Sambut Baik Operasional Koperasi, Petani: Terima Kasih Presiden Prabowo

JATENG.AKURAT.CO, Pengoperasian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disambut baik oleh masyarakat, salah satunya Warjito yang berasal dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Pria yang mengaku berprofesi sebagai petani ini sangat gembira karena dapat koperasi menyediakan produk subsidi dan kebutuhan pokok lainnya.
Sebagai petani, Warjito mengatakan kehadiran koperasi merah putih memberikan kemudahan akses bagi petani terdaftar menebus pupuk subsidi.
Menurut dia, kehadiran koperasi menjadi akses tambahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi yang didistribusikan oleh Pupuk Indonesia.
“Kami dari petani merasa tertolong sekali, karena selama ini sebelum ada koperasi kalau orang mau membeli pupuk itu harus menunjukan kartu tani, kenyataannya tidak semua petani memiliki kartu sehingga petani penggarap atau petani gurem itu jelas tidak mendapatkan pupuk subsidi, sehingga membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal,” demikian ungkap Warjito.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan percepatan operasionalisasi 10.070 titik KDKMP.
Pemerintah melakukan monitoring serentak koperasi merah putih mulai tanggal 15 Oktober 2026.
Pemantauan serentak merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar kesiapan koperasi dipantau dan dimonitor secara langsung di lapangan, termasuk ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional.
Di wilayah asalnya, Warjito menyampaikan apresiasi langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Yandri Susanto yang pada saat itu meninjau langsung operasionalisasi lima KDKMP di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Warjito menyampaikan bahwa bahwa adanya proses penebusan pupuk subsidi pada koperasi sangat membantu petani.
“Maka alhamdulillah sekali dari petani mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mendirikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bahkan menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Boyolali dan ini sangat menolong sekali, terima kasih,” kata Warjito.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, dalam kunjungannya ke KDKMP di Boyolali pada Kamis (15/10) menyatakan bahwa penyaluran pupuk subsidi melalui KDKMP akan mempersingkat rantai pasok dan mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Ia menyampaikan, “Dari pupuk (Pupuk Indonesia) langsung ke sini (KDKMP), jadi nggak ada lagi perantara. Syaratnya KTP saja. Semua barang-barang subsidi nanti di sini, untuk mensuplai kebutuhan warga biar tidak ada tengkulaknya. Harganya, harga dari pusat.”
Ketersediaan barang subsidi menjadi fokus utama pemantauan, seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk. Pemerintah mengevaluasi pasokan dari badan usaha milik negara (BUMN) serta mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan agar koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha dan melayani masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan per 14 Oktober 2026, sebanyak 83.363 KDKMP telah berbadan hukum, 79.733 telah memiliki akun SIMKOPDES, dan 60.854 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 28.240 titik telah selesai 100 persen, sementara 7.392 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Kapolda Jateng Tegas: Tak Ada Ampun bagi Polisi yang Bekingi Kejahatan




