Jateng

Prediksi UMK Pati 2027: Naik Rp200 Ribu, Cukup Buat Apa di Tengah Inflasi?

Theo Adi Pratama | 29 Oktober 2026, 10:34 WIB
Prediksi UMK Pati 2027: Naik Rp200 Ribu, Cukup Buat Apa di Tengah Inflasi?
Foto Ilustrasi - Prediksi UMK Pati 2027

JATENG.AKURAT.CO, UMK Pati 2027 diprediksi cuma naik ke kisaran Rp2,65–2,72 juta, sementara KHL buruh sudah mentok di Rp3,5 juta; selisihnya nyaris Rp1 juta, dan buruh tetap jadi pihak yang paling menanggung beban inflasi akhir tahun.

Angka Rp2.485.000 itu terasa akrab di telinga buruh Pati. Itu UMK 2026. Naik dari Rp2.332.350 pada 2025, tapi tetap saja tak sampai ke angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang oleh serikat buruh disebut berada di kisaran Rp3,5 juta.

Tahun depan, angka itu bakal berubah. Tapi jangan bayangkan lonjakan dramatis.

Baca Juga: Prediksi UMK Jepara 2027: Naik Rp158 Ribu, Cukup Buat Apa di Kota Ukir?

Hitungan Kasar 2027: Dua Skenario, Satu Arah

Pemerintah masih pakai formula PP 49/2025 untuk UMK 2027. Isinya: inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu (alfa) dengan rentang 0,5 sampai 0,9. Angka pastinya belum final. Tapi arah anginnya sudah kelihatan.

Inflasi nasional periode Oktober 2025–September 2026 sekitar 3,20 persen. Pertumbuhan ekonomi rata-rata di periode yang sama 5,43 persen. Kalau angka-angka itu dimasukkan ke formula, UMK Pati 2027 berada di kisaran:

  • Alfa 0,5: sekitar Rp2,65 juta

  • Alfa 0,9: sekitar Rp2,72 juta

Buruh lewat KSPI mengusulkan kenaikan 7,5 sampai 9,5 persen. Dengan usulan itu, UMK Pati 2027 jadi Rp2,67 juta sampai Rp2,72 juta. FSPIP Pati bahkan menuntut minimal 10 persen, yang akan mendorong angka ke sekitar Rp2,73 juta.

Dua-duanya bertemu di satu titik: Rp2,65 juta sampai Rp2,73 juta. Naik sekitar Rp165 ribu sampai Rp245 ribu dari UMK 2026. Cukup buat nambah dua-tiga galon air, tapi belum cukup buat menutup gap dengan KHL yang selisihnya nyaris Rp1 juta.

Baca Juga: Prediksi UMK Batang 2027 Cuma Naik ke Rp2,9 Juta? KITB Makin Gede, Gaji Buruh Gitu-gitu Aja

KHL Rp3,5 Juta, UMK Rp2,7 Juta: Gap yang Tak Pernah Selesai

Ini bagian yang bikin kepala geleng-geleng. Survei KHL Jawa Tengah menempatkan angka Rp3,5 juta sebagai patokan. Buruh Pati sudah lama menyuarakan hal ini.

“Cuma kita tetap berusaha terus untuk tahun ke depannya, karena di KHL itu Rp3,5 juta,” kata seorang perwakilan buruh, dikutip Mitrapost.

Artinya, secara matematis, UMK Pati tahun depan tetap tidak cukup untuk membiayai hidup layak. Bukan karena buruh boros. Bukan karena gaya hidup.

Tapi karena angka KHL dan angka UMK memang berbicara di bahasa yang berbeda. KHL menghitung kebutuhan riil: makanan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi.

UMK menghitung inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks alfa yang rentangnya dibatasi 0,5 sampai 0,9.

Baca Juga: Prediksi UMK Solo 2027 Cuma Naik ke Rp2,8 Juta? KHL-nya Rp3,6 Juta, Bro

Hitung-Hitungan Buruh: Kos, Makan, Transport

Coba bayangkan seorang buruh lajang di Pati dengan gaji Rp2,48 juta. Biaya kos sekitar Rp500 ribu. Makan tiga kali sehari mendekati Rp900 ribu. Transportasi Rp200 ribu. Internet dan pulsa Rp100 ribu.

Belum listrik, perlengkapan mandi, laundry, dan dana tak terduga. Totalnya sudah di atas Rp2 juta. Sisa Rp400 ribu. Itu pun kalau tidak ada kiriman ke orang tua, tidak ada biaya kesehatan, dan tidak ada kebutuhan sosial.

Kalau gaji naik ke Rp2,7 juta tahun depan, ruang napasnya bertambah tipis. Tapi tetap tidak cukup untuk menabung, apalagi merencanakan masa depan. Bagi buruh Pati, angka UMK ini lebih cocok disebut “uang bertahan hidup” daripada “upah layak”.

Baca Juga: Prediksi UMK Demak 2027: Rp3,41 Juta, Masih Kalah Rp633 Ribu dari Semarang

Inflasi Akhir Tahun: Ancaman yang Tak Pernah Tidur

Pati punya sejarah inflasi yang bikin deg-degan. Harga cabai dan bawang merah pernah melonjak, memukul daya beli masyarakat.

Menjelang akhir tahun, tekanan harga biasanya kembali naik. Kalau inflasi akhir tahun melesat, UMK 2027 yang cuma naik Rp200 ribu akan terasa seperti tidak naik sama sekali.

Buruh Pati sudah terbiasa berhitung di tengah ketidakpastian. Mereka tahu bahwa angka UMK di atas kertas tidak selalu sama dengan uang yang masuk ke rekening.

Tapi setidaknya, angka itu harus jujur: kalau memang naik, naikkan sampai buruh merasa dihargai. Bukan cuma naik di atas kertas, sementara di meja kerja gaji tetap terasa seperti bertahan, bukan hidup.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.