Dari Got Terbuka ke Video Viral: Kronologi Lengkap Polemik Bakso Bintang 2 Banyumanik

JATENG.AKURAT.CO, Aksi pedagang Bakso Bintang 2 di Banyumanik, Semarang, yang diduga membuang limbah kuah ke got depan rumah warga selama hampir dua tahun akhirnya viral dan berujung mediasi polisi, setelah pemilik rumah yang selama ini menahan bau tak sedap tak lagi bisa menahan diri.
Bayangkan Rina, warga Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Semarang.
Setiap malam, ia harus mencium aroma yang “nggak sehat dan nggak sedap” dari got di depan rumahnya sendiri.
Sumbernya bukan saluran air biasa. Melainkan limbah kuah bakso yang diduga dialirkan oleh pedagang Bakso Bintang 2 yang berjualan di seberang rumahnya.
Praktik itu bukan sekali dua kali. Menurut Rina, sudah hampir dua tahun ia menanggung bau dan kotoran yang sama. Ia sudah menegur berkali-kali.
Tapi tegurannya “diabaikan” dan hanya dijawab bahwa karyawan itu “diutus oleh bosnya”.
Puncaknya terjadi pada Selasa (3/11/2026) malam, saat Rina kembali menegur dan perdebatan pun tak terhindarkan. Video pertikaian itu kemudian viral di media sosial.
Kronologi: Dari Got Terbuka ke Video Viral
Masalah ini berakar pada satu detail kecil: got di depan rumah Rina memiliki satu balok terbuka yang disisakan sesuai arahan pengurus RT terdahulu.
Celah itulah yang dimanfaatkan pengelola warung bakso untuk membuang air sisa kaldu dan lemak sisa memasak setiap hari.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang karyawan bakso membuang kuah ke saluran got.
Seorang pria berkaus hitam di dalam video bahkan menantang: “Nggak apa-apa viralin aja nggak masalah. Lapor ke Pak RT kalau ada yang meresahkan”.
Rina menjelaskan bahwa air cucian yang dibuang ke got mengandung berbagai bahan yang menimbulkan bau menyengat.
“Ada lemak sapinya, ada sambalnya, ada kaldunya,” tegasnya. Bau itu terbawa angin hingga ke dalam halaman dan area kamar tidurnya.
Penumpukan lemak di saluran air juga dikhawatirkan memicu penyumbatan dan banjir, apalagi kontur jalan di lokasi tersebut merupakan area penurunan.
Respons Pengelola: “Sudah Ada Fasilitas Sanitasi Sendiri”
Dalam mediasi yang digelar di Polsek Banyumanik pada Rabu (4/11/2026), pemilik warung buka suara.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mengatasi persoalan limbah dengan membuat fasilitas sanitasi pembuangan di lahan pribadi.
Pengelola juga mengaku telah menggunakan obat khusus untuk mengurangi bau yang ditimbulkan.
Namun, warga tetap meminta agar pengelolaan limbah diperbaiki agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Selain soal limbah, warga juga mengeluhkan parkir liar pelanggan yang menggunakan area depan rumah tanpa izin dan kerap meninggalkan sisa sampah makanan.
Mediasi: Kesepakatan yang Belum Tuntas
Mediasi yang dipimpin Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, menghasilkan beberapa langkah penyelesaian.
Di antaranya menyempurnakan bak penampungan limbah di lahan pribadi, memperbaiki saluran air yang tersumbat melalui koordinasi dengan kelurahan, dan menata area parkir agar tidak mengganggu akses jalan.
Kapolsek menegaskan bahwa kepolisian “tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membantu mempertemukan pihak-pihak yang memiliki persoalan untuk mencari penyelesaian”.
Tapi pertanyaannya: apakah kesepakatan ini akan benar-benar dieksekusi? Rina sudah menunggu hampir dua tahun. Warga lain di Banyumanik juga mungkin sudah lelah dengan janji yang sama.
“Dampak dari Usaha, Bukan Cuma Untung”
Kasus ini bukan soal satu warung bakso. Ini soal tanggung jawab usaha terhadap lingkungan sekitar.
Sisa kuah, minyak, dan lemak perlu ditampung dan ditangani dengan cara yang tidak mengganggu tetangga.
Keterbatasan fasilitas pengelolaan limbah seharusnya menjadi tanggung jawab pemilik usaha, bukan beban warga di sekitarnya.
Bagi Rina, yang ia inginkan sederhana. Ia tidak meminta warung itu tutup.
Ia hanya ingin setiap malam tidak perlu mencium bau yang “nggak sehat” dari got depan rumahnya sendiri. Dan itu bukan permintaan yang berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Agenda Bulan Bahasa, Tadris Bahasa Indonesia UIN SATU, Gelar Lomba Presenter se-Jawa Timur
- 2PMII Jateng Soroti Penggeledahan Pesantren Putri di Sukoharjo, Polisi Dinilai Abaikan Aspek Humanis
- 3Link Streaming Siaran Ulang Persib vs Melbourne Victory, Comeback Dramatis Maung Bandung Menang 2-1 dan Lolos 16 Besar ACL Two
- 4Link Live Streaming PSMS vs Persija! Tonton Gratis Tinggal Klik, Cek Prediksi Skor di League Cup 2026/2027: Macan Kemayoran Tetap Mengincar Kemenangan
- 5Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam
- 6Festival Tring! by Pegadaian Hadir di Solo Paragon, Suguhkan Hiburan hingga Edukasi Investasi Emas
- 7Dari Kolam Lele hingga Olahan Pangan, PLN dan UNNES Kembangkan Kampung Minapolitan Siroto
- 8Iswar Aminuddin Suntikkan Semangat untuk PSIS Semarang Usai Gagal Raih Kemenangan
- 9Update Skor Java United vs Adhyaksa FC: Gustavo Franca Bawa Tuan Rumah Unggul 1-0 hingga Menit ke-15
- 10Dari Got Terbuka ke Video Viral: Kronologi Lengkap Polemik Bakso Bintang 2 Banyumanik




