Bangunan Tua Saksi Sejarah! Ternyata Gedung SMP 8 Jogja Pernah Jadi Markas Jenderal Soedirman dan Sekolah Guru!

JATENG.AKURAT.CO, Jika kamu melintasi Jalan Prof. Dr. Kahar Muzakir, perhatianmu mungkin akan tertuju pada sebuah bangunan megah bergaya kolonial.
Itulah SMP Negeri 8 Yogyakarta, sebuah sekolah yang bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Dari Sekolah Belanda Hingga Markas Pejuang
Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Belanda dengan nama Neutral Mulo School. Namun, fungsinya berubah drastis saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Gedung ini pernah menjadi tempat penting bagi Jenderal Soedirman untuk mengadakan pertemuan-pertemuan strategis.
Bahkan, konon, ruang aula di sekolah ini menjadi lokasi pelantikan Jenderal Soedirman sebagai Panglima Besar.
Setelah itu, gedung ini sempat beralih fungsi menjadi Sekolah Guru Putra lengkap dengan asramanya.
Barulah kemudian, bangunan ini digunakan sebagai SMP Negeri 7 Yogyakarta sebelum akhirnya menjadi SMP Negeri 8 Yogyakarta seperti yang kita kenal sekarang.
Arsitektur Klasik yang Tetap Kokoh
Dari segi arsitektur, gedung SMP Negeri 8 Yogyakarta memiliki ciri khas gaya kolonial yang sangat kental.
Jendela-jendela berukuran besar, tiang-tiang kayu sederhana yang menyangga serambi ruang kelas, serta atap limasan memanjang.
Ada satu fitur menarik yang terlihat di salah satu bangunan ruang kelas, yaitu menara untuk sirkulasi udara.
Desain menara seperti ini hampir selalu ada di bangunan-bangunan kolonial, menunjukkan kecerdasan arsitek zaman dulu dalam merancang bangunan yang sejuk.
Meskipun sudah berumur, secara keseluruhan, bangunan ini masih dalam kondisi yang sangat baik.
Ada beberapa penambahan dan perubahan, seperti pelebaran ruang tata usaha di tahun 1994, serta penambahan lapisan kayu di dinding aula dan ruang pertemuan.
Perubahan-perubahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan modern, namun tanpa menghilangkan esensi arsitektur aslinya.
Jadi, SMP Negeri 8 Yogyakarta bukan sekadar sekolah biasa.
Ia adalah museum hidup yang menceritakan kisah-kisah heroik, perjuangan, dan pendidikan yang terus berkembang.
Setiap sudutnya seolah berbisik, menceritakan kembali sejarah yang pernah terjadi di sana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










