Xiaomi Door and Window Sensor 3 Resmi Hadir, Baterai Tahan 3 Tahun dan Harga Cuma Rp100 Ribuan

JATENG.AKURAT.CO, Xiaomi kembali memperluas ekosistem rumah pintar dengan menghadirkan Door and Window Sensor 3 di Tiongkok.
Sensor pintu dan jendela generasi terbaru ini diperkenalkan melalui kampanye urun dana (crowdfunding) di platform Xiaomi Youpin, dengan harga perkenalan hanya 44 yuan atau sekitar US$6.
Kampanye penggalangan dana tersebut dibuka pada 13 Oktober 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Oktober 2026.
Selain menawarkan harga terjangkau, Xiaomi Door and Window Sensor 3 membawa sejumlah peningkatan, terutama pada teknologi sensor dan daya tahan baterai yang diklaim mencapai tiga tahun.
Produk ini merupakan penerus Xiaomi Door and Window Sensor 2 yang diperkenalkan pada 2020.
Meski memiliki fungsi utama serupa, model terbaru tersebut menawarkan efisiensi daya lebih baik untuk mendukung penggunaan jangka panjang pada sistem otomatisasi rumah pintar.
Baterai Diklaim Tahan 3 Tahun
Salah satu keunggulan utama Xiaomi Door and Window Sensor 3 terletak pada daya tahan baterainya.
Perangkat ini menggunakan baterai kancing CR2032 yang diklaim mampu bertahan hingga tiga tahun dalam kondisi penggunaan tertentu.
Sebagai perbandingan, Xiaomi Door and Window Sensor 2 sebelumnya memiliki estimasi masa pakai baterai sekitar satu tahun.
Artinya, generasi terbaru ini menawarkan peningkatan daya tahan yang memungkinkan pengguna mengurangi frekuensi penggantian baterai.
Untuk memudahkan pemantauan, aplikasi Xiaomi Home dapat memberikan notifikasi ketika daya baterai mulai menipis.
Dengan begitu, pengguna bisa menyiapkan baterai pengganti sebelum sensor kehabisan daya dan berhenti menjalankan fungsinya.
Ketahanan baterai tersebut juga didukung oleh penggunaan teknologi sensor baru yang dirancang lebih hemat energi.
Menggunakan Sensor TMR yang Lebih Responsif
Xiaomi mengganti teknologi sensor efek Hall pada generasi sebelumnya dengan sensor tunnel magnetoresistive (TMR).
Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi perubahan posisi magnet dengan respons yang lebih cepat sekaligus mengurangi konsumsi daya dibandingkan sensor Hall konvensional.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pembaruan penting pada Xiaomi Door and Window Sensor 3.
Dengan kemampuan mendeteksi perubahan posisi secara responsif, perangkat dapat membantu pengguna memantau aktivitas pintu dan jendela secara lebih praktis.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Xiaomi tidak mencantumkan sensor cahaya sebagai fitur pada model terbaru ini, berbeda dengan Door and Window Sensor 2 yang memiliki kemampuan tersebut.
Ketiadaan sensor cahaya berpotensi memengaruhi pengguna yang sebelumnya memanfaatkan data tingkat pencahayaan untuk membuat otomatisasi rumah pintar.
Jika fungsi tersebut masih dibutuhkan, pengguna harus menambahkan sensor cahaya terpisah, seperti Mijia Light Sensor yang telah dipasarkan Xiaomi sejak 2019.
Bisa Memantau Pintu, Jendela, Laci, hingga Lemari
Xiaomi Door and Window Sensor 3 dirancang untuk memantau berbagai bagian rumah, bukan hanya pintu masuk atau jendela.
Berkat ukurannya yang ringkas, perangkat ini juga dapat dipasang pada laci, pintu lemari, dan kotak penyimpanan.
Setelah dipasangkan dengan gateway Bluetooth Mesh yang kompatibel, pengguna dapat memantau status perangkat melalui aplikasi Xiaomi Home.
Informasi yang ditampilkan mencakup kondisi terbuka atau tertutup serta riwayat perubahan status sensor.
Aplikasi tersebut juga dapat mencatat jumlah aktivitas buka-tutup setiap hari dan durasi pintu atau jendela berada dalam kondisi terbuka maupun tertutup.
Notifikasi ke ponsel akan membantu pengguna mengetahui ketika sensor mendeteksi perubahan.
Fitur ini dapat berguna untuk memeriksa apakah jendela sudah ditutup saat meninggalkan rumah atau mengetahui aktivitas pada lemari penyimpanan tertentu.
Meski demikian, pemantauan jarak jauh dan sejumlah fungsi otomatisasi membutuhkan perangkat pendukung yang sesuai, termasuk gateway Bluetooth Mesh.
Mendukung Otomatisasi Rumah Pintar Xiaomi
Selain memantau kondisi pintu dan jendela, Xiaomi Door and Window Sensor 3 dapat diintegrasikan dengan perangkat rumah pintar lainnya melalui Xiaomi Smart Connect.
Pengguna bisa menghubungkannya dengan sakelar pintar, pengendali AC, detektor kebocoran air, termometer, hingga higrometer untuk membuat skenario otomatisasi sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, lampu dapat diatur menyala secara otomatis ketika pintu dibuka.
Sementara itu, AC bisa dikonfigurasikan agar mati ketika jendela terbuka, sehingga membantu mengurangi penggunaan pendingin ruangan saat udara luar masuk.
Pengguna juga dapat membuat pengingat untuk menutup jendela ketika kondisi cuaca atau tingkat kelembapan menunjukkan bahwa jendela sebaiknya ditutup.
Namun, penerapan skenario tertentu bergantung pada perangkat pendukung, konfigurasi di aplikasi Xiaomi Home, dan kompatibilitas sistem.
Perlu dicatat, perangkat tambahan yang dibutuhkan untuk menjalankan otomatisasi tersebut dijual secara terpisah.
Xiaomi juga menyebutkan bahwa ketersediaan fitur dapat berbeda bergantung pada cara sensor digunakan.
Desain Ringkas dengan Panduan Pemasangan
Dari sisi desain, Xiaomi Door and Window Sensor 3 mengusung bodi kecil dan ringan agar mudah ditempatkan di berbagai permukaan.
Ukurannya memungkinkan sensor dipasang pada area yang terbatas, termasuk bagian dalam laci dan lemari.
Xiaomi turut menyertakan panduan pemasangan langsung pada bodi perangkat.
Petunjuk ini membantu pengguna menyesuaikan posisi sensor dengan magnet agar keduanya berada dalam orientasi yang tepat.
Pemasangan yang benar penting untuk memastikan sensor mampu mendeteksi perubahan posisi secara akurat.
Jika posisi sensor dan magnet tidak sejajar sesuai petunjuk, perangkat berpotensi gagal membaca aktivitas buka-tutup sebagaimana mestinya.
Pendekatan tersebut membuat perangkat ini relatif fleksibel untuk berbagai kebutuhan pemantauan di rumah.
Harga Xiaomi Door and Window Sensor 3
Dalam kampanye crowdfunding di Xiaomi Youpin, Xiaomi Door and Window Sensor 3 ditawarkan dengan harga 44 yuan atau sekitar US$6.
Jika dikonversikan secara kasar ke rupiah, harganya berada di kisaran Rp100.000, bergantung pada nilai tukar yang digunakan.
Harga tersebut merupakan harga kampanye di Tiongkok, sehingga belum tentu sama dengan harga apabila perangkat ini nantinya dipasarkan di negara lain.
Hingga informasi peluncuran ini diumumkan, belum ada kepastian mengenai ketersediaannya di Indonesia.
Sebagai catatan, daya tahan baterai hingga tiga tahun juga merupakan klaim penggunaan yang dapat dipengaruhi oleh kondisi operasional dan frekuensi aktivitas sensor.
Dengan teknologi TMR, baterai yang lebih awet, serta dukungan otomatisasi melalui ekosistem Xiaomi Home, Door and Window Sensor 3 menjadi pilihan baru bagi pengguna yang ingin meningkatkan sistem rumah pintar dengan perangkat pemantau berukuran ringkas.
Namun, pengguna yang membutuhkan fungsi pendeteksi cahaya seperti pada generasi sebelumnya perlu mempertimbangkan penggunaan sensor tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Drama VAR! Persib vs Dewa United, Maung Dibikin Geram! Penalti di Akhir Laga Tak Diberikan
- 3Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 4Prediksi Skor Deltras FC vs Persela Lamongan: Duel Sengit Perebutan Puncak Klasemen Pegadaian Championship 2026/27
- 5MotoGP Mandalika 2026: Acosta dan Marquez Saling Memberi Posisi demi Hindari Penalti
- 6Ofero Ride Fest 2026 Hadir di Semarang, Kenalkan Motor Listrik Carria 1 dengan Jarak Tempuh 130 Kilometer
- 7Semarang Heritage Night Run 2026 Hadirkan Sensasi Lari Malam di Tengah Kekayaan Budaya Kota Lama
- 8Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP
- 9OJK Jateng Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, 70 Kader Perempuan Disiapkan Jadi Duta Literasi Keuangan
- 10Google Maps Bukan Satu-satunya! Ini 7 Aplikasi Pantau Kemacetan Pagi di Jalur Semarang-Solo



