Jateng

Jelang Musim Penghujan, KAI Daop 4 Semarang Pantau Normalisasi Jalur Antisipasi Banjir

Muhammad Husni Mushonifi | 17 Oktober 2026, 10:47 WIB
Jelang Musim Penghujan, KAI Daop 4 Semarang Pantau Normalisasi Jalur Antisipasi Banjir

JATENG.AKURAT.CO, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem melalui pemeriksaan dan pemantauan intensif di sejumlah Daerah Pantauan Khusus (Dapsus). 

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan prasarana akibat hujan lebat, banjir, genangan air, luapan sungai, longsor, maupun pergerakan tanah yang dapat menggangu keselamatan perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa terdapat 13 titik Dapsus yang menjadi perhatian khusus, terdiri atas 7 titik rawan banjir atau genangan, 2 titik rawan longsor atau pergerakan tanah, serta 4 titik dengan potensi kerawanan lainnya. 

Penetapan lokasi tersebut didasarkan pada hasil pendataan dan evaluasi teknis dengan mempertimbangkan kondisi tanah, badan jalan rel, drainase, lereng, serta kedekatan dengan aliran sungai.

“Daerah Pantauan Khusus menjadi salah satu fokus perhatian kami, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi kerawanan sejak dini dan memastikan penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan teknis di lapangan,” ujar Luqman, Sabtu (17/10/2026).

Pemeriksaan meliputi kondisi rel, bantalan, balas, tubuh badan jalan rel, lereng, talud, saluran air, gorong-gorong, jembatan, serta bangunan pendukung lainnya. 

KAI juga meningkatkan frekuensi pemantauan, memperkuat koordinasi antarpersonel, dan memastikan kesiapan petugas, material, serta peralatan untuk mengantisipasi kondisi darurat. 

Apabila ditemukan indikasi gangguan, langkah pengamanan operasional dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian teknis.

Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan normalisasi dan pemeliharaan prasarana sesuai kebutuhan di lapangan. 

Kegiatan tersebut meliputi pembersihan saluran drainase dan gorong-gorong dari lumpur, endapan tanah, sampah, serta material penghambat aliran air; penanganan material di sekitar jalur rel; pemeliharaan badan jalan rel dan balas; pemeriksaan serta penanganan lereng, talud, dan tebing yang berpotensi mengalami erosi atau pergerakan tanah; serta pemeriksaan dan pemeliharaan bangunan hikmat, seperti jembatan dan gorong-gorong.

“Pemantauan dan normalisasi prasarana kami lakukan secara berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi teknis. Kami memastikan kesiapan petugas dan peralatan pendukung agar potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin. Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama,” tegas Luqman.

KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu prasarana perkeretaapian serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan jalur kereta api.

"Melalui pemantauan intensif, mitigasi risiko, dan pemeliharaan prasarana secara berkelanjutan, KAI Daop 4 Semarang berkomitmen menjaga keandalan jalur serta mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan," tutup Luqman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.