Jateng

Cek Harga Sebelum Belanja! Update Bumbu Dapur Pagi Ini 16 Oktober 2026

Theo Adi Pratama | 16 Oktober 2026, 08:03 WIB
Cek Harga Sebelum Belanja! Update Bumbu Dapur Pagi Ini 16 Oktober 2026
Update harga cabai dan bawang merah

JATENG.AKURAT.CO, Pagi ini, Jumat (16/10/2026), harga cabai dan bawang merah di pasar tradisional masih bikin dompet keringat dingin: cabai rawit merah bertahan di kisaran Rp80 ribu hingga Rp105 ribu per kilogram, sementara bawang merah stabil di angka Rp37 ribuan—dan pedagang sayur pun mulai pasrah.

Baca Juga: Jakarta Pagi Ini 16 Oktober 2026 Panas Banget! Suhu Tembus 35 Derajat, Warga: Kayak Matahari Sejengkal di Atas Kepala

Bumbu Dapur Jadi Barang Mewah

Kalau kamu mampir ke pasar pagi ini buat belanja mingguan, jangan kaget kalau harga cabai bikin mata melotot.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 14 Oktober 2026 mencatat harga cabai rawit merah masih bertengger di Rp104.750 per kilogram, turun tipis dari Rp105.300 pada 13 Oktober.

Sementara itu, cabai merah besar naik 9,14 persen jadi Rp76.400 per kilogram, dan cabai merah keriting ada di angka Rp86.800 per kilogram.

Ini rangkuman harga rata-rata nasional per 14 Oktober 2026:

Komoditas

Harga (per kg)

Perubahan

Cabai Rawit Merah

Rp104.750

Naik 2,70%

Cabai Merah Keriting

Rp86.800

Naik 4,08%

Cabai Merah Besar

Rp76.400

Naik 9,14%

Bawang Merah Sedang

Rp39.350

Naik 6,50%

Bawang Putih Sedang

Rp39.950

Naik 2,96%

Harga cabai rawit merah itu jauh di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram.

Artinya, harga di pasaran sudah melampaui batas acuan hingga hampir dua kali lipat.

Baca Juga: Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah

Beda Kota, Beda Harga: Cerita dari Berbagai Daerah

Harga bumbu dapur ini nggak seragam di seluruh Indonesia. Ada daerah yang harganya lebih “bersahabat”, ada juga yang bikin geleng-geleng kepala.

Paling Mahal: Bone Bolango, Gorontalo

Di Kabupaten Bone Bolango, cabai rawit merah dijual Rp140.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting Rp110.000 per kilogram. Bawang merah di sana “cuma” Rp35.000 per kilogram.

Menengah: Jawa Tengah

Di Brebes—yang terkenal sebagai sentra bawang merah—harga cabai rawit merah menembus Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp65.000–Rp70.000.

Sementara di Purwokerto, harga cabai masih bertahan di kisaran Rp70.000–Rp90.000 per kilogram hingga Selasa (13/10).

Bawang merah di Banyumas tercatat Rp31.583 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp30.000.

Sementara di Pasar Manis Purwokerto, pedagang mengeluhkan stok yang tersedia tapi harga tetap tinggi. “Harga cabai masih tinggi. Padahal stok di pasaran tersedia,” tutur Tukiyah, pedagang sayuran Pasar Wangon.

Lebih Stabil: Bojonegoro dan Padang

Di Pasar Wisata Bojonegoro, harga cabai rawit turun dari Rp70.000 menjadi Rp62.000 per kilogram. Cabai keriting Rp60.000 per kilogram, dan bawang merah dijual Rp27.000 per kilogram.

Di Pasar Raya Padang, cabai rawit merah Rp70.000 per kilogram, cabai rawit setan Rp90.000 per kilogram, dan bawang merah biasa Rp26.000 per kilogram.

Baca Juga: Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo, 16 Oktober 2026: Piere Tendean Ditutup 14 Hari! Ini Rute Alternatif Biar Nggak Nyangkut

Kenapa Harga Bumbu Dapur Makin “Pedes”?

Menteri Perdagangan Budi Santoso buka suara soal lonjakan ini.

Menurutnya, cuaca panas yang berkepanjangan pada musim kemarau berpengaruh terhadap produksi cabai di Indonesia.

“Harga cabai itu kan rata-rata cabai rawit merah Rp70.000-an [per kilogram] kalau enggak salah ya, dari HET-nya Rp57.000 [per kilogram]. Ini karena memang cuacanya seperti ini. Kami sudah komunikasi dengan asosiasi petani cabai,” kata Budi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup tinggi pada minggu pertama Oktober 2026, mencapai 10,21 persen.

Harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai rawit mencapai Rp86.846 per kilogram pada awal Oktober 2026, naik dari Rp78.802 per kilogram pada bulan sebelumnya.

Kepala Pasar Belakang Kodim Brebes, Amirudin, juga mengonfirmasi hal serupa.

“Hasil panen petani yang menyusut membuat harga kebutuhan pangan naik signifikan,” ujarnya.

Deputi BPS, Ateng Hartono, memperingatkan bahwa tren kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah dapat memperlebar selisih dengan HAP, berpotensi menambah tekanan inflasi year-on-year jika tidak dikendalikan sampai Desember.

Baca Juga: Update Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Solo, Jumat 16 Oktober 2026: Hari Ini Cerah Terik Tanpa Ampun

Petani Turun Tangan: Jual Cabai Harga “Ramah Dompet”

Di tengah harga yang bikin gigit jari, ada kabar baik dari Magelang. Asosiasi Champion Cabai Kabupaten Magelang bersama Dinas Pertanian dan Pangan setempat menggelar penjualan cabai dengan harga terjangkau mulai Selasa (13/10) hingga Jumat (16/10) ini.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Sudarno, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan cabai dengan harga lebih murah.

“Sebagai petani, kami ingin membantu para konsumen cabai dengan harga yang terjangkau atau harga di tingkat petani,” kata Sudarno.

Cabai dijual Rp45.000 per kilogram, atau lebih rendah dibandingkan harga pasaran yang berkisar Rp50.000–Rp55.000 per kilogram.

Cabai dikemas masing-masing seberat 200 gram dan dijual Rp9.000 per kemasan. Hingga Kamis (15/10), cabai rawit yang terjual mencapai 1,2 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ari Tri Arti, mengatakan gerakan ini diinisiasi sebagai upaya mengendalikan inflasi akibat tingginya harga cabai.

Dampak ke Konsumen: Dari Harga Warung sampai Pola Belanja

Kenaikan harga bumbu dapur ini nggak cuma soal angka di pasar. Efeknya merambat ke mana-mana.

Warung makan: Nola, pemilik warung makan di Purwokerto, mengaku harus menaikkan harga jual. “Saya harus menyesuaikan harga dengan menaikkan per porsi nasi ayam goreng dari biasanya Rp13.000 menjadi Rp14.000,” tuturnya.

Konsumen: Nur Ainul, salah satu pembeli di Brebes, berharap pemerintah segera turun tangan. “Harusnya pemerintah turun tangan melakukan intervensi agar harga kebutuhan pangan bisa stabil,” keluh Nur Ainul.

Pedagang: Banyak pedagang yang mulai mengurangi jumlah belanja karena modal yang terbatas. Harga yang tinggi membuat daya beli masyarakat menurun, dan pedagang pun ikut terimbas.

Yang Bisa Kamu Lakukan

BMKG dan Kemendag sudah mengimbau masyarakat untuk bijak dalam belanja. Ini poin-poin pentingnya biar dompet tetap aman:

1. Belanja di pasar tradisional yang lebih terjangkau. Harga di pasar induk biasanya lebih murah dibanding pasar retail modern.

2. Manfaatkan gerakan penjualan langsung dari petani. Beberapa daerah sudah menginisiasi penjualan cabai harga petani. Pantau informasi dari dinas pertanian setempat.

3. Beli sesuai kebutuhan. Jangan menimbun cabai atau bawang merah. Selain tidak tahan lama, menimbun hanya memperparah kelangkaan.

4. Cek harga via aplikasi. PIHPS Bank Indonesia dan aplikasi “Info Pangan Jakarta” bisa jadi referensi harga terkini sebelum kamu berangkat ke pasar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.