Jateng

Jelang Pilkades Serentak Desember 2026, Polres Semarang Gelar Simulasi Antisipasi Kerusuhan

Muhammad Husni Mushonifi | 15 Oktober 2026, 18:46 WIB
Jelang Pilkades Serentak Desember 2026, Polres Semarang Gelar Simulasi Antisipasi Kerusuhan

JATENG.AKURAT.CO, Polres Semarang mematangkan kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar latihan dan simulasi penanganan situasi kontinjensi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Rabu, 14 Oktober 2026.

Latihan yang berlangsung di kawasan GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, tersebut melibatkan 487 peserta. Mereka terdiri atas 417 personel Polres Semarang dan 70 peserta dari unsur gabungan, meliputi TNI Kodim 0714/Salatiga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Linmas, serta relawan di Kabupaten Semarang.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menyaksikan kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, Dandim 0714/Salatiga Letkol Fajar Hapsari Nugroho, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang Dohar Nainggolan, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang Golom Silitonga, Ketua Hamong Projo, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Dalam skenario latihan, petugas dihadapkan pada situasi unjuk rasa yang dilakukan kelompok pendukung salah satu calon kepala desa. Aksi tersebut dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan KPPS setempat.

Pada tahap awal, massa digambarkan menyampaikan aspirasi. Namun, situasi kemudian berkembang dan mengalami peningkatan eskalasi hingga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Menghadapi kondisi tersebut, personel Polres Semarang mengerahkan pleton negosiator untuk meredam ketegangan melalui pendekatan persuasif dan humanis. Petugas berupaya membangun komunikasi dengan massa sekaligus mengimbau peserta aksi agar menjaga ketertiban serta menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila upaya negosiasi tidak mampu meredakan situasi, petugas melanjutkan penanganan berdasarkan tahapan dan tingkat eskalasi gangguan. Simulasi juga memperagakan langkah pengendalian ketika aksi berkembang menjadi kerusuhan, dengan tetap mengutamakan tindakan yang terukur, profesional, dan sesuai prosedur.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan gangguan selama tahapan Pilkades Serentak. Menurut dia, setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika situasi di lapangan mengalami perubahan.

“Latihan ini merupakan bagian dari kesiapan kami dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi yang mungkin terjadi menjelang maupun saat pelaksanaan Pilkades Serentak. Kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan perannya apabila terjadi peningkatan eskalasi di lapangan,” ujar Heru.

Ia menegaskan, kesiapan pengamanan tidak hanya bertumpu pada kemampuan personel dan kelengkapan sarana prasarana. Upaya pencegahan juga menjadi faktor penting untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali.

Polres Semarang, lanjutnya, terus melaksanakan kegiatan cipta kondisi melalui patroli rutin, termasuk hingga dini hari. Kepolisian juga meningkatkan upaya pencegahan terhadap peredaran minuman keras yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Selain itu, potensi tawuran di sejumlah wilayah turut menjadi perhatian aparat kepolisian. Heru mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi gangguan yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi tingkat desa.

“Kejadian tawuran juga menjadi perhatian kami. Jangan sampai persoalan-persoalan tersebut berkembang dan dimanfaatkan menjadi pemicu gangguan keamanan menjelang Pilkades. Karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini terus kami lakukan,” tegasnya.

Melalui latihan terpadu ini, Polres Semarang bersama TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait berupaya memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan. Kesiapan tersebut diharapkan dapat mendukung seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Semarang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Selain menguji kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat, simulasi ini juga menjadi sarana untuk memastikan setiap tindakan pengamanan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.