Mengagumkan! SMA 3 Teladan Jogja Ternyata Punya Arsitektur Keren yang Nyimpan Banyak Sejarah!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau kamu lagi lewat kawasan Kota Baru di Jogja, pasti matamu bakal langsung tertuju sama satu bangunan megah yang menghadap langsung ke Lapangan/Stadion Kridosono.
Yup, itu adalah SMA Negeri 3 Yogyakarta atau yang sering dikenal dengan nama SMA 3 Teladan.
Bangunan sekolah ini bukan cuma sekadar tempat belajar, tapi juga punya arsitektur unik yang penuh cerita.
Desain Megah Penuh Makna
SMA 3 Teladan punya ciri arsitektural yang gampang banget dikenali. Bangunannya tinggi, besar, dengan langit-langit menjulang, dan punya halaman yang super luas.
Jendela dan pintunya pun dibuat besar-besar, seolah mengundang sinar matahari dan udara segar masuk ke dalam. Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga soal fungsionalitas di masa lalu.
Coba perhatikan bagian depan bangunan utamanya. Di sana ada sepasang pilaster ganda (pilar tempel) yang dihiasi ornamen lampu di atasnya.
Elemen-elemen ini bukan cuma hiasan, tapi memberikan kesan klasik dan kokoh.
Tatanan Ruang yang Bikin Betah Belajar
Tata letak bangunan utama di SMA 3 Teladan juga dirancang dengan cermat. Denahnya memanjang, berjajar dua di sisi utara dan selatan.
Sebagian besar area ini dipakai sebagai ruang kelas. Di antara dua jajaran bangunan tersebut, ada halaman terbuka yang luas banget.
Ruang terbuka ini jadi 'paru-paru' sekolah, tempat para siswa bisa berinteraksi, beristirahat, atau mengadakan berbagai kegiatan.
Seiring berjalannya waktu, di sisi timur dan barat halaman tengah, dibangunlah bangunan-bangunan baru untuk melengkapi sarana pendidikan, seperti laboratorium, ruang olahraga, dan area parkir.
Ini menunjukkan kalau bangunan bersejarah ini terus beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan modern tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Jadi, SMA 3 Teladan bukan hanya sekadar sekolah biasa. Ia adalah perpaduan harmonis antara arsitektur klasik yang megah dan fungsi pendidikan modern.
Bangunan ini seolah menjadi saksi bisu ribuan cerita, impian, dan masa depan yang lahir di dalamnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










