhu udara di DIY hari ini diprakirakan berkisar 21-35 derajat Celsius, dengan Kota Yogyakarta dan Sleman menjadi wilayah terpanas.

Malang Raya sedikit lebih “adem” dibanding kota-kota pantura, dengan suhu berkisar 16-30 derajat Celsius. Kota Batu tercatat paling sejuk di kisaran 17-26 derajat Celsius.

Baca Juga: Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi

Kenapa Semua Kota Kepanasan Bareng?

Ini bukan kebetulan. Ada kombinasi beberapa faktor yang bikin seluruh Pulau Jawa “dipanggang” serentak hari ini.

1. Posisi Semu Matahari Tepat di Atas Jawa

Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Dr. Supari, menjelaskan bahwa Oktober merupakan periode posisi semu matahari berada di sekitar Pulau Jawa.

“Di Oktober, posisi semu matahari sedang berada di atas Pulau Jawa. Kalau September, dia tepat berada di garis khatulistiwa, kalau Oktober dia bergeser ke selatan Pulau Jawa,” ujarnya.

Akibatnya, radiasi matahari yang diterima permukaan bumi jadi maksimal—terutama saat langit cerah tanpa tutupan awan.

“Langit yang relatif cerah membuat sinar Matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi. Sehingga paparan panas terasa semakin menyengat, terutama pada siang hari,” kata Supari.

2. El Nino Masih Sangat Kuat

El Nino masih berstatus sangat kuat. Anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +3,33 derajat Celsius, sedangkan indeks ENSO tiga bulanan periode Agustus-September-Oktober tercatat +3,08.

“El Nino kontributor besar terhadap kekeringan di Indonesia dan meningkatnya suhu,” tegas Supari.

El Nino mengurangi pembentukan awan hujan, membuat atmosfer lebih kering, dan memperpanjang musim kemarau.

BMKG mencatat sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Suhu maksimum di sejumlah wilayah pada 12-13 Oktober 2026 bahkan tercatat lebih dari 37 derajat Celsius, dengan Lampung sebagai yang tertinggi mencapai 38,2 derajat Celsius.

3. Urban Heat Island Memperparah di Kota Besar

Ini yang bikin kota-kota besar terasa lebih panas dibanding angka yang tertera di termometer.

Fenomena Urban Heat Island (UHI)—di mana aspal, beton, gedung, dan minimnya area hijau membuat panas tersimpan lebih lama—memperkuat efek panas di kota-kota padat seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Medan.

Penelitian yang dipresentasikan di EMS Annual Meeting 2026 menemukan bahwa Surabaya mengalami intensitas panas maksimum pada Oktober, bertepatan dengan musim kemarau dan kondisi langit cerah.

Sementara Jakarta menunjukkan puncak panas hampir simetris di kedua periode transisi musim.

Studi tersebut juga mencatat bahwa tingkat kelembapan tinggi di kota-kota seperti Jakarta dan Medan membuat nilai UTCI (Universal Thermal Climate Index) dan PET (Physiologically Equivalent Temperature) tetap tinggi hingga malam hari, sehingga menghambat pendinginan alami tubuh saat tidur.

Jakarta vs Semarang vs Surabaya: Siapa Paling “Pedes”?

Kalau kita bandingkan, ketiganya punya karakter panas yang berbeda:

Semarang dan Solo hari ini paling ekstrem dengan suhu puncak 37 derajat Celsius, tanpa hujan sama sekali sepanjang hari. Wilayah pantura dan Solo Raya jadi yang paling terpapar.

Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik juga tembus 37 derajat Celsius, dengan kelembapan yang bervariasi antara 32-81 persen. Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan tinggi bikin panas terasa lebih menyengat.

Jakarta suhunya “hanya” 36-37 derajat Celsius, tapi efek UHI yang kuat membuat panas terasa lebih bertahan lama hingga malam. Warga Surabaya bahkan kehilangan hingga 91 jam tidur per tahun akibat suhu malam yang meningkat, disusul Jakarta 84 jam dan Semarang 83 jam.

Bandung dan Malang yang berada di dataran tinggi relatif lebih sejuk, tapi tetap terasa panas di siang hari. Bandung mencatat suhu tertinggi 35 derajat Celsius sepanjang Oktober 2026.

Yang Perlu Kamu Lakukan Sebelum Makan Siang

BMKG sudah mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh guna menghindari gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang menyengat. Ini poin-poin pentingnya:

1. Hindari aktivitas luar ruangan pukul 10.00-14.00 WIB. Ini periode paparan sinar matahari paling intens.

2. Minum air putih yang cukup. Jangan tunggu haus. Targetkan minimal 2-3 liter per hari, lebih banyak kalau kamu beraktivitas di luar.

3. Pakai pelindung. Topi, payung, atau tabir surya jadi wajib kalau kamu harus keluar ruangan.

4. Waspadai dehidrasi dan heat exhaustion. Tanda-tandanya: pusing, lemas, mual, keringat berlebih atau justru berhenti berkeringat.

5. Untuk wilayah pantura: waspadai banjir rob. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang memperingatkan pasang air laut mencapai 0,9 meter pada pukul 00.00-05.00 WIB, berpotensi menyebabkan banjir rob di pesisir Pantura dari Brebes hingga Rembang.

6. Jangan bakar sampah atau lahan. Potensi karhutla meningkat karena banyak tanaman kering dan tidak ada hujan sepanjang hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.