Jangan Tunggu Pingsan Baru Panik: Ini Cara Bertahan Hidup di Tengah Suhu Ekstrem

JATENG.AKURAT.CO, Suhu di sejumlah kota Indonesia tembus 37 derajat Celsius, bikin air kran jadi panas sendiri dan kasus heat stroke di Surabaya melonjak sepuluh kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Air Kran Panas Sendiri, Heat Stroke Meningkat: Selamat Datang di Oktober yang Bikin Otak Mendidih
Kalau kamu tinggal di Semarang, Surabaya, atau Bandung, mungkin beberapa minggu terakhir ini kamu merasa hidup di dalam oven.
Bukan oven kue, tapi oven yang khusus memanggang manusia. Suhu udara siang hari menembus angka yang bikin AC di rumah terasa seperti kipas angin sisa lebaran.
Di Semarang, suhu udara tercatat menyentuh 37,1 derajat Celsius pada akhir September lalu.
Warga sampai bercanda kalau mereka punya "pemanas air gratis" karena air kran di rumah mendadak panas secara alami saat siang hari.
Bayangkan, mau wudhu dzuhur saja airnya panas. Via, warga Jangli, Semarang, mengaku air di rumahnya masih panas saat dipakai wudhu ashar. "Nek maghrib ini mulai suhu normal," katanya.
Tapi ini bukan lelucon. Di Surabaya, kasus heat stroke benar-benar naik drastis.
Dinas Kesehatan Surabaya mencatat 10 kasus heat stroke sepanjang Januari-September 2026.
Bandingkan dengan 2024 yang cuma satu kasus, dan 2025 yang naik jadi tiga kasus. Belum lagi 141 kasus dehidrasi yang tercatat hingga September.
Baca Juga: Jangan Tunggu Haus! Ini Alasan Minum Air Putih Sebelum Kehausan Itu Wajib
Kenapa Oktober Jadi Bulan Paling Menyiksa?
BMKG sudah kasih penjelasan. Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Supari, bilang kalau Jawa memang mengalami suhu panas ekstrem di bulan Oktober.
Penyebabnya bukan cuma El Nino yang katanya berkategori "sangat kuat", tapi juga posisi gerak semu matahari yang sedang berada di sekitar selatan ekuator.
Artinya, radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi lagi optimal-optimalnya.
Tambah lagi tutupan awan yang minim, jadi nggak ada penghalang apa pun antara kulit kamu dan sengatan sinar UV.
Ini kombinasi yang bikin gerah, pusing, dan pengen mandi terus-terusan.
Di Bandung, suhu tertinggi Oktober tercatat 35 derajat Celsius. Di Jawa Timur, BMKG Juanda memprediksi suhu berkisar 11 sampai 36 derajat Celsius, dengan puncak kulminasi matahari jatuh pada 12 Oktober.
Sementara di Sulawesi Selatan, tiga wilayah masuk status siaga udara panas dengan ambang suhu 40 sampai 45 derajat Celsius.
Pokoknya, hampir seluruh Indonesia kena. Nggak ada yang bisa kabur.
Baca Juga: Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
Heat Stroke Itu Bukan Cuma "Kepanasan" Biasa
Banyak orang masih menganggap heat stroke sama seperti masuk angin atau kecapekan biasa. Padahal, ini kondisi yang bisa membunuh.
Dokter PPDS Ilmu Penyakit Dalam, dr. Putu Anisya Purnamasari, menjelaskan bahwa heat stroke adalah kondisi ketika tubuh mengalami gejala meriang tapi sebenarnya tidak demam, disertai lemas, letih, sulit berkonsentrasi, hingga dehidrasi.
Yang bikin bahaya, heat stroke bisa bikin tekanan darah turun dan aliran darah melambat.
Oksigen ke sel tubuh terganggu, dan kamu bisa pusing, sakit kepala, sampai nggak sadarkan diri.
Pada kasus berat, suhu tubuh bisa melampaui 40 derajat Celsius. Ini bisa merusak organ vital seperti otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan hati. Bahkan bisa menyebabkan koma hingga kematian.
Bulan lalu, seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif bernama Vanreko Varkas Bagaskara meninggal dunia setelah mengalami heat stroke saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan di Lanud Halim Perdanakusuma.
Peristiwa itu terjadi Jumat, 25 September 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Jadi, heat stroke ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Kemarau Tapi Ada Peringatan Hujan Lebat? BMKG: Ini 13 Provinsi yang Harus Waspada
Tanda-Tanda yang Sering Diabaikan
Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengingatkan bahwa dampak cuaca panas ekstrem bisa berupa dehidrasi, kelelahan, pusing, sakit kepala, lemas, kram otot, hingga heat exhaustion dan heat stroke.
Tanda-tanda dehidrasi yang gampang dikenali: rasa haus berlebihan, mulut dan bibir kering, tubuh lemas, pusing, sakit kepala, serta buang air kecil yang lebih sedikit dan berwarna lebih pekat.
Yang perlu diwaspadai, kalau sudah disertai kebingungan, penurunan kesadaran, atau tubuh terasa sangat panas, itu tanda kondisi serius yang butuh penanganan medis segera. Jangan tunggu sampai pingsan baru panik.
Siapa yang Paling Rentan?
Menurut dr. Billy, kelompok yang perlu perhatian lebih adalah bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit tertentu terutama jantung, paru, ginjal, dan penyakit kronis lainnya.
Pekerja atau siapa pun yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga punya risiko lebih tinggi karena terpapar panas langsung dalam waktu lama.
Cara Bertahan Hidup di Tengah Suhu yang Bikin Otak Meleleh
Ini bagian yang paling penting. Heat stroke itu sebenarnya bisa dicegah.
Minum air sebelum haus. Jangan tunggu tenggorokan kering baru minum. Dokter menyarankan 2 sampai 2,5 liter air putih per hari. Bawa tumbler ke mana-mana.
Hindari jam-jam berbahaya. Aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi antara jam 11.00 sampai 15.00, saat suhu sedang paling tinggi. Kalau harus keluar, pakai topi atau payung, dan manfaatkan tempat teduh untuk istirahat.
Kurangi kopi, teh pekat, dan minuman energi. Ini penting. Kafein bisa bikin kamu lebih cepat dehidrasi. Begitu juga alkohol dan minuman manis berlebihan.
Kenali tubuh sendiri. Kalau urine sudah berwarna gelap, kamu pusing, atau jantung berdebar kencang, itu tanda tubuh minta bantuan. Jangan dipaksakan.
Yang Sudah Terjadi, Jangan Sampai Terulang
Oktober 2026 ini memang luar biasa panas. BMKG bahkan mencatat 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 14 Oktober lalu.
El Nino yang masih sangat kuat ditambah posisi matahari yang tepat di atas Jawa bikin cuaca terasa seperti hidup di dalam pemanggang roti.
Suhu ekstrem ini bukan cuma soal nggak nyaman. Ini soal kesehatan dan keselamatan.
Kasus heat stroke yang meningkat drastis di Surabaya, kematian seorang ASN saat latihan militer, dan air kran yang panas sendiri di Semarang adalah alarm yang berbunyi cukup keras.
Jadi, kalau kamu masih berpikir "ah cuma panas biasa", coba bayangkan apa yang terjadi pada organ tubuhmu saat suhu inti melampaui 40 derajat. Bukan sesuatu yang bisa ditawar dengan segelas es teh.
Tetap di dalam ruangan kalau bisa. Minum air yang cukup. Dan kalau melihat tanda-tanda bahaya pada diri sendiri atau orang lain, jangan ragu cari pertolongan medis. Panas itu bisa membunuh. Serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?



