Jateng

Prediksi UMK Demak 2027: Rp3,41 Juta, Masih Kalah Rp633 Ribu dari Semarang

Theo Adi Pratama | 29 Oktober 2026, 09:57 WIB
Prediksi UMK Demak 2027: Rp3,41 Juta, Masih Kalah Rp633 Ribu dari Semarang
Foto Ilustrasi - Prediksi UMK Demak 2027

JATENG.AKURAT.CO, UMK Demak 2027 diprediksi naik ke kisaran Rp3,41 juta, sementara Semarang melesat ke Rp4,05 juta; selisihnya makin lebar, dan mimpi mengejar Kota Atlas masih jauh panggang dari api.

Demak memang sedang naik kelas. Pabrik demi pabrik masuk. Kawasan industri tumbuh. Tapi kalau soal UMK, ceritanya lain. Tahun 2026, UMK Demak sudah tembus Rp3.122.805. Angka itu pertama kali menembus Rp3 juta. Semarang, di sisi lain, sudah nyaman di Rp3.701.709. Selisihnya Rp578.904. Bukan uang receh. Itu setara biaya kos setahun di kampung, atau DP motor second.

Simulasi 2027: Dua Skenario, Satu Kesimpulan

Buruh minta kenaikan 7,5 sampai 9,5 persen. Angkanya beredar di meja Dewan Pengupahan. Kalau skenario 7,5 persen dipakai, Demak naik ke Rp3.357.015. Semarang ke Rp3.979.337. Selisih melebar jadi Rp622.322.

Kalau skenario 9,5 persen yang menang, Demak jadi Rp3.419.471. Semarang tembus Rp4.053.371. Selisihnya makin tebal: Rp633.900.

Intinya sederhana: dua-duanya naik, tapi yang di depan lari lebih cepat. Jarak tidak menyempit. Justru melebar.

Kenapa Demak Susah Mengejar?

Formula upah minimum diatur dalam PP No. 49/2025. Isinya: inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu yang rentangnya 0,5 sampai 0,9. Semarang punya inflasi lebih tinggi karena biaya hidup di kota lebih mahal. Pertumbuhan ekonominya juga lebih kencang karena sektor jasa dan perdagangannya besar. Demak memang industrial, tapi basis UMK-nya masih di bawah.

“Indeks tertentunya adalah 0,5 sampai dengan 0,9. Dengan demikian kenaikan upah minimum tahun 2027 pun dapat kita hitung sekarang,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers, Selasa (13/10/2026), dikutip Bisnis.

Kalau Demak dapat indeks 0,9 dan Semarang 0,5, mungkin jarak bisa tipis. Tapi skenario itu politik upah yang berat. Semarang cenderung dapat indeks tinggi karena inflasinya lebih tinggi. Demak dapat indeks lebih rendah karena biaya hidupnya relatif lebih murah.

Bukan Cuma Angka, Tapi Nasib

Di balik angka, ada pekerja yang berharap. Ada buruh yang menunggu kepastian. Pembahasan UMK 2027 di Jawa Tengah masih mandek. Bukan karena tidak ada niat. Tapi karena menunggu panduan turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang baru.

“Sekarang masalahnya klasik, sudah menjelang akhir Oktober, tetapi pembahasan upah ini mandek. Kita masih menunggu ketentuan mengenai formula juga UU Perlindungan Ketenagakerjaan,” kata Karmanto, anggota Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026), dikutip Bisnis.

Jadwal penetapan UMK sendiri sudah diumumkan: 30 November 2026. Artinya, pekerja di Demak dan Semarang tinggal menunggu sebulan lagi untuk tahu angka pastinya. Tapi arah anginnya sudah kelihatan. Demak naik. Semarang juga naik. Dan selisihnya tetap ada.

Jadi, Mampukah Demak Mengejar Semarang?

Tahun 2027? Hampir mustahil. Bukan karena Demak malas. Bukan karena buruhnya kurang berjuang. Tapi karena matematikanya tidak berpihak.

Untuk mengejar Semarang dalam satu tahun, Demak butuh kenaikan persentase yang jauh lebih tinggi dari Semarang. Sementara formula PP 49/2025 membatasi rentang indeks 0,5 sampai 0,9 untuk semua daerah.

Yang bisa dikejar bukan UMK, tapi UMSK. Upah minimum sektoral di Demak untuk beberapa industri sudah di atas UMK, sekitar Rp3,137 juta. Masih di bawah Semarang, tapi lebih tinggi dari UMK Demak. Jalur ini lebih realistis untuk pekerja di sektor industri tertentu.

Jadi, kalau ada yang bilang “Demak bakal nyusul Semarang tahun depan”, itu lebih cocok jadi caption motivasi daripada proyeksi upah. Yang nyata: Demak naik, Semarang juga naik, dan gap-nya tetap lebar. Kejar-kejaran UMK ini bukan sprint. Ini treadmill.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.