Jateng

Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Kuliner Wedang Ronde, Minuman Tradisional yang Menyehatkan

Theo Adi Pratama | 7 September 2025, 13:02 WIB
Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Kuliner Wedang Ronde, Minuman Tradisional yang Menyehatkan

JATENG.AKURAT.CO, Wedang ronde adalah minuman tradisional yang dapat menghangatkan badan.

Dengan isian bola-bola kenyal yang menggugah selera, merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia.

Saat malam hari atau cuaca dingin, wedang ronde menjadi pilihan yang sempurna untuk menghangatkan tubuh dan memanjakan lidah.

Dalam artikel kali ini akan membahas asal usul wedang ronde, mengungkap sejarahnya, serta mengapa minuman ini tetap menjadi favorit hingga sekarang.

Asal Usul Wedang Ronde

Wedang ronde, yang juga dikenal dengan nama "tangyuan" di Tiongkok, memiliki akar sejarah yang kaya dan panjang.

Minuman ini diperkirakan berasal dari Tiongkok dan dibawa oleh para pedagang Tiongkok ke berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Proses adaptasi dan modifikasi resep kemudian menghasilkan wedang ronde yang kita kenal sekarang.

Di Tiongkok, tangyuan sudah ada sejak Dinasti Song (960-1279 M). Pada awalnya, tangyuan disajikan sebagai hidangan khusus saat Festival Lampion (Yuan Xiao), yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan pertama kalender lunar.

Bola-bola tangyuan yang bulat melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga.

Baca Juga: Asal Usul Kuliner Wedang Tahu, Minuman Hangat Khas Semarang dengan Sentuhan Sejarah

Perkembangan di Indonesia

Ketika tiba di Indonesia, tangyuan mengalami penyesuaian rasa dan penyajian.

Masyarakat lokal menambahkan jahe dan gula merah untuk menciptakan rasa yang lebih sesuai dengan selera Indonesia.

Jahe memberikan sensasi hangat yang pas, sementara gula merah memberikan rasa manis yang khas.

Selain itu, ditambahkan pula kacang tanah sangrai dan potongan roti tawar sebagai pelengkap.

Kombinasi ini menghasilkan wedang ronde yang tidak hanya lezat tetapi juga menyehatkan.

Di Indonesia, wedang ronde menjadi sangat populer di berbagai daerah, terutama di Jawa.

Minuman ini sering dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.

Wedang ronde menjadi teman setia di kala dingin, menghangatkan tubuh dan memberikan energi.

Bahan dan Cara Pembuatan

Wedang ronde terdiri dari dua komponen utama: bola-bola ronde dan kuah jahe. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:

- Bola-bola Ronde:

- Tepung ketan

- Air hangat

- Pewarna makanan (opsional)

- Isian (kacang tanah sangrai yang dihaluskan dan dicampur gula)

- Kuah Jahe:

- Jahe

- Gula merah

- Air

- Daun pandan (untuk aroma)

- Sereh (opsional)

- Kacang tanah sangrai (sebagai taburan)

- Potongan roti tawar

Cara pembuatannya cukup rumit tetapi hasilnya sepadan.

Bola-bola ronde dibuat dengan mencampurkan tepung ketan dan air hangat hingga menjadi adonan yang kalis.

Adonan kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan diisi dengan kacang tanah sangrai yang telah dihaluskan dan dicampur gula.

Kuah jahe dibuat dengan merebus jahe, gula merah, air, daun pandan, dan sereh (jika digunakan) hingga mendidih dan gula larut.

Popularitas Wedang Ronde di Jaman Sekarang

Meskipun telah ada sejak lama, wedang ronde tetap eksis dan digemari hingga saat ini.

Banyak pedagang wedang ronde yang telah berjualan secara turun temurun, menjaga resep asli dan kualitas rasa.

Selain itu, wedang ronde juga mulai diinovasi dengan berbagai tambahan topping seperti kolang-kaling, agar-agar, atau bahkan es krim, untuk menarik minat generasi muda.

Wedang ronde tidak hanya populer di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Banyak wisatawan yang penasaran ingin mencoba minuman tradisional ini dan merasakan kehangatan serta kelezatannya.

Manfaat Kesehatan

Selain rasanya yang lezat, wedang ronde juga memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Jahe memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meredakan masalah pencernaan.

Kacang tanah kaya akan protein dan lemak sehat yang baik untuk tubuh, sementara gula merah memberikan energi dan rasa manis alami.

Kombinasi semua bahan ini menjadikan wedang ronde sebagai minuman yang tidak hanya nikmat tetapi juga menyehatkan.

Wedang ronde adalah bukti nyata bagaimana sebuah tradisi kuliner dapat bertahan dan terus relevan dari generasi ke generasi.

Minuman ini bukan hanya sekedar pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang patut dilestarikan.

Jika anda ingin merasakan kehangatan dan kelezatan tradisional Indonesia, wedang ronde adalah pilihan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.