Jateng

Keunikan dan Sejarah Makam Imogiri: Pemakaman Raja Mataram dan Misteri Terpancung Tiga

Theo Adi Pratama | 28 Januari 2024, 07:00 WIB
Keunikan dan Sejarah Makam Imogiri: Pemakaman Raja Mataram dan Misteri Terpancung Tiga

AKURAT.CO Misteri, Makam Imogiri, atau Pajimatan Girirejo Imogiri, di daerah Imogiri, Yogyakarta, bukan hanya sekadar kompleks pemakaman.

Tempat ini memancarkan nilai sejarah tinggi sebagai tempat peristirahatan abadi para raja Mataram yang berperan krusial dalam sejarah dan perkembangan kerajaan Mataram.

Baca Juga: Misteri dan Kejutan di Tanjakan Panganten, Garut: Sebuah Cerita yang Penuh dengan Sikap Waspada

Keindahan dan Kesejukan Imogiri

Berlokasi di perbukitan Imogiri, Bantul, DIY, kompleks pemakaman ini memiliki daya tarik tersendiri.

Dikenal dengan sebutan Pajimatan Girirejo Imogiri, tempat ini dibangun pada tahun 1632 oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo, putra Panembahan Senopati, penguasa tanah Jawa saat itu.

Pemakaman Imogiri dijaga oleh abdi dalem Kraton Surakarta dan Yogyakarta, yang tugasnya melibatkan sejumlah tempat penting di sekitar kompleks.

Ratusan Tangga Menuju Makam

Bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi makam, tantangan menanti. Lebih dari 400 anak tangga harus dinaiki sebagai pengganti pendakian.

Jelang puncak, terdapat undakan batu tidak rata yang menjadi bagian dari misteri di makam Imogiri.

Di bawah batu itu, konon, terdapat makam sosok yang penuh teka-teki.

Baca Juga: Misteri yang Menyelimuti Gunung Kelud: Keindahan Alam dan Legenda Sumpah Lembu Suro

Misteri Terpancung Tiga

Salah satu keunikan di Imogiri adalah satu tangga yang berbeda dari yang lain.

Tangga berukuran sekitar 171cm, tinggi 29cm, dan lebar 40cm terbuat dari batu andesit yang sangat keras.

Tangga ini terletak di bawah Gapura Sapit Urang. Menurut cerita dari seorang pemandu di kawasan Imogiri, tangga ini adalah tempat makam Kanjeng Raden Tumenggung Endronoto, seorang pengkhianat pada masa Sultan Agung.

Pengkhianatan dan Hukuman Mati

Tumenggung Endronoto dihukum mati oleh Sultan Agung karena pengkhianatannya saat penyerangan Mataram terhadap Jayakarta, yang berada dalam kekuasaan Belanda pada tahun 1628-1629.

Hukumannya sangat drastis, tubuhnya dipotong menjadi tiga bagian.

Kepalanya diuruk di bawah Gapura Sapit Urang, badannya diuruk di tangga beberapa meter di bawah gapura, dan kedua kakinya diuruk di sekitar kolam, beberapa meter di bawah tangga batu andesit.

Baca Juga: Misteri dan Keunikan Desa Trunyan: Eksplorasi Kuburan Unik di Bali

Versi Lain: Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen

Ada versi lain yang berkembang terkait makam terpancung tiga ini. Konon, yang terpancung tiga bukanlah Tumenggung Endronoto, melainkan potongan kepala Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen atau dikenal sebagai Mur Jangkung.

Sejarah mencatat bahwa Coen wafat di Batavia karena kolera pada tahun 1629, dan plakat peringatannya terdapat di Museum Wayang, Kota Tua Jakarta.

Menambah Misteri dan Kekhasan Wisata Sejarah

Terlepas dari kebenaran versi mana yang lebih tepat, misteri sosok terpancung tiga di tangga Makam Imogiri menambah kesan khasanah wisata sejarah dan religi di Bukit Berkabut Imogiri, Yogyakarta.

Sebuah perjalanan menelusuri sejarah Mataram dan melibatkan diri dalam atmosfer mistis yang masih melekat di makam ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.