Jateng

El Mencho Tewas, Meksiko Membara: Gelombang Kekerasan Pecah dan Ancaman Perang Saudara Kartel CJNG

Theo Adi Pratama | 24 Februari 2026, 11:25 WIB
El Mencho Tewas, Meksiko Membara: Gelombang Kekerasan Pecah dan Ancaman Perang Saudara Kartel CJNG
Kartel CJNG

JATENG.AKURAT.CO, Selama lebih dari satu dekade, nama El Mencho terpatri sebagai salah satu figur paling berbahaya dalam lanskap kejahatan terorganisir global.

Pria bernama asli Nemesio Ruben Oseguera Cervantes ini adalah pemimpin tertinggi Jalisco New Generation Cartel (CJNG)—salah satu jaringan perdagangan narkotika paling ekspansif dan paling brutal yang pernah ada di Meksiko.

Pemerintah Amerika Serikat menetapkan imbalan senilai 15 juta dolar bagi siapa pun yang bisa mengarahkan aparat ke lokasinya.

Meksiko pun menjadikannya buronan nomor satu selama bertahun-tahun.

Namun pada 22 Februari 2026, persembunyian panjang itu berakhir. Sebuah operasi militer presisi di pegunungan Tapalpa, Jalisco, mengakhiri era kekuasaan El Mencho secara permanen.

Artikel ini mengulas secara mendalam siapa El Mencho, bagaimana operasi penangkapannya berlangsung, dan apa artinya kematian sang gembong bagi masa depan CJNG dan keamanan Meksiko.

Siapa El Mencho? Profil Singkat Pemimpin CJNG

  1. Dari Penegak Hukum Menjadi Musuh Negara

Sebelum menjadi wajah kartel paling ditakuti di Amerika Latin, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes memiliki latar belakang yang mengejutkan: ia pernah bekerja sebagai petugas kepolisian di negara bagian Jalisco. Pengetahuannya tentang cara kerja aparat penegak hukum inilah yang kelak menjadi salah satu keunggulan taktisnya dalam menghindar dari kejaran selama bertahun-tahun.

Ia kemudian beralih ke dunia kriminal, sempat terlibat dengan kartel Sinaloa dan Los Cuinis, sebelum akhirnya mendirikan CJNG pada awal 2010-an bersama beberapa rekanannya. CJNG tumbuh dengan kecepatan yang mengkhawatirkan—dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, jaringan ini telah beroperasi di lebih dari 28 negara bagian Meksiko dan memiliki jaringan distribusi di puluhan negara, termasuk beberapa wilayah di Asia Tenggara.

  1. CJNG: Kartel yang Membangun Citra Paramiliter

Yang membedakan CJNG dari kartel-kartel generasi sebelumnya adalah pendekatan militeristiknya yang sangat sistematis.

Di bawah kepemimpinan El Mencho, CJNG tidak hanya menjual narkotika—mereka membangun armada persenjataan berat, merekrut mantan tentara dan polisi, serta menggunakan drone untuk operasi pengintaian dan bahkan serangan.

Video-video propaganda CJNG yang mempertontonkan konvoi kendaraan lapis baja dan prajurit berseragam lengkap sempat viral dan memperlihatkan skala ambisi organisasi ini.

El Mencho dikenal sebagai sosok yang paranoid namun sangat disiplin dalam operasional keamanan pribadinya.

Ia jarang menggunakan ponsel, sering berpindah lokasi, dan mengandalkan jaringan kurir manusia untuk komunikasi internal.

Itulah yang membuat pelacakannya menjadi pekerjaan intelijen bertahun-tahun yang sangat intensif.

Operasi Tapalpa: Kronologi Akhir dari Sebuah Perburuan Panjang

  1. Mengapa Tapalpa? Memahami Logika Persembunyian El Mencho

Tapalpa bukan nama yang familiar bagi kebanyakan orang—ini adalah kota kecil di dataran tinggi Jalisco, sekitar 90 kilometer dari Guadalajara. Letaknya di tengah pegunungan dengan medan yang terdiri dari tebing-tebing curam, jurang, dan hutan pinus yang lebat menjadikannya benteng alam yang ideal untuk bersembunyi.

Akses jalan yang terbatas berarti setiap kendaraan asing akan mudah dikenali oleh jaringan pengintai lokal CJNG. Helikopter yang terbang rendah pun akan terdengar dari jauh di kondisi pegunungan yang hening. Selama bertahun-tahun, kombinasi topografi dan jaringan intelijen lokal itulah yang menjadi tameng paling efektif bagi El Mencho.

  1. Teknologi yang Akhirnya Mengakhiri Persembunyian

Apa yang berubah pada Februari 2026 adalah kualitas intelijen yang tersedia.

Koordinasi antara badan intelijen Meksiko dengan mitra Amerika Serikat—kemungkinan besar melibatkan DEA dan NSA—menghasilkan kemampuan pelacakan yang berbeda secara fundamental.

Sinyal satelit, pemantauan udara oleh drone ketinggian tinggi yang hampir tidak terdeteksi, dan analisis pola pergerakan logistik CJNG akhirnya mempersempit lokasi persembunyian El Mencho ke satu titik spesifik di Tapalpa.

Perlu digarisbawahi bahwa operasi intelijen semacam ini bukan pekerjaan satu malam.

Para analis kemungkinan telah membangun gambaran dari ribuan kepingan data selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sebelum keyakinan yang cukup diperoleh untuk membenarkan sebuah operasi militer berskala penuh.

  1. Serangan Fajar: Detail Operasi yang Mengakhiri Semuanya

Pada 22 Februari 2026, sebelum fajar, operasi gabungan yang melibatkan pasukan elit militer Meksiko—kemungkinan dari Grupo Aeromóvil de Fuerzas Especiales (GAFE)—dilaksanakan.

Infiltrasi dilakukan secara simultan dari udara dan darat untuk menutup semua jalur pelarian.

Pengawal pribadi El Mencho—yang terlatih dengan standar paramiliter penuh—memberikan perlawanan yang jauh melampaui kapasitas pertahanan kriminal biasa.

Mereka menggunakan senapan mesin kaliber besar dan peluncur roket untuk menghalau helikopter militer.

Pertempuran berlangsung sengit sebelum empat pengawal tewas dan posisi El Mencho berhasil dikepung.

  1. Dari Lapangan ke Helikopter: Momen Terakhir El Mencho

El Mencho ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka tembak serius.

Tim medis militer memberikan pertolongan pertama di lapangan, namun risiko serangan balasan dari unit CJNG di sekitar wilayah tersebut membuat evakuasi darat terlalu berbahaya.

Keputusan dibuat untuk mengevakuasi target melalui udara menggunakan helikopter Medevac yang langsung diterbangkan menuju Mexico City.

Keputusan itulah yang menjadi titik akhir. Di dalam kabin helikopter, jauh sebelum mencapai fasilitas medis, El Mencho mengalami syok hipovolemik—kondisi kritis yang terjadi ketika tubuh kehilangan volume darah yang terlalu besar dalam waktu singkat sehingga organ-organ vital tidak lagi mendapat suplai oksigen yang memadai. Ia dinyatakan meninggal secara klinis di dalam kabin helikopter tersebut.

Identifikasi Jenazah: Proses yang Tidak Boleh Gegabah

Dalam kasus penangkapan atau kematian figur kriminal kelas dunia, proses identifikasi bukan formalitas—ini adalah tahap yang sangat krusial untuk mencegah kesalahan yang bisa merusak kredibilitas seluruh operasi.

Otoritas federal Meksiko menerima jenazah dan segera memulai proses verifikasi multi-lapis.

Identifikasi dilakukan melalui tiga jalur sejajar: pencocokan sidik jari dengan basis data yang dimiliki otoritas karena El Mencho pernah punya rekam jejak dengan sistem penegakan hukum, analisis struktur gigi dan rekam medis gigi, serta tes DNA primer yang dicocokkan dengan sampel dari anggota keluarga biologisnya.

Proses ini memang memakan waktu, tapi tidak ada jalan pintas yang bisa diambil jika hasilnya harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan ilmiah.

Ini bukan kali pertama dunia menyaksikan betapa pentingnya verifikasi yang ketat dalam kasus serupa.

Sejarah mencatat beberapa kasus di mana kematian pemimpin kelompok kriminal atau teroris sempat diragukan karena proses identifikasi yang tidak transparan atau tidak komprehensif.

Meksiko tampaknya mengambil pelajaran dari preseden tersebut.

Dampak Langsung: Narco Blockades dan Gelombang Kekerasan

Seperti yang bisa diprediksi oleh siapa pun yang memahami dinamika kartel, kematian El Mencho tidak serta-merta membuat keadaan menjadi lebih aman.

Justru sebaliknya—dalam jam-jam pertama setelah kabar kematiannya tersebar, gelombang kekerasan meledak di berbagai wilayah kekuasaan CJNG.

Narco Blockades—pemblokiran jalan oleh anggota kartel menggunakan kendaraan yang dibakar atau ditempatkan secara strategis untuk menghambat pergerakan pasukan keamanan—dilaporkan terjadi di Jalisco, Michoacan, dan beberapa negara bagian lain.

Ini adalah respons klasik kartel ketika merasakan ancaman eksistensial: menciptakan kekacauan sebesar mungkin untuk menunjukkan bahwa mereka masih punya kendali.

Namun para analis keamanan menilai bahwa respons ini justru mengindikasikan kelemahan, bukan kekuatan. Tindakan-tindakan tersebut adalah reaksi emosional dan tidak terkoordinasi—cerminan dari organisasi yang sedang berjuang mempertahankan koherensi di tengah kehilangan pemimpin pusatnya secara mendadak.

Masa Depan CJNG: Skenario yang Mungkin Terjadi

  1. Struktur Sentralistik sebagai Kekuatan Sekaligus Kelemahan

Salah satu ciri khas CJNG di bawah El Mencho adalah struktur kepemimpinan yang sangat vertikal. Berbeda dari Kartel Sinaloa yang sudah membangun mekanisme transisi dan pembagian kekuasaan yang lebih terdistribusi, CJNG beroperasi dengan model di mana hampir semua keputusan strategis bermuara pada satu figur sentral.

Model ini efisien dalam keadaan normal—keputusan cepat, loyalitas terpusat, tidak ada faksionalisme yang memboroskan sumber daya.

Tapi ia sangat rapuh ketika figur sentralnya tiba-tiba hilang. Tanpa El Mencho, tidak ada mekanisme suksesi yang jelas, tidak ada figur yang memiliki otoritas yang diakui oleh semua komandan regional.

  1. Para Kandidat Penerus dan Tantangan Mereka

Nama-nama yang kini disebut sebagai kandidat penerus mencakup Hugo Gonzalo Mendoza Gaitan dan Julio Alberto Castillo Rodriguez—dua komandan regional yang dikenal memiliki pengaruh signifikan di dalam struktur CJNG. Namun keduanya menghadapi tantangan yang sama: legitimasi.

Dalam dunia kartel, otoritas tidak diberikan—ia harus direbut dan dipertahankan. Setiap kandidat yang muncul ke permukaan akan menghadapi ujian loyalitas dari semua Jefes de Plaza yang lain.

Ada yang akan bergabung karena kalkulasi pragmatis, ada yang akan menolak karena ambisi pribadi, dan ada yang akan mencoba memanfaatkan kekosongan ini untuk memisahkan diri dan membangun kerajaan kriminal sendiri.

  1. Skenario Pecahnya CJNG dan Implikasinya

Bagi warga Meksiko dan negara-negara yang berbatasan langsung dengan jaringan CJNG, skenario yang paling mengkhawatirkan bukan CJNG yang kuat di bawah pemimpin baru—melainkan CJNG yang pecah menjadi beberapa faksi yang saling berperang.

Sejarah menunjukkan bahwa ketika kartel besar pecah, tingkat kekerasan justru meningkat secara dramatis karena setiap faksi berusaha merebut wilayah dan jalur distribusi dari faksi lain.

Masyarakat sipil yang tinggal di wilayah transisi inilah yang paling rentan menjadi korban dari konflik antar-faksi yang tidak mengenal batas.

Perspektif Global: Apa Artinya bagi Perdagangan Narkotika Internasional?

CJNG bukan hanya pemain lokal di Meksiko—mereka adalah salah satu pemasok utama fentanil dan metamfetamin ke pasar Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah wilayah Asia Pasifik.

Hilangnya kepemimpinan pusat tidak akan langsung memutus jaringan distribusi internasional yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.

Yang mungkin terjadi dalam jangka pendek adalah disrupsi operasional—pengiriman yang tertunda, jaringan yang sementara terputus, mitra bisnis yang perlu menegoisasi ulang hubungan mereka dengan siapa pun yang akhirnya memegang kendali.

Tapi dalam jangka menengah, pasar narkotika internasional akan beradaptasi. Selalu begitu.

Bagi pemerintah AS dan Meksiko, kematian El Mencho adalah kemenangan simbolis yang signifikan—tapi keduanya cukup berpengalaman untuk tahu bahwa kemenangan simbolis tidak serta-merta mengubah realitas struktural yang memungkinkan kartel seperti CJNG tumbuh sejak awal.

Kesalahan Umum dalam Memahami Dampak Kematian Pemimpin Kartel

Setiap kali seorang pemimpin kartel tewas atau ditangkap, ada tendensi—baik di kalangan media maupun publik umum—untuk menganggap bahwa ini merupakan titik balik yang fundamental dalam perang melawan narkotika.

Kematian Pablo Escobar pada 1993 diprediksi akan mengakhiri krisis kokain Kolombia.

Penangkapan Joaquin 'El Chapo' Guzman diprediksi akan melemahkan Kartel Sinaloa secara permanen. Kedua prediksi itu terbukti salah.

Kartel adalah organisasi yang—meski brutal dan tidak formal—memiliki resiliensi institusional yang nyata. Selama ada permintaan, ada pasar.

Selama ada pasar, akan selalu ada pelaku yang bersedia mengisi kekosongan. Menghilangkan pemimpinnya adalah langkah yang perlu, tapi tidak pernah cukup sendirian.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengabaikan dimensi sosio-ekonomi dari fenomena kartel.

Di banyak komunitas miskin di Meksiko, kartel bukan hanya ancaman—mereka juga menjadi penyedia lapangan kerja, pelindung komunitas, dan bahkan pengganti negara dalam menyediakan layanan dasar.

Memahami realitas ini bukan berarti membenarkannya, tapi mengabaikannya akan membuat setiap kebijakan anti-kartel menjadi tidak efektif.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang El Mencho dan CJNG

  1. Siapa El Mencho dan mengapa ia begitu berbahaya?

El Mencho adalah nama alias dari Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Ia dianggap sangat berbahaya karena kemampuannya membangun kartel dengan struktur paramiliter yang sesungguhnya—lengkap dengan senjata berat, drone, dan jaringan intelijen internal yang canggih. Pemerintah AS menawarkan imbalan 15 juta dolar atas informasi yang mengarah ke penangkapannya.

  1. Apa itu CJNG dan seberapa besar pengaruhnya?

Jalisco New Generation Cartel (CJNG) adalah salah satu jaringan kejahatan terorganisir paling ekspansif di dunia. Di bawah El Mencho, mereka beroperasi di lebih dari 28 negara bagian Meksiko dan memiliki jaringan distribusi narkotika—terutama fentanil dan metamfetamin—yang menjangkau Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa wilayah Asia Pasifik.

  1. Apakah kematian El Mencho akan mengakhiri CJNG?

Hampir pasti tidak. Meskipun kematian El Mencho merupakan pukulan signifikan bagi organisasi yang sangat bergantung pada kepemimpinan sentralnya, CJNG memiliki jaringan yang terlalu luas dan sumber daya yang terlalu besar untuk langsung runtuh. Yang lebih mungkin terjadi adalah periode ketidakstabilan internal yang bisa memicu kekerasan lebih lanjut sebelum kepemimpinan baru terbentuk—atau perpecahan menjadi beberapa faksi yang lebih kecil namun tetap berbahaya.

  1. Apa itu syok hipovolemik yang menjadi penyebab kematian El Mencho?

Syok hipovolemik adalah kondisi medis darurat yang terjadi ketika tubuh kehilangan lebih dari 20 persen volume darahnya dalam waktu singkat. Akibatnya, jantung tidak mampu memompa darah yang cukup untuk menjaga tekanan dan suplai oksigen ke organ-organ vital. Tanpa penanganan transfusi darah dan intervensi bedah segera di fasilitas medis yang memadai, kondisi ini hampir selalu fatal.

Satu Babak Berakhir, Babak Berikutnya Belum Jelas

Mexico City, 22 Februari 2026. Di suatu tempat di atas pegunungan Jalisco, sebuah helikopter militer terbang menembus kegelapan menuju ibu kota.

Di dalamnya, seorang pria yang selama bertahun-tahun menjadi mimpi buruk dua pemerintah dan teror bagi jutaan warga mengembuskan napas terakhirnya.

El Mencho—figur yang begitu lama terasa seperti legenda urban yang kebal terhadap hukum—akhirnya tunduk pada satu-satunya kekuatan yang tidak bisa disuap atau dihindari: kematian.

Tapi di luar ironi itu, realitas yang harus dihadapi tetap sama kerasnya.

Kartel bukan sekadar satu orang—ia adalah sistem, ekosistem, bahkan dalam beberapa hal sebuah pemerintahan bayangan yang sudah berakar dalam jauh lebih dalam dari yang tampak di permukaan.

Kematian El Mencho adalah kemenangan nyata dalam sebuah perang yang jauh dari usai.

Yang paling penting untuk diingat: bagi masyarakat sipil yang hidup di wilayah-wilayah yang berada dalam cengkeraman CJNG dan kartel-kartel lainnya, hari esok tidak serta-merta menjadi lebih aman hanya karena satu nama telah dicoret dari daftar buronan.

Perjalanan menuju Meksiko yang lebih aman masih sangat panjang, dan jalan ke sana penuh dengan ketidakpastian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.