Jateng

Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo, 16 Oktober 2026: Piere Tendean Ditutup 14 Hari! Ini Rute Alternatif Biar Nggak Nyangkut

Theo Adi Pratama | 16 Oktober 2026, 07:34 WIB
Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo, 16 Oktober 2026: Piere Tendean Ditutup 14 Hari! Ini Rute Alternatif Biar Nggak Nyangkut
foto ilustrasi - Kemacetan Kota Semarang

JATENG.AKURAT.CO, Pagi ini, Jumat (16/10/2026), warga Semarang dan Solo kembali harus berdamai dengan rutinitas yang melelahkan: antrean kendaraan yang bikin waktu tempuh membengkak, proyek yang belum kelar, dan rekayasa arus yang bikin Google Maps jadi merah padam sejak subuh.

Baca Juga: Update Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Solo, Jumat 16 Oktober 2026: Hari Ini Cerah Terik Tanpa Ampun

Semarang: Drama Tiga Titik yang Bikin Berangkat Kerja Harus Ekstra Sabar

Buat kamu yang tinggal di Semarang dan rutin melintas di jam sibuk pagi, hari ini bukan waktunya berharap jalanan lengang. Sejumlah titik masih jadi langganan padat merayap, terutama antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

1. Jalan Kapten Piere Tendean – Ditutup 14 Hari

Ini yang paling anyar dan paling bikin pusing. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang resmi menutup sementara Jalan Kapten Piere Tendean, tepatnya di lingkar Taman Signature atau Taman Parikesit yang mengarah ke Balai Kota dan Tugu Muda.

Penutupan mulai 14 Oktober hingga 28 Oktober 2026, murni untuk proyek drainase, bukan demo atau acara politik.

Artinya, kalau kamu biasa melintas dari Jalan Pemuda dan belok ke arah Balai Kota lewat lingkar Taman Signature, dua minggu ke depan kamu harus cari akal.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, bilang proyek ini sebelumnya sempat dihentikan sementara karena berpotensi mengganggu lalu lintas, tapi kini dilanjutkan kembali.

"September ini masih cukup waktu. Kebanyakan selesainya pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20," ujarnya, dikutip RRI.

2. Jalan Madukoro – Perbaikan Rel, Sistem Buka-Tutup

Perbaikan rel kereta api di perlintasan sebidang yang dilakukan KAI Daop 4 Semarang masih berlangsung.

Sistem buka-tutup satu sisi di titik ini bikin akses menuju Bandara Ahmad Yani tersendat sejak pagi.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, sudah mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan Jalan Arteri Utara sebagai jalur alternatif.

Pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api.

"Perbaikan ini sangat diperlukan untuk memastikan operasional kereta api yang andal, aman, dan nyaman serta mengurangi potensi gangguan perjalanan," ujarnya.

3. Tugu Muda – Sisa Rekayasa Kemarin

Meski pengalihan arus untuk peringatan Pertempuran Lima Hari sudah berakhir, dampak residu dari rekayasa dua hari sebelumnya masih terasa.

Kawasan Paragon, Jalan Imam Bonjol, Jalan Kiai Saleh, hingga Simpang Eka Karya masih dalam pengawasan ketat petugas.

Selain tiga titik itu, Jalan Kedungmundu Raya, Kaligawe Raya, Majapahit (yang masih dalam masa betonisasi), Siliwangi, hingga Simpang Kalibanteng tetap jadi langganan padat merayap setiap hari.

Solo: Nonongan dan Yos Sudarso Masih Jadi Biang Drama

Di Solo, pagi hari bukan cuma soal macet, tapi juga soal proyek yang belum kelar. Jalan Slamet Riyadi, terutama di koridor Nonongan, jadi langganan padat merayap di jam berangkat kerja dan sekolah, sekitar pukul 07.00–09.00 WIB.

Masalah utamanya: proyek revitalisasi Jalan Yos Sudarso sisi barat masih berlangsung hingga Desember 2026.

Sejak Agustus lalu, arus dari selatan ke utara ditutup sementara, dan pengendara dialihkan lewat simpang Gemblegan, Jl Veteran, Jl Kapten Mulyadi, atau via Simpang Coyudan, Jl Radjiman, dan Jl Gatot Subroto.

Kepala Dishub Solo, Taufiq Muhammad, menjelaskan bahwa arus dari arah selatan (Coyudan/Sukoharjo) menuju utara (Nonongan/Jalan Slamet Riyadi) ditutup sementara, sementara arus dari Simpang Nonongan menuju Coyudan masih tetap dapat dilalui.

Proyek ini menelan anggaran lebih dari Rp 11 miliar dari APBD 2026, dengan target selesai akhir tahun.

Selain memindahkan jaringan utilitas ke bawah tanah, trotoar juga dilebarkan dari sekitar satu meter menjadi 2,5 meter agar lebih nyaman bagi pejalan kaki.

Tips Biar Nggak Nyangkut di Jalan

BMKG dan Dishub sudah mengimbau masyarakat untuk mengatur ulang waktu perjalanan. Kalau bisa, berangkat lebih awal 15–30 menit dari biasanya.

Manfaatkan aplikasi navigasi real-time untuk memantau kondisi terkini. Untuk pengendara dari arah barat yang mau ke pusat kota Semarang, disarankan lewat Pamularsih dan Kaligarang untuk menghindari kepadatan di sekitar Jalan dr. Kariadi dan Jalan Pemuda.

Dan yang paling penting: sabar. Karena macet di Semarang dan Solo pagi ini bukan soal "kalau", tapi "seberapa parah".

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.