Antisipasi Bencana Musim Hujan, BAGANA Pemalang Susuri Sungai Lereng Gunung Slamet, Material Sisa Banjir Bandang Masih Menumpuk

JATENG.AKURAT.CO, Banser Siaga Bencana (BAGANA) Kabupaten Pemalang melakukan susur sungai di kawasan lereng Gunung Slamet untuk memetakan potensi kerawanan banjir bandang dan tanah longsor menjelang musim hujan 2026/2027.
Kegiatan yang dilakukan sahabat-sahabat Banser Pulosari tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi pascabanjir bandang yang melanda kawasan lereng Gunung Slamet pada awal 2026. Pemantauan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi sungai dan lingkungan sekitar sekaligus mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi basah.
Perwakilan BAGANA Kabupaten Pemalang, Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya material sisa banjir bandang yang menumpuk di bagian atas aliran sungai. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai ketika hujan deras kembali mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet.
Laporan hasil susur sungai yang disampaikan sahabat-sahabat BAGANA Kabupaten Pemalang turut dilengkapi dokumentasi visual kondisi sejumlah aliran sungai di wilayah Pulosari. Pengamatan dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan setelah banjir bandang sekaligus mengenali potensi kerawanan yang dapat berkembang saat intensitas hujan meningkat.
Pemantauan tersebut juga mencakup visual udara menggunakan drone. Rekaman dari udara diarahkan ke aliran Kali Comal yang berhulu dari kawasan lereng Gunung Slamet serta Sungai Gesing. Dokumentasi ini memberikan gambaran kondisi aliran sungai dari sudut pandang yang lebih luas sebagai bagian dari laporan pemantauan lapangan.
Selain pengambilan gambar udara, laporan BAGANA juga menyertakan pantauan di sejumlah titik sungai, termasuk kawasan pos 7 hingga pos 8. Dokumentasi berbagai lokasi tersebut menjadi bahan untuk mengamati kondisi sungai dan material yang masih tertinggal setelah kejadian banjir bandang awal tahun ini.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan seiring dengan hasil rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026/2027 yang berlangsung di Aula Tangguh BPBD Kabupaten Pemalang.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Januari 2027 diperkirakan menjadi puncak musim hujan. Periode musim hujan kali ini diproyeksikan berlangsung lebih pendek dibandingkan 2026, yakni sekitar lima hingga enam bulan.
Sementara itu, kawasan sekitar Gunung Slamet diperkirakan berpotensi mengalami curah hujan tinggi pada Januari hingga Maret 2027. Kondisi ini menjadi perhatian karena hujan berintensitas tinggi di kawasan lereng gunung dapat meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor, terutama di wilayah yang masih menyimpan material sisa bencana.
Bagi BAGANA Kabupaten Pemalang, pemantauan kondisi sungai menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman tersebut. Dokumentasi melalui pengamatan langsung dan drone diharapkan membantu memberikan gambaran mengenai kondisi sejumlah aliran sungai yang perlu mendapat perhatian.
Keberadaan material yang masih menumpuk di bagian atas aliran sungai juga menjadi alasan pentingnya kewaspadaan menjelang puncak musim hujan. Jika material tersebut terbawa arus deras, kondisi aliran sungai dapat berubah dan berpotensi meningkatkan ancaman bagi kawasan di bagian hilir.
Karena itu, hasil susur sungai dan dokumentasi lapangan menjadi bagian dari upaya BAGANA Kabupaten Pemalang untuk memperkuat mitigasi bencana sejak dini. Koordinasi dengan pihak terkait serta kewaspadaan masyarakat di kawasan rawan juga diperlukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Melalui kegiatan ini, BAGANA Kabupaten Pemalang berupaya memastikan kondisi lingkungan di lereng Gunung Slamet tetap menjadi perhatian menjelang musim penghujan. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras berlangsung lama, terutama apabila terjadi kenaikan debit air, aliran membawa material dalam jumlah besar, atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Kapan Balapan F1 Berikutnya? GP Amerika Serikat 2026 di Austin, Ini Jadwal Lengkapnya
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 8Selasa Kliwon: Weton Neptu 11 yang Wataknya Bisa Jadi Pujangga atau Malah Menyebalkan
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Cegah Pembayaran Upah Tak Sesuai Kinerja, Pemkot Semarang Perkuat Sistem Evaluasi PJLP




