Jateng

Nasi Grombyang Comal, Mengungkap Asal Usul dan Kelezatan Kuliner Legendaris Pemalang

Theo Adi Pratama | 29 September 2025, 13:29 WIB
Nasi Grombyang Comal, Mengungkap Asal Usul dan Kelezatan Kuliner Legendaris Pemalang

JATENG.AKURAT.CO, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menyimpan kekayaan kuliner yang tak terhitung jumlahnya.

Salah satu kuliner yang paling ikonik dan melegenda adalah Nasi Grombyang.

Hidangan berkuah kaya rempah ini bukan sekadar pengisi perut, melainkan juga cerminan sejarah dan budaya masyarakat Comal, Pemalang.

Bagi para pecinta kuliner yang mencari pengalaman rasa otentik, Nasi Grombyang menawarkan sensasi yang unik dan tak terlupakan.

Mari kita telusuri lebih dalam asal usul, keunikan, dan daya tarik kuliner khas Comal ini.

Apa Itu Nasi Grombyang?

Nasi Grombyang adalah hidangan nasi yang disiram dengan kuah kaya rempah dan potongan daging kerbau.

Ciri khasnya terletak pada kuahnya yang berwarna hitam pekat, hasil dari penggunaan kluwek dan rempah-rempah lainnya.

Nasi disajikan dalam mangkuk kecil, dengan kuah yang melimpah hingga "grombyang-grombyang" (bergoyang-goyang) karena banyaknya kuah.

Selain daging kerbau, Nasi Grombyang juga dilengkapi dengan taburan serundeng kelapa dan bawang goreng, menambah aroma dan cita rasa yang menggugah selera.

Jejak Sejarah dan Asal Usul Nasi Grombyang

Asal usul Nasi Grombyang tidak dapat dipastikan secara pasti, namun cerita yang beredar di masyarakat Comal mengaitkannya dengan seorang pedagang bernama H. Warso pada sekitar tahun 1960-an.

H. Warso, yang berjualan nasi dengan kuah daging kerbau, memiliki ciri khas menyajikan nasi dengan kuah yang sangat banyak hingga "grombyang-grombyang".

Dari sinilah kemudian muncul nama Nasi Grombyang yang melegenda.

Namun, ada pula yang meyakini bahwa Nasi Grombyang telah ada jauh sebelum era H. Warso, hanya saja belum memiliki nama yang spesifik.

Hidangan serupa dengan kuah daging kerbau telah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Comal sejak lama, terutama saat perayaan atau acara-acara besar.

Penggunaan daging kerbau sendiri memiliki nilai simbolis, karena kerbau dianggap sebagai hewan yang kuat dan memiliki peran penting dalam pertanian.

Terlepas dari mana cerita yang benar, Nasi Grombyang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Comal.

Hidangan ini terus dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi, menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Keunikan dan Daya Tarik Nasi Grombyang

Nasi Grombyang memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya istimewa.

Pertama, cita rasa kuahnya yang kaya rempah dan unik, dengan sentuhan kluwek yang memberikan warna hitam pekat dan rasa sedikit pahit yang khas.

Yang kedua adalah penggunaan daging kerbau, yang memberikan tekstur dan rasa yang berbeda dari daging sapi atau ayam.

Ketiga, penyajiannya yang khas dengan mangkuk kecil dan kuah yang melimpah, menciptakan sensasi "grombyang-grombyang" yang menarik.

Selain itu, Nasi Grombyang juga memiliki nilai budaya yang tinggi.

Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara penting, seperti pernikahan, khitanan, atau perayaan hari besar lainnya.

Nasi Grombyang menjadi simbol kebersamaan dan kemeriahan, mempererat tali silaturahmi antar warga.

Nasi Grombyang bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga warisan budaya yang patut dilestarikan.

Kelezatan rasanya, keunikan penyajiannya, dan nilai sejarahnya menjadikan Nasi Grombyang sebagai ikon kuliner yang membanggakan bagi masyarakat Comal, Pemalang.

Jika Anda berkunjung ke Pemalang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Nasi Grombyang.

Rasakan sendiri sensasi "grombyang-grombyang" di lidah anda dan nikmati kelezatan kuliner yang telah melegenda ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.