Jateng

Misteri yang Menyelimuti Gunung Kelud: Keindahan Alam dan Legenda Sumpah Lembu Suro

Theo Adi Pratama | 27 Januari 2024, 07:00 WIB
Misteri yang Menyelimuti Gunung Kelud: Keindahan Alam dan Legenda Sumpah Lembu Suro

AKURAT.CO Misteri, Gunung Kelud, dengan ketinggian mencapai 1.731 mdpl, menonjol sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia.

Terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Gunung Kelud telah mencatat lebih dari 30 letusan sejak tahun 1000 M, dengan letusan terbesar mencapai skala 5 VEI (Volcanic Explosivity Index).

Baca Juga: Misteri di Bundaran Teknik UGM: Kisah Urban Legend di Tengah Keramaian Yogyakarta

Pesona Keindahan dan Keunikan Gunung Kelud

Meskipun terkenal sebagai gunung berapi yang aktif, Gunung Kelud menawarkan pesona alam yang tak terbantahkan.

Kawahnya yang eksotis dan danau kawah yang memukau dahulu menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan.

Namun, kejadian letusan pada tahun 2014 memberikan dampak signifikan pada area sekitarnya.

Setelah letusan tersebut, Gunung Kelud menciptakan rute pendakian baru yang menarik para pecinta alam bebas untuk merasakan sensasi jalur pendakian yang unik dan menantang.

Asal Usul Nama "Kelud" dan Arti Maknanya

Nama Gunung Kelud berasal dari kata 'Jarwodhosok', gabungan kata 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira), yang memiliki arti bisa merenggut banyak korban tidak berdosa.

Dalam bahasa Jawa, Kelud berarti 'sapu', sedangkan dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet, atau Kloete.

Nama ini mencerminkan karakteristiknya yang dahulu seringkali menimbulkan letusan hebat yang merenggut banyak nyawa.

Baca Juga: Keindahan dan Misteri Terowongan Taman Sari: Simbol Sejarah Yogyakarta yang Mempesona

Legenda 'Sumpah Lembu Suro' yang Misterius

Legenda Gunung Kelud tidak terlepas dari cerita tentang 'Lembu Suro'.

Lembu Suro adalah makhluk berkepala lembu yang terlibat dalam sebuah cerita cinta yang tragis.

Beberapa versi menceritakan asal mula sumpah Lembu Suro:

Versi 1

Dewi Kilisuci, putri Jenggolo Manik, mengadakan sayembara pembuatan sumur di puncak Gunung Kelud.

Raja Lembu Suro dan Raja Mahesa Suro, dua makhluk berkepala binatang, berhasil menyelesaikan tugas ini.

Namun, karena kecantikan Dewi Kilisuci, keduanya dikhianati dan ditimbun di dalam sumur.

Versi 2

Raja Brawijaya mengadakan sayembara untuk mencari suami putrinya, Dyah Ayu Pusparani.

Lembu Suro, berkepala lembu, berhasil menyelesaikan tugas tersebut, namun ditimbun oleh para prajurit Majapahit karena tidak mau diperistri.

Versi 3

Raja Brawijaya membuat sayembara lain, di mana Lembu Suro berhasil memenuhi syarat-syarat yang sulit.

Namun, Dyah Ayu Pusparani mengakali Lembu Suro dengan menyuruhnya membuat sumur di atas Gunung Kelud.

Setelah sumur selesai, para prajurit menimbunnya, dan sumpah Lembu Suro pun terdengar.

Baca Juga: Keindahan dan Misteri Panggung Krapyak Yogyakarta: Kursi di Tengah yang Memikat Perhatian

Pesona Mistis dan Kehidupan Budaya Lokal

Meskipun letusan Gunung Kelud menyentuh dampak sosial dan lingkungan, pesona mistis dan sejarah lokal masih terasa kuat di desa sekitarnya.

Bagi para wisatawan, Gunung Kelud bukan hanya tantangan fisik melainkan juga jendela ke dalam kehidupan budaya dan legenda yang memikat.

Saat menjelajahi keindahan alam Gunung Kelud, wisatawan diingatkan untuk menghormati norma dan adat istiadat lokal.

Desa-desa di sekitar gunung ini menyimpan warisan sejarah dan tradisi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pesona Gunung Kelud, sebuah tempat di mana alam dan budaya berkumpul dalam harmoni yang unik.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.