Jateng

Harga CPU Intel dan Qualcomm Naik hingga 20%, Ternyata Ini Penyebabnya

Dody H | 14 Oktober 2026, 06:21 WIB
Harga CPU Intel dan Qualcomm Naik hingga 20%, Ternyata Ini Penyebabnya

JATENG.AKURAT.CO, Harga prosesor komputer atau CPU dilaporkan mengalami kenaikan di tengah meningkatnya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Intel dan Qualcomm disebut telah menaikkan harga sejumlah produk prosesor mereka, sementara AMD dikabarkan tengah bersiap mengambil langkah serupa dengan potensi kenaikan hingga 10 persen.

Kenaikan harga tersebut berpotensi memengaruhi biaya produksi komputer, laptop, hingga server. 

Pasalnya, prosesor menjadi salah satu komponen utama dalam perangkat komputasi, terutama untuk sistem yang membutuhkan performa tinggi dalam menjalankan berbagai beban kerja AI.

Laporan terbaru dari Commercial Times menyebutkan bahwa penyesuaian harga telah terjadi pada sejumlah lini prosesor Intel. 

Sementara itu, Qualcomm juga dilaporkan telah menerapkan harga baru untuk platform komputasi PC andalannya.

Harga Prosesor Intel Naik hingga 20 Persen

Intel sebelumnya dikabarkan akan menaikkan harga sejumlah CPU hingga 10 persen pada Oktober 2026. 

Namun, laporan Commercial Times yang mengutip sumber dari rantai pasokan menyebutkan bahwa penyesuaian harga tersebut ternyata sudah mulai diterapkan sejak September.

Salah satu lini yang disebut mengalami kenaikan paling besar adalah Panther Lake, keluarga prosesor Intel yang ditujukan untuk perangkat komputasi generasi terbaru.

Harga beberapa model Panther Lake dilaporkan meningkat sekitar 15 hingga 20 persen. 

Meski demikian, kenaikan tersebut tidak berlaku untuk seluruh varian. Model dengan GPU terintegrasi atau iGPU kelas atas disebut menjadi salah satu produk yang paling terdampak.

Selain Panther Lake, beberapa keluarga prosesor Intel lainnya juga dilaporkan mengalami penyesuaian harga. 

Prosesor Alder Lake dan Twin Lake disebut mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen untuk sejumlah model.

Sementara itu, prosesor kelas entri dengan konsumsi daya rendah dilaporkan mengalami kenaikan yang lebih terbatas, yakni sekitar 5 hingga 10 persen.

Jika laporan tersebut akurat, perubahan harga ini menunjukkan bahwa tekanan biaya tidak hanya terjadi pada prosesor berperforma tinggi, tetapi juga mulai menjangkau segmen komputasi yang lebih terjangkau.

Qualcomm Snapdragon X dan X2 Elite Ikut Naik Harga

Intel bukan satu-satunya produsen yang dikabarkan menaikkan harga prosesor. 

Qualcomm juga disebut telah menyesuaikan harga sejumlah platform komputasi PC, termasuk Snapdragon X dan Snapdragon X2 Elite.

Menurut laporan yang beredar, kenaikan harga produk Qualcomm tersebut mencapai sekitar 10 persen dan mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.

Keluarga Snapdragon X dirancang untuk perangkat PC, termasuk laptop yang mengandalkan efisiensi daya dan kemampuan pemrosesan berbasis AI. 

Karena itu, perubahan harga pada lini ini berpotensi menambah tekanan biaya bagi produsen laptop yang menggunakan platform Qualcomm.

Besarnya dampak terhadap harga jual perangkat di pasaran masih belum dapat dipastikan. 

Produsen komputer dapat memilih untuk menyerap sebagian kenaikan biaya, menyesuaikan spesifikasi produk, atau meneruskannya kepada konsumen melalui harga jual yang lebih tinggi.

Harga CPU AMD Ryzen dan EPYC Berpotensi Naik 10 Persen

Setelah Intel dan Qualcomm, AMD juga dikabarkan tengah mempertimbangkan kenaikan harga untuk sejumlah keluarga prosesor Ryzen dan EPYC.

Laporan yang beredar menyebutkan, bahwa harga beberapa produk AMD berpotensi naik sekitar 10 persen. 

Namun, hingga saat ini, waktu penerapan maupun daftar model yang akan terdampak belum diketahui secara pasti.

Ryzen merupakan salah satu lini prosesor utama AMD untuk komputer desktop dan laptop, sedangkan EPYC ditujukan untuk server dan pusat data. 

Jika penyesuaian harga benar-benar diterapkan, dampaknya dapat menjangkau pasar PC konsumen hingga infrastruktur komputasi perusahaan.

Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih sebatas laporan dan belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi AMD. 

Informasi mengenai tanggal berlaku serta besaran kenaikan untuk setiap model masih perlu menunggu konfirmasi lebih lanjut.

TSMC Disebut Bakal Menaikkan Biaya Produksi Chip pada 2027

Salah satu faktor yang turut disorot dalam laporan ini adalah biaya manufaktur semikonduktor. 

TSMC, perusahaan asal Taiwan yang menjadi salah satu pemain utama dalam industri fabrikasi chip, dikabarkan berencana kembali menaikkan biaya produksi pada 2027.

Menurut laporan yang mengutip Central News Agency, analis industri memperkirakan kenaikan biaya untuk sejumlah kategori proses manufaktur TSMC.

Berikut perkiraan penyesuaian biaya yang disebut dalam laporan tersebut:

*Node canggih: naik sekitar 5–10 persen.

*Advanced packaging: meningkat sekitar 10–15 persen.

*Node matang: naik sekitar 3–5 persen.

Node canggih digunakan untuk memproduksi chip dengan teknologi manufaktur terbaru, sedangkan advanced packaging merupakan proses pengemasan dan integrasi komponen semikonduktor yang semakin penting untuk chip berperforma tinggi.

Kenaikan biaya pada kategori tersebut berpotensi menambah beban produsen chip yang mengandalkan teknologi manufaktur dan pengemasan tingkat lanjut. 

Namun, dampak akhirnya terhadap harga prosesor akan bergantung pada struktur biaya, kontrak produksi, serta strategi masing-masing perusahaan.

Selain biaya fabrikasi, meningkatnya harga memori dan penyimpanan berperforma tinggi juga disebut menjadi faktor yang memperbesar tekanan biaya di industri komputasi.

Lonjakan Permintaan AI Menambah Tekanan pada Industri Prosesor

Pertumbuhan industri kecerdasan buatan mendorong kebutuhan komputasi yang semakin besar, baik untuk pusat data maupun perangkat konsumen. 

Kondisi ini turut meningkatkan perhatian terhadap pasokan chip, kapasitas manufaktur, serta biaya komponen pendukung.

Dalam sistem AI, GPU memang memegang peranan penting untuk menjalankan pemrosesan paralel dalam skala besar. 

Namun, CPU tetap dibutuhkan untuk mengatur sistem, menangani berbagai tugas komputasi, dan mendukung operasional infrastruktur secara keseluruhan.

Kombinasi meningkatnya kebutuhan komputasi dan potensi kenaikan biaya produksi dapat membuat harga prosesor semakin sulit dipertahankan pada tingkat sebelumnya.

Bagi konsumen, dampaknya tidak selalu langsung terlihat pada harga CPU yang dijual di toko. 

Perubahan harga dapat terjadi secara bertahap, bergantung pada persediaan distributor, kontrak pembelian, nilai tukar, serta kebijakan harga produsen perangkat.

Jika laporan mengenai kenaikan harga Intel dan Qualcomm serta rencana AMD tersebut terbukti, pasar prosesor berpotensi menghadapi periode penyesuaian harga yang lebih luas. 

Meski begitu, konsumen masih perlu menunggu pengumuman resmi dan perkembangan harga ritel untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap biaya merakit PC maupun membeli laptop baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.