Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya memperluas ruang ekspresi bagi para seniman dan sastrawan melalui pengembangan kegiatan Semarang Berpuisi. Agenda yang sebelumnya digelar di Balai Kota Semarang itu direncanakan hadir di sejumlah ruang publik, termasuk Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Gedung Ki Narto Sabdo, hingga kawasan Kota Lama.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai, kegiatan sastra seperti Semarang Berpuisi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda rutin. Menurutnya, puisi dapat menjadi sarana menyampaikan pemikiran sekaligus membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang lebih kreatif.
" Kita harapannya lebih banyak event seperti ini. Karena ini membangun pemahaman dengan cara yang berbeda. Ini adalah proses untuk bisa menyuarakan sesuatu dengan cara yang indah," ujar Agustina seusai menghadiri Semarang Berpuisi di Hall Balai Kota Semarang, Kamis (5/11).
Ia menilai, keterlibatan sastrawan tidak seharusnya terbatas pada kegiatan yang secara khusus mengusung tema kesenian. Pemkot Semarang dapat membuka ruang bagi pembacaan puisi dalam berbagai agenda pemerintahan, termasuk peringatan hari-hari tertentu yang disesuaikan dengan tema kegiatan.
Agustina menyebut, puisi yang disusun berdasarkan tema tertentu mampu menghadirkan pesan dan makna yang lebih mendalam. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat semakin sering diselenggarakan.
"Puisi itu ketika dibuat untuk satu event tertentu dengan tema tertentu, kedalaman maknanya luar biasa. Saya berharap ini akan menjadi lebih banyak kegiatannya," katanya.
Sejumlah lokasi pun mulai dipertimbangkan sebagai tempat penyelenggaraan Semarang Berpuisi berikutnya. Selain TBRS dan Gedung Ki Narto Sabdo, kawasan Kota Lama dinilai memiliki potensi untuk menjadi ruang alternatif bagi pertunjukan sastra.
Menurut Agustina, kegiatan tersebut tidak harus selalu dikemas dalam skala besar. Konsistensi penyelenggaraan justru dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap seni.
"Rencananya tidak hanya di sini. Saya juga tadi minta di TBRS, kemudian di Gedung Ki Narto Sabdo, di Kota Lama mungkin dibuatkan. Tidak harus yang wow, tetapi kalau ini menjadi sebuah hal yang rutin, saya kira menarik," ungkapnya.
Lebih jauh, Agustina memandang kegiatan sastra sebagai wadah untuk mempertemukan para seniman dengan berbagai elemen masyarakat. Melalui ruang-ruang baru tersebut, ia berharap muncul kolaborasi yang dapat memperkaya kehidupan seni dan budaya di Kota Semarang.
"Ketika mereka hadir, itu berarti mereka sepakat mendukung Kota Semarang. Kita memperkaya, menambah banyak, membuka ruang baru, dan dengan begitu kita bisa bertemu serta menciptakan hal-hal yang lebih baru lagi," jelasnya.
Pemkot Semarang juga membuka peluang bagi masyarakat di luar komunitas sastra untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah satunya dengan mengajak kalangan wartawan ikut membacakan puisi dalam agenda mendatang.
Agustina menilai, seni memiliki peran penting dalam membentuk kepekaan dan memperhalus budi pekerti. Pengalaman membaca puisi, meski bukan berasal dari latar belakang sastrawan, menurutnya tetap dapat menghadirkan pengalaman dan pesan yang berbeda bagi pendengar.
"Seni itu menghaluskan budi. Mungkin teman-teman wartawan yang tidak biasa membaca puisi akan grogi. Saya tadi juga membaca puisi seperti orang gagu karena memang bukan sastrawan. Tetapi ketika didengar, ada sesuatu yang berbeda," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar menyampaikan, Semarang Berpuisi kali ini diikuti 17 seniman dari berbagai generasi. Kegiatan tersebut menghadirkan sastrawan senior hingga seniman muda yang turut meramaikan panggung sastra di Ibu Kota Jawa Tengah.
Sejumlah nama yang terlibat di antaranya Beno Siang Pamungkas, Timur Sinar Suprabana, dan Adhitia Armitriyanto. Selain itu, hadir pula Imaniar, Teguh Satrio, Fitriani Langit Kecil, serta pewarta senior Aden Bathaqo, Reza Brewok, dan Alan Kawat.
Nur Huda menjelaskan, penyelenggaraan Semarang Berpuisi memiliki dua fokus utama, yakni meningkatkan budaya literasi masyarakat serta mendorong pertumbuhan industri kreatif.
"Yang pertama tentang literasi. Kita tahu tingkat literasi di Indonesia masih relatif rendah. Yang kedua berkaitan dengan pengembangan industri kreatif," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Semarang ingin memberikan kesempatan yang lebih luas bagi seniman lokal untuk mengembangkan karya dan memperluas jangkauan apresiasi. Ia berharap karya-karya seniman Semarang tidak hanya dikenal di tingkat kota, tetapi juga mampu diterima di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
"Kami ingin Kota Semarang ke depan melahirkan seniman-seniman yang karyanya bisa diterima di tingkat regional maupun nasional. Syukur-syukur bisa internasional," katanya.
Nur Huda memastikan, Semarang Berpuisi akan diarahkan menjadi agenda tahunan. Selain itu, kegiatan sastra juga akan diintegrasikan ke dalam berbagai program dan agenda Pemkot Semarang agar ruang apresiasi seni semakin terbuka.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem literasi dan industri kreatif, Pemkot Semarang turut menyiapkan Semarang Writer and Reader Festival yang direncanakan berlangsung tahun depan.
Festival tersebut nantinya menjadi wadah pertemuan antara para seniman, penulis, pembaca, serta pelaku industri kreatif untuk membuka peluang kolaborasi dan memperluas pengembangan karya.
"Kami akan mempertemukan seniman-seniman ini dengan pelaku-pelaku industri kreatif yang ada," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dari Got Terbuka ke Video Viral: Kronologi Lengkap Polemik Bakso Bintang 2 Banyumanik
- 2Link Streaming Siaran Ulang Persib vs Melbourne Victory, Comeback Dramatis Maung Bandung Menang 2-1 dan Lolos 16 Besar ACL Two
- 3Viral Bakso Buang Kuah ke Got Semarang: DLH Temukan Pelanggaran SOP, Ini Solusi yang Benar
- 4Link Live Streaming PSMS vs Persija! Tonton Gratis Tinggal Klik, Cek Prediksi Skor di League Cup 2026/2027: Macan Kemayoran Tetap Mengincar Kemenangan
- 5Niat Jualan Biar Berkah, Penjual Bakso di Banyumanik Malah Berurusan dengan Warga Gara-Gara Got Mampet
- 6Update Skor Java United vs Adhyaksa FC: Gustavo Franca Bawa Tuan Rumah Unggul 1-0 hingga Menit ke-15
- 7Jelang Penetapan UMP 2027, Gubernur Jateng Soroti Kontrak Kerja hingga Diskriminasi Usia
- 8Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 9Kenapa Limbah Kuliner Tidak Bisa Dibuang ke Got? Berkaca dari Kasus Bakso Bintang 2 Semarang
- 10Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman





