Jateng

Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?

Theo Adi Pratama | 14 Oktober 2026, 06:43 WIB
Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
Foto ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Warga Surabaya, siap-siap saja. Pagi ini, Rabu (14/10/2026), perjalananmu menuju kantor atau sekolah bakal terasa lebih panjang dari biasanya, dan biang keroknya bukan sekadar volume kendaraan yang sudah jadi langganan tiap hari.

Ada drama proyek drainase yang belum juga kelar, plus beberapa titik yang memang sudah “candu” macet sejak subuh. Kalau kamu berangkat tanpa cek rute, siap-siap aja terjebak antrean panjang bareng ribuan pengendara lain yang sama-sama mengeluh di dalam helm.

Baca Juga: Berangkat Kerja Hari Ini 14 Oktober 2026? Baca Dulu! Rute Semarang-Solo Berubah, Salah Jalan Bisa Nyangkut 2 Jam

Proyek Drainase, Proyek yang Tak Kunjung Usai

Pemerintah Kota Surabaya memang sedang getol-getolnya membangun saluran drainase dan box culvert di berbagai titik utama. Niatnya mulia: biar kota nggak banjir saat musim hujan datang. Tapi efek sampingnya, ya gini: jalan menyempit, debu beterbangan, dan macet di mana-mana.

CNN Indonesia bahkan menyoroti proyek galian yang tak kunjung usai ini, menyebut dampaknya mulai dari kepadatan lalu lintas hingga tingginya polusi debu. IDN Times mencatat ada lebih dari 100 titik proyek gorong-gorong yang dikerjakan hingga Oktober 2026, dan meski sebagian dikerjakan malam hari, tetap saja bikin macet di sejumlah ruas jalan.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Surabaya, Adi Gunita, angkat bicara soal target penyelesaian. “Rumah pompa juga sama targetnya Oktober November sudah keluar semua,” ujarnya, seperti dikutip IDN Times. Adi juga menyadari perjalanan warga terganggu, dan berharap masyarakat bersabar sampai proyek selesai.

Sabar, sih, sabar. Tapi kalau tiap pagi harus berangkat lebih awal demi menghindari galian yang sama, sabar itu ada batasnya juga.

Titik-Titik yang Bikin Darah Naik

Beberapa ruas jalan yang paling sering jadi “korban” proyek ini antara lain Jalan Embong Malang. Proyek box culvert di sana bikin lalu lintas macet seharian, dari pagi sampai malam. Ada juga Jalan Nginden-Semolo, di mana proyek gorong-gorong menyebabkan penyempitan jalan yang bikin arus lalu lintas tersendat. Di kawasan Petemon Sidomulyo, pembangunan saluran U-Ditch juga bikin akses jalan terganggu.

Belum lagi titik-titik macet “warisan” yang sudah lama jadi langganan. Jalan Margomulyo sering macet horor gegara antrean solar bersubsidi, dengan kendaraan mengular hingga 3 km sampai Sukomanunggal. Pakal juga tak mau kalah, dengan pengendara yang terjebak hingga dua jam karena volume tinggi dan lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.

Lalu ada Bundaran Waru, yang sempat macet horor gegara bus mogok, dan Jalan Stasiun Wonokromo yang kacau karena perbaikan pelintasan kereta.

Terminal Purabaya: Bus Ngetem, Warga yang Repot

Buat kamu yang melintas di kawasan Terminal Purabaya (Bungurasih), ada kabar yang mungkin bikin sedikit lega. Pengelola terminal berjanji akan menertibkan penyebab kemacetan di sekitar area tersebut.

Kepala Terminal Purabaya, Ahmad Badik, menyebut beberapa penyebab utama macet di luar terminal: bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal, aliran kendaraan keluar-masuk SPBU, dan aktivitas penumpang di Grab Lounge. “Kami sudah koordinasi juga dengan Satpol PP Sidoarjo untuk dilakukan penindakan terkait kemacetan di pintu keluar terminal, termasuk menertibkan bis-bis yang masih bandel,” kata Badik, dikutip dari RMOL Jatim.

Sanksinya? Mulai dari surat peringatan, sanksi administrasi, sampai tilang. Semoga saja benar-benar ditindak, bukan cuma jadi janji manis yang menguap begitu saja.

Jam Rawan: Sebelum Jam 7 Aman, Setelah Jam 8 Mimpi Buruk

Kalau kamu masih berharap bisa santai berangkat jam 7 pagi, mimpi itu sudah tidak berlaku lagi. Panduan transportasi GoAsia mencatat bahwa pagi sebelum jam 7 memang masih cukup tenang. Tapi begitu jam 8, arteri utama seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Darmo, dan Jalan Pemuda sudah penuh sesak dengan motor dan mobil.

Jam sibuk pagi di Surabaya umumnya berlangsung sekitar pukul 06.00–09.00 WIB, dengan puncaknya di jam 07.00–08.00. Artinya, kalau kamu berangkat jam 07.30, kamu sudah masuk ke “zona perang”.

Tips Biar Pagimu Nggak Berantakan

Pertama, berangkat lebih awal. Ini klise, tapi memang paling ampuh. Kalau biasa berangkat jam 07.00, coba majukan setengah jam. Selisih 30 menit bisa berarti perbedaan antara sampai tepat waktu atau telat 45 menit.

Kedua, manfaatkan aplikasi peta. Google Maps dan Waze cukup akurat untuk memantau kondisi real-time. Ada juga layanan pantau lalu lintas berbasis CCTV yang bisa kamu akses sebelum berangkat.

Ketiga, pilih rute alternatif. Kalau Jalan Ahmad Yani padat, coba lewat jalan-jalan kecil di sekitarnya. Motor memang lebih lincah, tapi jangan asal nerobos, ya. Patuhi rambu dan jangan lawan arus.

Keempat, pertimbangkan transportasi umum atau ojek online. Kalau memang memungkinkan, naik GoRide atau GrabBike bisa memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Pengemudi ojek online sudah hafal seluk-beluk jalan tikus yang bisa menghindari macet.

Intinya, pagi ini bukan waktunya buat santai-santai di jalan. Cek rute, siapkan mental, dan kalau perlu, bawa bekal air minum buat jaga-jaga kalau terjebak antrean panjang. Surabaya memang kota yang tidak pernah tidur, tapi setidaknya kita bisa tidur lebih awal biar besok bisa berangkat lebih pagi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.