Demam Tiga Hari Sebelum Race Day Borobudur Marathon? Ini yang Harus Kamu Lakukan

JATENG.AKURAT.CO, H-3 Borobudur Marathon 2026 jatuh pada 12 November, dan di titik ini tubuh bukan lagi soal latihan, tapi soal bertahan dari demam, kelelahan, dan godaan untuk “nambah satu sesi lagi” yang justru bikin race day berakhir di tenda medis.
Borobudur Marathon 2026 digelar Minggu, 15 November 2026 di Taman Lumbini, Magelang . Artinya, H-3 adalah Kamis, 12 November. Tiga hari lagi.
Kaki mungkin masih terasa ringan. Napas masih terkontrol. Tapi justru di fase inilah banyak pelari kehilangan akal sehat: merasa belum cukup latihan, lalu memaksakan diri latihan terakhir yang terlalu berat.
Padahal, di H-3, yang menentukan bukan tambahan latihan. Yang menentukan adalah seberapa baik kamu menjaga tubuh tetap tenang, cukup tidur, dan tidak kena virus.
Cuaca Magelang menambah tekanan. Kelembapan 85–88 persen, suhu terasa seperti 34°C, dan hujan bisa turun tiba-tiba karena November baru masuk awal musim hujan.
Tubuh yang kurang tidur, dehidrasi, atau sedang melawan virus akan jauh lebih cepat “protes” di lintasan. Berikut kiat-kiat yang masuk akal untuk dilakukan mulai Kamis ini.
1. Tapering: Kurangi Volume, Jangan Berhenti Total
H-3 bukan waktunya mengejar kilometer. Tapering idealnya sudah berjalan dua sampai tiga minggu sebelum race day. Di minggu terakhir, volume latihan turun drastis, tapi intensitasnya tetap dijaga sedikit agar kaki tidak “kaget” .
Lari pendek 20–30 menit dengan pace santai masih boleh. Yang harus dihindari adalah long run dadakan, interval berat, atau latihan tanjakan yang memaksa otot bekerja di luar kapasitas.
“Banyak yang belum paham kemampuan dirinya. Padahal jantung itu hanya bisa memberi sinyal kalau dia capek,” kata dr Iwan Wahyu Utomo, AIFO-K, dikutip Kompas .
2. Tabungan Tidur: 8 Jam Jadi 10 Jam
Ini bukan mitos. dr Andi Kurniawan, SpKO, menyebut tidur bisa “ditabung” sebelum lomba.
Kalau kebutuhan normalmu 8 jam, coba tambah jadi sekitar 10 jam di dua-tiga hari sebelum race day. Boleh dengan tidur lebih awal atau menambah napping siang .
“Ketika menabung tidur itu, walaupun malam hari sebelum race kita kurang tidur, ternyata dapat mempertahankan performa dengan baik,” ujarnya.
Jadi, jangan begadang nonton tutorial lari atau scroll race pack sampai jam dua pagi. H-3 adalah waktunya tidur lebih banyak, bukan lebih sedikit.
3. Karbohidrat: Tiga Hari Sebelum, Bukan Malam Sebelum
Carb loading bukan berarti makan sepiring besar nasi goreng jam sebelas malam sebelum lomba. Protokolnya berjalan tiga hari, dengan asupan karbohidrat sekitar 8–12 gram per kilogram berat badan per hari .
Pilih karbohidrat kompleks yang familiar: nasi, pasta, roti gandum, kentang, ubi. Kurangi serat tinggi dan makanan berminyak agar perut tidak kaget di hari-H.
Penelitian juga mencatat bahwa atlet yang mengonsumsi diet tinggi karbohidrat selama tiga hari sebelum lomba memiliki cadangan energi sekitar 20 persen lebih tinggi.
Tapi jangan coba makanan baru di H-3. Kalau belum pernah kamu makan, jangan dimulai sekarang.
4. Hidrasi: Jangan Tunggu Haus
Di cuaca lembap, rasa haus datang setelah dehidrasi mulai terjadi. Mulai Kamis ini, minum air secara teratur sepanjang hari, bukan hanya saat merasa kering di tenggorokan. Tambahkan elektrolit, terutama kalau kamu berkeringat banyak.
Saat lomba nanti, water station tersedia setiap 2–2,5 kilometer. Tapi di H-3, yang perlu kamu lakukan sederhana: jangan sampai urine berwarna gelap seperti teh pekat. Itu tanda tubuh belum cukup cairan.
5. Hindari Kerumunan dan Tempat Ramai
Ini yang sering dilupakan. Race pack pickup dan expo Borobudur Marathon biasanya ramai.
Antrean panjang, ruang tertutup, dan tangan menyentuh permukaan yang sama berulang kali adalah kombinasi ideal untuk tertular virus.
Kalau bisa, ambil race pack di jam yang lebih sepi. Pakai masker kalau kondisi tubuh sedang tidak fit. Cuci tangan atau bawa hand sanitizer.
Jangan berbagi botol minum dengan teman sesama pelari. Sepele, tapi demam tiga hari sebelum lomba bisa merusak persiapan berbulan-bulan.
6. Jangan Coba Sepatu Baru atau Suplemen Baru
Aturan klasik: nothing new on race week. Sepatu baru yang belum pernah dipakai untuk long run bisa membuat lecet di kilometer 10.
Suplemen baru yang belum pernah dicoba bisa membuat perut mulas di tengah lintasan. Gel baru dengan rasa yang belum pernah kamu konsumsi bisa memicu mual.
H-3 adalah waktu untuk menggunakan barang dan asupan yang sudah terbukti cocok di tubuhmu. Bukan waktu untuk bereksperimen.
7. Cek Suhu Tubuh, Jangan Dipaksa
Kalau kamu mulai merasa menggigil, tenggorokan perih, atau suhu tubuh naik, jangan diabaikan. Demam ringan pun sebaiknya tidak dipaksa untuk tetap berlari.
“Jika ada gejala demam, batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan, olahraga dilakukan di rumah,” demikian panduan kesehatan olahraga yang sering dikutip .
Jangan mengonsumsi obat penurun panas hanya agar bisa tetap start. Demam yang “ditutupi” dengan parasetamol bisa membuat tubuh bekerja lebih keras tanpa kamu sadari.
Kalau kondisi tidak membaik dalam 24 jam, pertimbangkan untuk tidak berlari. Race day masih ada tahun depan. Kesehatan tidak.
8. Kelola “Taper Crazies”
Tiga hari sebelum lomba, banyak pelari merasa gelisah, merasa kurang latihan, atau tiba-tiba ingin menambah sesi. Ini normal. Runners World bahkan menyebutnya “taper crazies” atau “taper tantrums” .
Cara paling aman menghadapinya: lakukan hal-hal kecil yang tidak menguras energi. Siapkan race outfit. Baca ulang strategi pacing. Visualisasikan tanjakan Cinta dan turunan panjang.
Jangan buka media sosial yang isinya membandingkan mileage orang lain. H-3 bukan waktunya kompetisi. H-3 adalah waktunya menenangkan diri.
Borobudur Marathon bukan lomba lari biasa. Ada tanjakan, ada kelembapan, ada kerumunan, dan ada godaan untuk tampil maksimal.
Tapi tiga hari sebelum start, tugasmu bukan menambah kekuatan. Tugasmu adalah menjaga tubuh tetap tenang, tidur cukup, makan dengan benar, dan tidak kena demam.
Garis finis tidak akan lari ke mana-mana. Tapi kalau kamu memaksakan diri di H-3, garis finis itu bisa berubah jadi pintu tenda medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kota Semarang Berduka, Atlet Silat Ayudiah Rivana Tridiandinita Berpulang usai Ikuti Kejuaraan Porprov Jateng 2026
- 2Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 3GEMPA LAMPUNG HARI INI! Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Tanggamus Lampung, Getaran Dirasakan hingga Kotaagung dan Pringsewu
- 4Atlet Pencak Silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Dunia Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri
- 5GRATIS! Live Streaming Persib vs Melbourne Victory ACL Two Malam Ini, Tayang di RCTI dan Vision+
- 6Porprov XVII Jateng 2026: Taekwondo Kota Semarang Raih Emas dan Perak di Salatiga
- 7Catatan Prestasi Ayudiah Rivana, Atlet Pencak Silat Semarang yang Meninggal Usai Cedera di Porprov Jateng 2026
- 8Prediksi UMK Cilacap 2027: Naik Rp208–263 Ribu, Cukup Buat Apa di Kota Industri?
- 9Bening Intan Arya Lolos Semifinal Kick Boxing Porprov Jateng 2026, 10 Bulan Menanti Kembali Naik Ring Demi Emas Semarang
- 10Porprov Jateng 2026, Wakil Wali Kota Semarang Optimis Voli Sabet Emas



