APSI Matangkan Strategi Tingkatkan Kompetensi dan Martabat Profesi Satpam

JATENG.AKURAT.CO, Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) memperkuat komitmen untuk meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesejahteraan Satuan Pengamanan (Satpam) di Indonesia.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APSI 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Security sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 APSI.
Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APSI tersebut berlangsung di Hotel Novotel Semarang dan Griya Persada, Kabupaten Semarang, mulai Kamis (29/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).
Sebanyak 75 delegasi dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Papua.
Ketua Umum APSI, A Aziz Said, mengatakan Rakernas menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi nasional, sekaligus merumuskan arah pengembangan profesi Satpam agar semakin profesional, kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Rakernas ini harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa APSI tidak hanya tumbuh sebagai organisasi, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan profesi yang mampu meningkatkan kompetensi, memperjuangkan martabat dan kesejahteraan Satpam, serta membangun kolaborasi yang lebih luas," kata A Aziz, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, APSI merupakan organisasi profesi yang memiliki fokus pada pengembangan dan penguatan profesi Satpam di Indonesia.
Hal itu dilakukan melalui peningkatan kompetensi, penguatan kelembagaan, serta penyaluran aspirasi para pekerja di bidang pengamanan.
Dia menegaskan, tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut Satpam untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
Terlebih, perkembangan ekonomi, transformasi digital, perubahan pola ancaman keamanan, serta meningkatnya kebutuhan perlindungan masyarakat dan dunia usaha membuat peran Satpam semakin strategis.
Tidak hanya di lingkungan perkantoran dan pusat perbelanjaan, Satpam juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan industri, fasilitas strategis, serta berbagai objek yang membutuhkan sistem perlindungan profesional.
Karena itu, keberhasilan organisasi profesi tidak cukup diukur dari pertumbuhan jumlah anggota maupun kepengurusan.
Lebih dari itu, keberadaan APSI harus mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan standar kompetensi, penegakan kode etik, serta perlindungan hak dan kesejahteraan anggota.
Sejak bertransformasi menjadi Asosiasi Profesi Satpam Indonesia pada 1 November 2018, APSI terus mendorong penguatan identitas dan pengakuan terhadap profesi Satpam.
Tantangan ke depan adalah memastikan penguatan organisasi berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan, tata kelola, dan kepercayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat APSI, Komjen Pol (Purn) Ahwil Luthan, S.H., MBA., MM., menekankan pentingnya kemampuan organisasi dalam menjawab tantangan keamanan nasional sekaligus mengikuti perubahan global.
Menurutnya, perkembangan dunia keamanan saat ini menuntut Satpam tidak hanya menguasai keterampilan pengamanan fisik.
Mereka juga harus memiliki kemampuan mitigasi risiko, komunikasi profesional, penanganan keadaan darurat, perlindungan informasi, hingga pemanfaatan teknologi keamanan.
Selain itu, pelaksanaan tugas pengamanan harus tetap mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Ahwil juga mendorong APSI memperluas sinergi dengan Polri, pemerintah, badan usaha jasa pengamanan, pengguna jasa, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kebijakan pembinaan, peningkatan kompetensi, dan pelaksanaan tugas pengamanan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta ketentuan yang berlaku.
Di tingkat internasional, APSI juga memiliki peluang untuk mengembangkan pertukaran pengetahuan, studi banding, dan pembelajaran mengenai praktik terbaik pengelolaan keamanan profesional.
Dengan demikian, perkembangan industri keamanan global dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kualitas profesi Satpam Indonesia tanpa mengabaikan regulasi dan kebutuhan nasional.
Direktur Pembinaan Potensi Masyarakat (Dirbinpotmas) Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol Muhammad Rudy Syarifudin, S.I.K., S.H., yang mewakili Dewan Pembina APSI, berharap Rakernas 2026 menghasilkan agenda kerja yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian meliputi penguatan kelembagaan dari tingkat pusat hingga daerah, peningkatan kompetensi dan sertifikasi sesuai ketentuan, pengembangan kode etik profesi, penguatan advokasi anggota, serta perluasan kemitraan dengan para pemangku kepentingan di bidang keamanan.
Selain itu, komunikasi internal dan konsolidasi antarpengurus perlu terus diperkuat agar setiap kebijakan dan program kerja dapat dipahami serta dilaksanakan secara konsisten di seluruh wilayah.
Menurutnya, organisasi profesi yang kuat bukan semata-mata ditentukan oleh kelengkapan struktur kepengurusan. Organisasi juga harus mampu menyatukan visi, menjaga integritas, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
Melalui Rakernas ini, APSI menempatkan pengembangan profesi sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh elemen organisasi.
Penguatan kelembagaan harus diikuti program yang memiliki indikator keberhasilan, evaluasi terbuka, serta akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan keputusan.
Ke depan, APSI diharapkan mampu menjadi jembatan antara aspirasi anggota, kebutuhan pengguna jasa, pembinaan dari pemangku kepentingan, dan perkembangan industri keamanan nasional.
Dengan konsolidasi yang semakin kuat dan kolaborasi yang lebih luas, APSI diharapkan tidak hanya berkembang sebagai organisasi profesi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas Satpam sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap profesi pengamanan.
Rakernas APSI 2026 di Semarang pun diharapkan menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang solid, inklusif, profesional, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mempertegas kontribusi Satpam dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kota Semarang Berduka, Atlet Silat Ayudiah Rivana Tridiandinita Berpulang usai Ikuti Kejuaraan Porprov Jateng 2026
- 2Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 3GEMPA LAMPUNG HARI INI! Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Tanggamus Lampung, Getaran Dirasakan hingga Kotaagung dan Pringsewu
- 4Atlet Pencak Silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Dunia Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 5GRATIS! Live Streaming Persib vs Melbourne Victory ACL Two Malam Ini, Tayang di RCTI dan Vision+
- 6Porprov XVII Jateng 2026: Taekwondo Kota Semarang Raih Emas dan Perak di Salatiga
- 7Catatan Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat Semarang yang Meninggal Usai Cedera di Porprov Jateng 2026
- 8Prediksi UMK Cilacap 2027: Naik Rp208–263 Ribu, Cukup Buat Apa di Kota Industri?
- 9Bening Intan Arya Lolos Semifinal Kick Boxing Porprov Jateng 2026, 10 Bulan Menanti Kembali Naik Ring Demi Emas Semarang
- 10Porprov Jateng 2026, Wakil Wali Kota Semarang Optimis Voli Sabet Emas




