Mengungkap Misteri Sejarah Situs Arca Gupolo di Sekitar Candi Prambanan

AKURAT.CO Sejarah, Candi Prambanan mungkin menjadi primadona bagi para pengunjung yang tertarik dengan keajaiban arsitektur Hindu-Buddha di Indonesia.
Namun, sedikit yang tahu bahwa di sekitar wilayah megah Candi Prambanan, terdapat situs-situs bersejarah yang tidak kalah menarik.
Salah satunya adalah Situs Arca Gupolo, sebuah tempat yang menyimpan sejarah dan misteri dalam keberadaannya.
Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Aramba, Keajaiban Alat Musik Nusantara yang Terlupakan
Terletak tidak jauh dari Candi Ijo dan Candi Barong, Situs Arca Gupolo berada di Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Dikelilingi oleh hutan dengan ketinggian mencapai 195 meter di atas permukaan laut, situs ini menjadi bagian dari kekayaan arkeologis yang memperkaya cakrawala budaya Indonesia.
Situs Arca Gupolo terdiri dari 7 arca berciri agama Hindu.
Di antara arca-arca tersebut, yang paling mencolok adalah patung Agastya setinggi kurang lebih 2 meter.
Nama "Gupolo" diberikan oleh penduduk setempat, merujuk pada arca raksasa penjaga pintu.
Meskipun bentuk arca Agastya tidak lagi lengkap, lambang trisula yang dipegangnya dengan gagah berani sebagai lambang Dewa Siwa masih terlihat jelas.
Menariknya, situs ini hingga kini masih digunakan oleh umat Hindu untuk bersembahyang.
Keberadaannya di tengah hutan dan dihiasi rumpun bambu memberikan suasana mistis dan tenang, menciptakan tempat yang cocok untuk kontemplasi spiritual.
Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Bonang, Keunikan Alat Musik Gamelan Jawa yang Memukau
Di sekitar arca Agastya, terdapat 7 arca Dewa Hindu dalam posisi duduk, meskipun kepala mereka sudah tidak ada.
Di bagian barat daya situs, terdapat arca Ganesha yang besar dengan dimensi 605 x 400 cm dan ketebalan 125 cm. Sayangnya, kepala arca ini sudah hilang dari tempatnya.
Cerita seputar Situs Arca Gupolo sendiri masih dipenuhi dengan misteri.
Meski sejarah pastinya belum dapat ditemukan, cerita rakyat di kalangan masyarakat setempat menyebutkan bahwa Gupolo adalah nama patih dari Ratu Boko.
Baca Juga: Sejarah Alat Musik Tradisional: Kolintang, Harmoni Tradisi Sulawesi Utara yang Tetap Berdentum
Patih ini dikatakan mengubur tokoh sakti Bandung Bondowoso di dalam sumur Jalatunda karena perbuatannya membunuh Ratu Boko.
Namun, dengan keajaiban, Bandung Bondowoso berhasil bangkit kembali, bahkan berkeinginan untuk memperistri Rara Jonggrang yang cantik jelita.
Dalam tradisi Hindu, Gupolo adalah juga merupakan nama lain dari Agastya, seorang resi besar yang sangat sakti dan dihormati.
Dalam kitab Ramayana dan Mahabharata, namanya telah dikenal sebagai mahaguru yang turun ke dunia untuk mengajarkan ajaran dharma.
Situs Arca Gupolo, dengan segala misteri dan sejarah yang menyertainya, menjadi bukti hidup dari keberagaman budaya dan spiritualitas yang telah menyatu di tanah air kita.
Keberadaannya menjadi undangan bagi kita semua untuk menjelajahi dan menghargai kekayaan warisan nenek moyang yang tersembunyi di sekitar Candi Prambanan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 8Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






