Jateng

Tempat Sejarah di Yogyakarta: Gua Longop, Hunian Ideal Manusia Masa Prasejarah di Karangmojo

Theo Adi Pratama | 24 Januari 2024, 11:00 WIB
Tempat Sejarah di Yogyakarta: Gua Longop, Hunian Ideal Manusia Masa Prasejarah di Karangmojo

AKURAT.CO Sejarah, Gua Longop, sebuah gua karst yang terletak di kecamatan Karangmojo, memiliki keunikan sebagai tempat hunian manusia masa prasejarah.

Secara administratif, wilayah Karangmojo termasuk dalam formasi Wonosari, yang kaya akan batuan gamping dan ciri-ciri geomorfologis seperti bukit kapur, sinkhole, dan gua-gua kapur.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Sate Kere Jogja, Merasakan Kelezatan Kuliner Khas dengan Sejarah dan Keunikan yang Memikat

Keunggulan Gua Longop sebagai Tempat Hunian

Gua Longop menjadi tempat ideal bagi manusia prasejarah karena memenuhi berbagai kriteria penting.

Ruangan gua yang luas, kering, dan mendapatkan intensitas sinar matahari yang cukup membuatnya cocok sebagai tempat tinggal.

Selain itu, sirkulasi udara yang nyaman, permukaan lantai gua yang cukup rata, dan keberadaan sumber daya air di dekat wilayah tersebut menjadikannya lokasi yang sangat layak dihuni.

Dengan ukuran 4 meter dan arah hadap tenggara, Gua Longop dapat diakses melalui lereng bukit yang landai.

Ruang depan gua memiliki dimensi yang mengesankan, dengan panjang 30 meter, lebar 13 meter, dan langit-langit tertinggi mencapai 10 meter.

Keberadaan pintu gua yang besar memastikan pencahayaan yang cukup, menjaga tingkat kelembaban rendah, dan mendukung sirkulasi udara yang baik di dalam gua.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Mie Lethek Bantul, Kelezatan yang Menyimpan Cerita Sejarah dan Warisan Budaya

Sumber Daya Alam di Sekitar Gua Longop

Gua Longop juga memiliki keuntungan dari ketersediaan air sebagai sumber kehidupan.

Diduga, sumber daya air di sekitar gua berasal dari aliran sungai Puba yang berjarak sekitar 300 meter di sebelah barat gua.

Ini memberikan akses mudah untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia prasejarah yang tinggal di dalamnya.

Bentuk Hunian dan Artefak Penemuan

Berdasarkan temuan arkeologis, Gua Longop diyakini digunakan sebagai tempat tinggal berulang dan situs persinggahan.

Temuan tatal batu sebanyak 269 buah dari berbagai bahan menunjukkan adanya aktivitas manusia.

Meskipun tidak ditemukan indikasi sebagai alat, temuan tulang hewan, cangkang kerang, dan arang padi menggambarkan pola konsumsi tertentu.

Khususnya, cangkang kerang mengindikasikan bahwa wilayah cakupan manusia purba mencakup area yang cukup luas.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Kelezatan dan Keunikan Sate Klatak, Kuliner Khas Bantul yang Memikat Lidah

Sejarah Penemuan Gua Longop

Sejarah penemuan Gua Longop tidak terdokumentasi dengan pasti.

Catatan Belanda tidak menyebutkan lokasi ini sebagai objek penelitian pada masa lalu.

Penggalian arkeologis pada tahun 1995-1996 dan penelitian lebih lanjut pada tahun 1997-1998 menghasilkan data berharga, meskipun sebagian besar lapisan tanah di dalam gua telah teraduk dengan tanah urug, menyulitkan penelitian.

Pembangunan Infrastruktur Pariwisata

Pada bulan September 2017, pemerintah desa Ngawis mengambil langkah untuk memanfaatkan potensi pariwisata Gua Longop.

Mereka membangun infrastruktur jalan berupa paving menuju gua dan pembuatan tangga semen cor dari pintu gua menuju ruang 1.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan menarik minat wisatawan untuk menjelajahi keindahan Gua Longop.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Hari Patriotik 23 Januari 1942, Peringatan Sejarah dan Inspirasi Kemerdekaan Gorontalo

Gua Longop, dengan sejarah dan karakteristiknya yang unik, menawarkan pengalaman berharga bagi pengunjung dan memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan manusia prasejarah di wilayah Karangmojo.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.