Jateng

Prediksi UMK Solo 2027 Cuma Naik ke Rp2,8 Juta? KHL-nya Rp3,6 Juta, Bro

Theo Adi Pratama | 29 Oktober 2026, 10:02 WIB
Prediksi UMK Solo 2027 Cuma Naik ke Rp2,8 Juta? KHL-nya Rp3,6 Juta, Bro
Foto Ilustrasi - Prediksi UMK Solo 2027

JATENG.AKURAT.CO, UMK Solo 2027 diprediksi mentok di kisaran Rp2,76 juta sampai Rp2,81 juta, sementara Kebutuhan Hidup Layak di kota ini sudah menyentuh Rp3,6 juta; selisihnya hampir Rp1 juta, dan anak muda Surakarta tetap harus pintar-pintar bertahan.

Angka Rp2.570.000 itu terasa akrab di telinga pekerja Solo. Itu UMK 2026. Tahun depan, angka itu bakal berubah.

Tapi jangan bayangkan lonjakan dramatis. Berdasarkan simulasi formula PP 49/2025 dan usulan buruh, UMK Solo 2027 hanya akan bergerak di rentang yang tidak terlalu jauh dari angka sekarang.

Baca Juga: Prediksi UMK Demak 2027: Rp3,41 Juta, Masih Kalah Rp633 Ribu dari Semarang

Dua Skenario, Satu Arah

Buruh lewat KSPI mengusulkan kenaikan 7,5 sampai 9,5 persen. Angkanya beredar sejak September 2026.

Kalau skenario bawah yang dipakai, UMK Solo naik ke Rp2.762.750. Kalau skenario atas yang menang, angkanya jadi Rp2.814.150.

Dua-duanya naik. Tapi dua-duanya juga masih jauh dari kata “layak” kalau dibandingkan dengan biaya hidup riil di Solo.

Rp2,8 Juta vs Rp3,6 Juta

Ini bagian yang bikin kepala geleng-geleng. Survei Aliansi Buruh Jawa Tengah bersama akademisi Undip pada 2026 menempatkan KHL Solo di angka Rp3,6 juta.

Sementara UMK 2026 cuma Rp2,57 juta. Selisihnya lebih dari Rp1 juta. Bahkan dengan proyeksi UMK 2027 yang paling optimistis sekalipun, gap itu masih tersisa sekitar Rp800 ribu.

Artinya, secara matematis, UMK Solo tahun depan tetap tidak cukup untuk membiayai hidup layak. Bukan karena pekerja boros.

Bukan karena gaya hidup. Tapi karena angka KHL dan angka UMK memang berbicara di bahasa yang berbeda.

Hitung-Hitungan Anak Muda: Kos, Makan, Transport

Coba bayangkan seorang pekerja lajang di Solo dengan gaji Rp2,57 juta.

Biaya kos sekitar Rp600 ribu. Makan tiga kali sehari mendekati Rp1 juta. Transportasi Rp250 ribu. Internet dan pulsa Rp150 ribu. Belum laundry, listrik, perlengkapan mandi, dan dana tak terduga. Totalnya sudah di atas Rp2,2 juta. Sisa Rp300 ribu.

Itu pun kalau tidak ada kebutuhan sosial, tidak ada kiriman ke orang tua, dan tidak ada biaya kesehatan.

Kalau gaji naik ke Rp2,8 juta tahun depan, ruang napasnya bertambah tipis. Tapi tetap tidak cukup untuk menabung, apalagi merencanakan masa depan.

Bagi anak muda Solo yang ingin mandiri, angka UMK ini lebih cocok disebut “uang bertahan hidup” daripada “upah layak”.

Suara Buruh: “Jauh dari Harapan”

Ketua SPSI Kota Solo, Wahyu Rahadi, sudah menyuarakan kekecewaannya sejak UMK 2026 ditetapkan. “Masih jauh dari harapan,” katanya, dikutip Detik.

Kalau angka 2027 nanti hanya naik di kisaran 7,5 sampai 9,5 persen, nada yang sama kemungkinan besar akan terulang.

Di level provinsi, pembahasan UMK 2027 di Jawa Tengah bahkan sempat mandek.

Anggota Dewan Pengupahan Provinsi Jateng, Karmanto, mengakui pembahasan tertunda karena menunggu panduan turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru.

“Sudah menjelang akhir Oktober, tetapi pembahasan upah ini mandek,” katanya, Kamis (22/10/2026), dikutip Bisnis.

Jadi, Naik Berapa?

Kalau mengacu pada simulasi yang beredar: Rp2,76 juta sampai Rp2,81 juta. Angka pastinya baru akan ditetapkan pada November 2026. Tapi arahnya sudah kelihatan.

Naik, tapi tidak mengejar KHL. Naik, tapi tetap membuat anak muda Solo harus berhitung dua kali sebelum memesan kopi.

Solo memang kota yang murah dibanding Semarang atau Jakarta. Tapi “murah” bukan berarti gratis.

Dan UMK Rp2,8 juta tahun depan masih akan terasa seperti berjalan di tempat: bergerak, tapi tidak sampai ke tujuan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.