GP Ansor Jateng Keberatan Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo, Gus Shidqon; Ada Indikasi Tindakan Tidak Profesional

JATENG.AKURAT.CO, Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyampaikan keberatan atas langkah aparat kepolisian yang melakukan penggeledahan di sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Tindakan tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan penyelidikan kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, DR H M Shidqon Prabowo SH MH, menilai tindakan penggeledahan di lingkungan pesantren yang dihuni para santriwati tersebut perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, aparat penegak hukum semestinya mengedepankan profesionalitas dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam setiap proses penegakan hukum.
“Kami menyayangkan tindakan yang terkesan arogan dari aparat kepolisian di lingkungan pondok pesantren yang dihuni para santriwati. Hal ini menunjukkan adanya indikasi tindakan yang tidak profesional dan tidak proporsional,” ujarnya, Minggu (1/11/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Shidqon itu mengatakan, langkah penggeledahan di lingkungan pendidikan keagamaan, terlebih pesantren khusus putri yang sebagian besar santriwatinya masih berusia di bawah umur, seharusnya dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Ia menilai kepolisian memiliki banyak pilihan pendekatan dalam mengembangkan sebuah perkara tanpa harus menimbulkan keresahan di lingkungan pesantren. Terlebih, berdasarkan informasi yang disampaikan, penggeledahan tersebut tidak menemukan barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana yang sedang ditangani.
“Mestinya aparat dapat mengedepankan pendekatan yang lebih humanis. Bukan justru menggunakan cara-cara yang kami pandang kurang tepat. Apalagi tidak ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak kriminal dalam perkara tersebut,” tegasnya.
Selain menyoroti tindakan penggeledahan, GP Ansor Jateng juga memberikan perhatian terhadap respons kepolisian sebelum insiden pembakaran Warung Mi Babi di Desa Parangjoro terjadi. Organisasi kepemudaan tersebut menilai antisipasi terhadap potensi konflik dan tindakan kekerasan di tengah masyarakat perlu ditingkatkan.
Gus Shidqon menekankan pentingnya kecepatan aparat dalam menindaklanjuti setiap laporan maupun keluhan masyarakat. Menurutnya, respons yang cepat dan tepat dapat mencegah persoalan berkembang menjadi konflik terbuka hingga memunculkan tindakan main hakim sendiri.
“Ke depan, kami berharap aparat lebih sigap membaca dan mengantisipasi potensi terjadinya tindak kriminal. Setiap pengaduan masyarakat, sekecil apa pun, harus direspons secara cepat dan dicarikan jalan keluarnya agar tidak berujung pada tindakan main hakim sendiri,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Shidqon juga mengingatkan seluruh kader GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah agar meningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan PW GP Ansor dan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jateng.
Ia meminta kader di tingkat daerah maupun akar rumput untuk aktif menyampaikan perkembangan situasi di lingkungan masing-masing sehingga setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban dapat diantisipasi sejak dini.
Gus Shidqon menegaskan, GP Ansor tetap mendukung upaya amar ma'ruf nahi munkar di Jawa Tengah. Namun, pelaksanaannya harus tetap berlandaskan cara-cara yang tepat, mengedepankan kebijaksanaan, serta tidak mengabaikan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas.
“Kita mendukung penuh kegiatan amar ma'ruf nahi munkar di Jawa Tengah. Namun, pelaksanaannya harus menggunakan cara yang tepat demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi UMK Cilacap 2027: Naik Rp208–263 Ribu, Cukup Buat Apa di Kota Industri?
- 2Bening Intan Arya Lolos Semifinal Kick Boxing Porprov Jateng 2026, 10 Bulan Menanti Kembali Naik Ring Demi Emas Semarang
- 3Prediksi UMK Solo 2027 Cuma Naik ke Rp2,8 Juta? KHL-nya Rp3,6 Juta, Bro
- 4PPP Jateng Sebut Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berawal dari Evaluasi Internal
- 5Kukuhkan Pengurus DPD PKDI Jateng, Gus Yusuf; PKDI Bergerak Bersama Masyarakat Desa
- 633 Negara Ramai-Ramai Minta Rakyatnya Timbun Makanan, Ada Apa Sebenarnya?
- 7FOBI Kota Semarang Dominasi Porprov Jateng 2026, Borong 6 Emas dan Juara Umum
- 8APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam
- 9Laga Amal Jurnalis FC Bersama Ansor dan Alfamart, Tebar Kepedulian untuk Panti Asuhan Rumah Anak Surga
- 10Taekwondo Semarang Koleksi Tiga Emas Porprov XVII Jateng, Ariqfallah Tambah Pundi Medali





