Jateng

MISTERI GIGI BIRU RAJA VIKING! Ternyata Ini Alasan Teknologi Bluetooth Pakai Nama Raja Abad ke-10, Logo Bikin Merinding!

Theo Adi Pratama | 6 November 2025, 07:54 WIB
MISTERI GIGI BIRU RAJA VIKING! Ternyata Ini Alasan Teknologi Bluetooth Pakai Nama Raja Abad ke-10, Logo Bikin Merinding!

JATENG.AKURAT.CO, Di era serba digital ini, teknologi tanpa kabel atau nirar kabel telah menjadi hal yang lumrah. Coba hitung, berapa banyak kabel yang Anda butuhkan untuk menghubungkan mouse, keyboard, headset, dan printer ke laptop Anda? Mungkin nol. Semua berkat teknologi kecil bernama Bluetooth.

Ironisnya, teknologi canggih abad ke-21 ini justru mengambil namanya dari sosok legendaris yang hidup ribuan tahun lalu: Raja Harold Bluetooth Gormsson. Mengapa bukan nama ilmiah, atau istilah teknis yang keren seperti Wireless Connector? Untuk mengurai misteri ini, kita harus mundur ke masa ketika dunia digital masih dalam kekacauan dan lebih jauh lagi, ke masa kekuasaan Viking di Skandinavia.

I. Era Pra-Bluetooth: Kekacauan Kabel dan Standar yang Terpisah

Bayangkan kembali akhir tahun 1990-an. Dunia digital saat itu sangat terpisah.

Setiap perangkat—laptop, kamera, printer—membutuhkan kabel tersendiri.

Port dan standar komunikasi yang digunakan oleh satu produsen seringkali tidak kompatibel dengan yang lain.

Ada teknologi seperti Infrared yang hanya bisa bekerja jika dua perangkat saling berhadapan dalam jarak beberapa sentimeter.

Perusahaan-perusahaan besar seperti Ericsson (Swedia), Intel (AS), IBM (AS), Nokia (Finlandia), dan Toshiba (Jepang) menyadari masalah ini. Masing-masing mulai mengembangkan teknologi nirar kabel jarak pendek secara independen.

"Masalahnya jika masing-masing perusahaan menciptakan teknologi sendiri, maka perangkat dari merek yang berbeda tidak akan bisa saling terhubung. Hal itu seperti memiliki banyak bahasa yang tidak saling dimengerti," — Penjelasan Bicara Sejarah.

II. Kelahiran Proyek Persatuan (MC Link dan SIG)

Kisah Bluetooth dimulai secara resmi di Lund, Swedia, pada tahun 1989.

Proyek Awal: Di laboratorium Ericsson Mobile Communications, insinyur Dr. Jaap Haartsen dan Sven Mattisson ditugaskan mencari cara agar perangkat elektronik bisa berkomunikasi tanpa kabel, dengan kriteria: murah, hemat energi, dan cukup kuat untuk jarak pendek.

Nama Kode: Proyek awal mereka dinamakan MC Link (Multi-Communicator Link). Teknologi ini menggunakan pita frekuensi radio 2,4 GHz, yang bebas digunakan di seluruh dunia tanpa lisensi—inilah fondasi Bluetooth modern.

Standar Universal: Pada tahun 1997, perusahaan-perusahaan menyadari bahwa mereka harus bersatu. Jim Kardach dari Intel mengusulkan pembentukan kelompok kerja lintas perusahaan untuk menciptakan standar universal. Inilah yang melahirkan Bluetooth Special Interest Group (SIG) pada tahun 1998, beranggotakan lima raksasa teknologi (Ericsson, Intel, Nokia, IBM, Toshiba).

Mereka punya teknologi, punya konsorsium, tapi satu masalah kecil: belum ada nama resmi yang menarik.

III. Rahasia Nama "Bluetooth" yang Gila

Nama Bluetooth lahir dari sebuah momen inspiratif yang tak terduga.

Pada suatu malam, Jim Kardach (Intel) pergi makan malam dengan Sven Mattisson (Ericsson) di Toronto, Kanada. Sven bercerita bahwa ia sedang membaca buku sejarah epik tentang seorang Raja Viking legendaris bernama Harold Bluetooth Gormsson.

Kardach penasaran. Sven menjelaskan bahwa Raja Harold Bluetooth adalah Raja Denmark abad ke-10 yang terkenal karena keberhasilannya:

  • Menyatukan wilayah Denmark dan Norwegia.
  • Menghubungkan berbagai suku yang sebelumnya bermusuhan menjadi satu kerajaan yang stabil.
  • Menjembatani dua budaya dengan memperkenalkan agama Kristen ke Denmark.

Kardah pun tiba-tiba mendapat pencerahan: Inilah dia!.

"Teknologi ini juga menyatukan berbagai perangkat dan protokol komunikasi, sama seperti Raja Harald menyatukan suku-suku Skandinavia," — Jim Kardach.

Nama Bluetooth pun ditulis Kardach sebagai nama sementara dalam dokumen proyek. Nama sementaranya itu, yang terdengar unik dan penuh kisah, justru melekat selamanya.

IV. Siapa Raja Harold Bluetooth? Sosok di Balik Simbol Persatuan

Raja Harold I dari Denmark memerintah sekitar tahun 958 hingga 987 Masehi. Gelarnya, Bluetooth (dalam bahasa Nordik Kuno: Blátǫnn), hingga kini masih menjadi misteri yang diperdebatkan:

  • Teori Gigi Biru: Yang paling populer, julukan itu muncul karena salah satu giginya berwarna biru keabu-abuan akibat penyakit atau kecelakaan.
  • Teori Lisan: Ada juga yang menafsirkan blue dan tooth berasal dari kata-kata Nordik lama yang berarti orang yang berani berbicara atau menyatukan melalui ucapan.

Raja Harold adalah raja yang luar biasa strategis. Ia menyatukan Denmark yang terpecah dan memperluas pengaruhnya ke Norwegia. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Batu Jelling (Jellingstone), prasasti batu besar yang menyebut dirinya sebagai "Raja yang memenangkan seluruh Denmark dan Norwegia dan menjadikan orang Denmark sebagai Kristen". Batu Jelling bahkan sering disebut akta kelahiran Denmark karena menandai momen persatuan bangsa.

V. Logo Bukan Desain Biasa: Kode Rune Viking

Jika nama Bluetooth terinspirasi dari Raja Viking, maka logonya pun demikian. Logo Bluetooth yang kita kenal—huruf miring biru dengan dua simbol tajam menyerupai huruf B yang menyatu—bukanlah desain modern biasa.

Logo itu adalah gabungan dua huruf rune Nordik kuno:

  • Hagal (ᚼ): Mewakili huruf H (dari Harold)
  • Berkana (ᛒ): Mewakili huruf B (dari Bluetooth) Logo ini adalah inisial H.B yang secara visual melambangkan persatuan, sama seperti semangat sang Raja. Jadi, setiap kali Anda menyalakan Bluetooth, Anda sebenarnya sedang mengaktifkan simbol sejarah dari seorang Raja Viking abad ke-10!

VI. Evolusi Global: Dari Send via Bluetooth ke IoT

Setelah nama dan ide besar ditetapkan, standar teknis Bluetooth 1.0 dirilis pada tahun 1999. Teknologi ini memungkinkan transfer data hingga 721 kilobits per second (kbps) dengan jarak efektif 10 meter.

  • Awal yang Lambat: Awalnya, Bluetooth kurang populer karena perangkat yang menggunakannya (seperti headset dan laptop IBM) masih mahal.
  • Masa Emas: Bluetooth meledak di pasaran setelah ponsel-ponsel Nokia dan Sony Ericsson mengadopsinya pada awal tahun 2000-an. Siapa pun yang remaja pada masa itu pasti ingat ritual "Sen via Bluetooth" untuk bertukar lagu, ringtone, atau foto tanpa internet.

Hari ini, jutaan perangkat dari smartwatch, TV pintar, speaker portabel, hingga alat medis menggunakan Bluetooth. Teknologi ini telah menjadi tulang punggung ekosistem Internet of Things (IoT).

Penutup: Jembatan Antar Zaman dan Teknologi

Kisah Bluetooth adalah ironi manis dalam sejarah teknologi. Nama yang berasal dari dunia kuno (Raja Viking, Runestone, Gigi Biru) kini justru menjadi ikon masa depan.

Raja Harold Bluetooth menyatukan suku-suku Nordik melalui diplomasi dan simbol keagamaan, sementara teknologi Bluetooth menyatukan miliaran perangkat dari merek dan sistem yang berbeda melalui gelombang radio dan protokol digital.

Ketika Anda menekan ikon biru kecil di layar ponsel Anda hari ini, ingatlah: di balik setiap koneksi nirkabel, tersimpan semangat persatuan yang pernah menggerakkan seorang Raja Viking 1000 tahun lalu—sebuah jembatan antar zaman yang diciptakan melalui sebuah sentuhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.