Jateng

Misteri dan Kisah Hantu Batitong: Legenda Menyeramkan dari Toraja, Sulawesi Selatan

Theo Adi Pratama | 29 Januari 2024, 08:00 WIB
Misteri dan Kisah Hantu Batitong: Legenda Menyeramkan dari Toraja, Sulawesi Selatan

AKURAT.CO Misteri, Sulawesi Selatan, dengan segala keunikan budayanya dan lezatnya kuliner khasnya, juga menyimpan cerita mistis yang menakutkan.

Salah satu hantu paling menyeramkan yang melegenda di daerah ini adalah hantu Batitong, sebuah roh jahat yang konon berasal dari perempuan yang meninggal saat bersalin dan kini memangsa manusia untuk memenuhi keinginannya.

Dikutip dari kanal YouTube Yenni Horor, Batitong memiliki ciri-ciri yang membuatnya mudah dikenali.

Baca Juga: Misteri dan Sejarah Makam Gantung di Pesanggrahan Djojodigdan, Blitar: Pemilik Ilmu Pancasona

Penampakannya sering ditandai oleh adanya benda yang menyilau seperti lampu senter yang terlihat di dahi, kepala, atau tangannya.

Hantu ini memiliki gigi kuning, mata yang berair, rambut kusut, dan bibir yang tidak berwarna merah karena pengaruh sirih.

Tidak hanya itu, Batitong kadang-kadang dapat berubah wujud menjadi hewan seperti anjing atau babi.

Baca Juga: Keunikan dan Sejarah Makam Imogiri: Pemakaman Raja Mataram dan Misteri Terpancung Tiga

Konon, sosok ini muncul baik pada siang maupun malam hari dan sering dijumpai di tempat-tempat berair seperti sawah, selokan, sungai, dan rawa-rawa.

Korban yang paling sering dimangsa oleh Batitong adalah ibu-ibu yang sedang hamil dan kerbau.

Jika ditemukan kerbau yang mati secara tiba-tiba dengan tanda air liur menetes dari mulutnya, hal ini dianggap sebagai pertanda bahwa hewan tersebut baru saja menjadi mangsa Batitong.

Baca Juga: Tempat Bernuansa Mistis: Keajaiban dan Misteri Makam Sentono di Desa Keras

Masyarakat setempat meyakini bahwa Batitong dapat diusir dengan menggunakan kayu palang atau kayu pohon jarak dalam bahasa Toraja.

Hantu ini akan menghilang jika kayu tersebut digunakan.

Selain itu, cara lain untuk mengusir Batitong adalah dengan mendirikan sebuah bambu di pintu masuk kampung, diisi dengan daun pasake dan daun kabuni, tumbuh-tumbuhan khas Toraja.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Sejarah Situs Arca Gupolo di Sekitar Candi Prambanan

Jika masyarakat berhasil membunuh Batitong, mereka akan menggelar upacara persembahan yang dikenal sebagai Ma'manuk Tallu.

Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada roh jahat tersebut, sekaligus sebagai tanda syukur dan perlindungan bagi masyarakat setempat.

Hantu Batitong, dengan legenda seramnya, menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Toraja.

Meskipun ceritanya menakutkan, keberadaan Batitong juga menjadi cermin kekayaan mitologi dan kebudayaan yang turun-temurun di daerah Sulawesi Selatan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.