Menelusuri Sejarah dan Asal Usul Wingko Babat, Sejarah dan Kelezatan Kue Tradisional yang Melegenda dari Kota Babat

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang bisa menolak kelezatan cemilan Wingko babat? Kue tradisional berbentuk bundar dengan aroma kelapa yang khas ini selalu menjadi favorit banyak orang.
Namun, tahukah anda dari mana asal usul wingko babat dan bagaimana sejarahnya hingga menjadi camilan yang melegenda?
Dalam artikel kali ini kita akan mengulas lebih dalam tentang asal usul Wingko babat.
Asal Usul Wingko Babat: Kisah dari Kota Babat, Lamongan
Sesuai dengan namanya, wingko babat berasal dari kota Babat, yang terletak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kue ini pertama kali diciptakan oleh pasangan suami istri bernama Loe Soe Gwan dan Djoenaedi pada awal abad ke-20.
Loe Soe Gwan dan Djoenaedi awalnya adalah pedagang makanan kecil di Babat.
Mereka mencoba berbagai resep untuk menciptakan kue yang unik dan lezat.
Akhirnya, mereka menemukan resep wingko yang terbuat dari campuran kelapa parut, tepung ketan, gula, dan bahan-bahan lainnya.
Baca Juga: Mengungkap Asal Usul dan Sejarah Lumpia Semarang: Sejarah dan Evolusi Kuliner Ikonik
Mengapa Disebut Wingko Babat?
Nama "wingko" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "kue". Sementara "babat" diambil dari nama kota tempat kue ini pertama kali dibuat. Jadi, wingko babat secara harfiah berarti "kue dari Babat".
Perkembangan Wingko Babat: Dari Babat ke Seluruh Indonesia
Awalnya, wingko babat hanya dijual di sekitar kota Babat, Lamongan.
Namun, karena rasanya yang lezat dan unik, wingko babat mulai dikenal di kota-kota lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, dan Lamongan.
Pada tahun 1950-an, wingko babat mulai diproduksi secara massal dan dijual ke berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu merek wingko babat yang paling terkenal adalah Wingko Babat Cap Kereta Api, yang didirikan oleh Mulyono pada tahun 1952.
Wingko Babat Masa Kini: Tetap Digemari dan Berinovasi
Hingga kini, wingko babat tetap menjadi salah satu kue tradisional yang paling digemari di Indonesia.
Rasanya yang manis, gurih, dan legit membuat wingko babat cocok dinikmati sebagai camilan kapan saja.
Selain rasa original, kini juga banyak variasi wingko babat dengan berbagai rasa, seperti cokelat, pandan, dan keju.
Hal ini menunjukkan bahwa wingko babat terus berinovasi untuk memenuhi selera konsumen yang semakin beragam.
Wingko babat adalah bukti nyata bagaimana sebuah kue tradisional sederhana dapat menjadi bagian dari sejarah dan budaya Indonesia.
Dari kota kecil Babat, wingko babat telah menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi camilan yang dicintai oleh banyak orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










