Miris! Silatnas BEM Muhammadiyah dan Aisyiyah di UMS Ternoda Kericuhan hingga Baku Hantam

JATENG.AKURAT.CO, Forum konsolidasi mahasiswa yang seharusnya menjadi ruang bertukar gagasan dan mempererat persatuan justru berakhir dengan insiden memprihatinkan.
Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, diwarnai kericuhan hingga aksi saling pukul antarpeserta pada Sabtu (31/10/2026).
Peristiwa tersebut mencoreng pelaksanaan agenda nasional yang sebelumnya dirancang sebagai wadah memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram @perspektividn, Silatnas BEM PTMA berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 166 BEM dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dengan mengusung tema "Merawat Persyarikatan, Menjaga Indonesia: Kontribusi BEM PTMA untuk Indonesia Raya".
Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi gagasan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penyelenggaraan kongres nasional untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi BEM PTMA Indonesia.
Namun, dinamika internal organisasi justru mewarnai jalannya forum. Persoalan dualisme aliansi mahasiswa PTMA yang berkaitan dengan legitimasi kepemimpinan diduga menjadi salah satu latar belakang munculnya ketegangan di antara peserta.
Situasi yang semestinya dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan. Bahkan, ketegangan berujung pada aksi baku hantam antarpeserta yang membuat pelaksanaan Silatnas menjadi sorotan.
Insiden ini memunculkan keprihatinan karena terjadi di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah yang selama ini dikenal sebagai ruang pengembangan intelektualitas, nilai keislaman, serta pembentukan karakter mahasiswa.
Padahal, forum tersebut membawa misi besar untuk merawat persyarikatan dan menjaga Indonesia melalui kontribusi pemikiran serta gerakan mahasiswa. Perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan semestinya menjadi bagian dari dinamika demokrasi organisasi, bukan justru berakhir dengan tindakan kekerasan.
Di tengah dinamika tersebut, kongres nasional Silatnas BEM PTMAI menetapkan Asrul Haruna dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat sebagai Koordinator Presidium Nasional (Koorpresnas) periode mendatang. Asrul memperoleh dukungan dari 89 perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.
Silatnas tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah Prof. Bambang Setiaji, serta Wali Kota Surakarta Respati Ardianto.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti mengingatkan pentingnya menjaga independensi mahasiswa. Sementara Prof. Bambang Setiaji menyoroti persoalan krisis lapangan kerja, dan Respati Ardianto mendorong mahasiswa agar menyampaikan kritik secara substantif serta menghadirkan inovasi bagi lingkungan.
Ironisnya, pesan-pesan mengenai independensi, intelektualitas, dan kontribusi mahasiswa bagi bangsa tersebut justru berhadapan dengan kenyataan memprihatinkan berupa konflik internal yang berujung kekerasan.
Peristiwa di UMS ini sekaligus menjadi pengingat bahwa soliditas organisasi tidak cukup dibangun melalui forum nasional dan deklarasi persatuan. Kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, penghormatan terhadap mekanisme demokrasi, serta kemampuan mengedepankan dialog menjadi hal mendasar yang harus dijaga oleh setiap elemen gerakan mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi UMK Cilacap 2027: Naik Rp208–263 Ribu, Cukup Buat Apa di Kota Industri?
- 2Bening Intan Arya Lolos Semifinal Kick Boxing Porprov Jateng 2026, 10 Bulan Menanti Kembali Naik Ring Demi Emas Semarang
- 3Prediksi UMK Solo 2027 Cuma Naik ke Rp2,8 Juta? KHL-nya Rp3,6 Juta, Bro
- 4PPP Jateng Sebut Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berawal dari Evaluasi Internal
- 5Kukuhkan Pengurus DPD PKDI Jateng, Gus Yusuf; PKDI Bergerak Bersama Masyarakat Desa
- 633 Negara Ramai-Ramai Minta Rakyatnya Timbun Makanan, Ada Apa Sebenarnya?
- 7FOBI Kota Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Borong 6 Emas dan Juara Umum
- 8APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 9Laga Amal Jurnalis FC Bersama Ansor dan Alfamart, Tebar Kepedulian untuk Panti Asuhan Rumah Anak Surga
- 10Taekwondo Semarang Koleksi Tiga Emas Porprov XVII Jateng, Ariqfallah Tambah Pundi Medali





