FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional

JATENG.AKURAT.CO, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI) atas keberhasilan mengungkap kasus penipuan siber lintas negara dengan modus pig butchering scam. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya kepolisian dalam menangani kejahatan digital yang melibatkan jaringan pelaku dan korban dari berbagai negara.
Apresiasi itu disampaikan dalam pertemuan delegasi FBI dan Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Markas Polda Jateng, Rabu (14/10/2026).
Dalam audiensi tersebut, Acting FBI Legat Attaché for Indonesia and Timor-Leste, Son Nguyen, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kapolda Jateng dan Ditressiber Polda Jateng. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas penanganan perkara penipuan daring yang menyasar korban lintas negara.
Kapolda Jateng menyambut positif apresiasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan dengan lembaga penegak hukum internasional. Menurutnya, kejahatan siber memiliki karakteristik yang semakin kompleks, terorganisasi, dan dapat melintasi batas yurisdiksi negara.
Kolaborasi antarnegara dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mengungkap jaringan kejahatan digital, menelusuri aktivitas pelaku, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap perkara yang melibatkan berbagai wilayah.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, apresiasi FBI menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kemampuan penyidikan dan profesionalisme dalam menghadapi perkembangan kejahatan siber.
“Penghargaan dari FBI ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam pengungkapan perkara pig butchering scam. Kami memandang kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi yang baik serta pertukaran informasi melalui mekanisme resmi,” ujar Wahyu, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, penanganan kejahatan siber membutuhkan kemampuan khusus, mulai dari penelusuran jejak digital, pemeriksaan bukti elektronik, pemetaan jaringan pelaku, hingga analisis transaksi keuangan digital. Pengembangan kapasitas tersebut diperlukan agar penyidik mampu mengikuti perubahan modus operandi kejahatan yang terus berkembang.
Wahyu menegaskan, keberhasilan mengungkap suatu perkara bukan hanya menjadi capaian penyidik dalam menyelesaikan kasus. Lebih dari itu, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kemampuan institusi dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan di ruang digital.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, FBI juga mengundang empat personel Ditressiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan di Bali pada November 2026.
Kesempatan itu diharapkan dapat memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan personel dalam menangani perkara siber, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dengan mitra internasional.
“Kami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime Rob Nelson, Resident Legat Advisor OPDAT Tomika Patterson, staf lokal OPDAT Cut Yunita, serta staf lokal FBI Legat Office Ranita Agustina.
Sejumlah pejabat utama Polda Jateng turut hadir, di antaranya Irwasda, Kabid Humas, Dirreskrimum, Dirres PPA PPO, dan Dirreskrimsus.
Polda Jateng berharap kemitraan dengan FBI dan OPDAT dapat terus diperluas melalui koordinasi penegakan hukum, pertukaran informasi, peningkatan keterampilan penyidik, serta dukungan keahlian dalam mengungkap tindak pidana siber.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya membantu penanganan kasus tertentu, tetapi juga meningkatkan kesiapan aparat dalam menghadapi ancaman kejahatan digital yang semakin beragam dan lintas negara.
Wahyu menambahkan, pihaknya berkomitmen memperkuat kemampuan personel sekaligus meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak untuk melindungi masyarakat dari ancaman penipuan daring.
“Kejahatan siber dapat menyasar siapa saja dan menimbulkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan kemampuan penyidik, memperkuat kerja sama dengan mitra penegak hukum, serta mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan di ruang digital. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat upaya bersama dalam mengungkap kejahatan siber dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan daring,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Selasa Kliwon: Weton Neptu 11 yang Wataknya Bisa Jadi Pujangga atau Malah Menyebalkan
- 8Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 9Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




