Jateng

Kronologi Petugas Damkar Depok Diteror Usai Unggah Konten Edukasi ‘Fungsi Helm’

Arixc Ardana | 25 Februari 2026, 21:57 WIB
Kronologi Petugas Damkar Depok Diteror Usai Unggah Konten Edukasi ‘Fungsi Helm’

JATENG.AKURAT.CO, Kasus teror terhadap petugas pemadam kebakaran (Damkar) asal Depok, Jawa Barat, Khairul Umam, menjadi sorotan publik di media sosial.

Teror tersebut diduga bermula dari konten video edukasi yang ia unggah terkait fungsi helm sebagai Alat Pelindung Diri (APD).

Berikut kronologi lengkapnya. Peristiwa ini bermula saat Khairul Umam mengunggah video edukasi melalui akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam, pada Minggu, 22 Februari 2026.

Dalam video tersebut, Umam menyampaikan pesan tentang pentingnya penggunaan helm sesuai fungsi aslinya sebagai pelindung kepala.

“Saya mau kasih tahu, ini namanya helm, gunanya itu buat melindungi kepala, bukan buat menghancurkan kepala,” ujar Umam dalam video tersebut.

Ia juga menyinggung situasi yang tengah ramai diperbincangkan publik saat itu, terkait kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum aparat terhadap seorang siswa di Kota Tual, Maluku.

“Katanya bulan puasa setan pada dipenjara, kok masih ada?” tambahnya dalam video tersebut.

Konten itu disebut sebagai bagian dari edukasi penggunaan APD yang benar, namun kemudian memicu reaksi yang tak terduga.

Tiga Hari Berselang, Teror Berdatangan

Tiga hari setelah video tersebut diunggah, tepatnya pada Rabu, 25 Februari 2026, Umam mengaku mulai menerima teror dari pihak tak dikenal.

Melalui akun Instagramnya, ia menyampaikan bahwa ancaman tidak hanya muncul di kolom komentar, tetapi juga masuk ke pesan pribadi WhatsApp miliknya.

“Jadi setelah konten saya yang ‘Day 1 kenali fungsi APD’ itu banyak banget teror, bahkan sudah sampai WA,” ujar Umam.

Ia mengaku belum mengetahui siapa sosok di balik ancaman tersebut.

Dua Alamat Rumah Disebut dalam Pesan

Teror yang diterima Umam disebut semakin mengkhawatirkan karena pelaku mengirimkan dua alamat rumahnya melalui pesan ancaman.

“2 alamat ini ya bang, jangan lupa pake helm nya biar tetap selalu melindungi kepala lu,” demikian isi salah satu pesan yang diterimanya.

Tak hanya itu, pelaku juga menyebut nama kedua orang tua Umam dalam pesan tersebut.

“Yang jelas ada yang sampai mengirim 2 alamat rumah saya dan nyebut nama umi dan bapak saya. Canggih,” ungkapnya.

Fakta bahwa data pribadi dan alamat rumah diketahui orang asing membuat situasi kian serius.

Unggahan sebagai Bentuk Antisipasi

Umam menyatakan sengaja mempublikasikan kejadian tersebut sebagai langkah antisipasi jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

“Sengaja saya post begini. Setidaknya, kalau nanti saya kenapa-napa, kalian sudah tahu,” tandasnya.

Kasus ini pun menuai simpati luas dari warganet yang menilai konten tersebut bersifat edukatif dan tidak seharusnya berujung pada ancaman pribadi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi terkait laporan kepolisian atau tindak lanjut hukum atas dugaan teror tersebut.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.