Jateng

Update Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Solo, Jumat 16 Oktober 2026: Hari Ini Cerah Terik Tanpa Ampun

Theo Adi Pratama | 16 Oktober 2026, 07:24 WIB
Update Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Solo, Jumat 16 Oktober 2026: Hari Ini Cerah Terik Tanpa Ampun
Ilustrasi cuaca cerah hari ini

JATENG.AKURAT.CO, Cuaca Semarang dan Solo, Jumat (16/10/2026), diprediksi cerah terik tanpa hujan sepanjang hari dengan suhu puncak menembus 37 derajat Celsius, dipicu fenomena El Nino yang masih berstatus sangat kuat.

Semarang: Cerah Sejak Pagi, Gerah Maksimal di Siang Hari

Buat kamu yang berencana ngantor, kuliah, atau jalan-jalan menyambut akhir pekan, langit Semarang hari ini bersih dari awan hujan.

Tapi siap-siap, kipas angin dan botol minum bakal jadi teman setia kamu seharian.

Berdasarkan data BMKG, cuaca di Kota Semarang diprakirakan cerah hingga cerah berawan sepanjang hari.

Suhu pagi berkisar 27–33 derajat Celsius, lalu melonjak tajam ke 34–36 derajat Celsius pada puncak siang.

Sementara itu, wilayah Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Timur, Gayamsari, dan Genuk semuanya diprakirakan cerah, dengan kelembapan udara berkisar 38–75 persen.

Menjelang sore hingga malam, suhu perlahan turun ke kisaran 28–31 derajat Celsius.

Angin bertiup dominan dari barat laut menuju tenggara dengan kecepatan 5–14 km/jam. Tidak ada potensi hujan sama sekali.

Solo Raya: Lebih Panas Lagi, Tembus 37 Derajat

Kalau kamu mengira Semarang sudah panas, tunggu sampai cek Solo. Kota Surakarta dan sekitarnya diprediksi mengalami suhu yang lebih menyengat, mencapai 36–37 derajat Celsius pada siang hari.

Kawasan sekitar Gunung Merapi yang mencakup Sleman, Boyolali, Magelang, dan Salatiga juga diprakirakan cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu 18–31 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 98 persen.

Jadi kalau kamu berencana naik ke dataran tinggi untuk cari udara sejuk, tetap bawa jaket tipis dan tabir surya.

El Nino Jadi Biang Keroknya

Panas yang kamu rasakan hari ini bukan sekadar perasaan. Ketua Tim Manajemen dan Operasional Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Giarto, menjelaskan bahwa wilayah Indonesia saat ini tengah terdampak fenomena El Nino yang berkategori sangat kuat.

Dampaknya, musim kemarau jadi lebih panjang dan curah hujan jauh lebih sedikit dari normalnya.

“Memang saat ini kita ini seluruh wilayah Indonesia secara umum ini terdampak oleh fenomena gelombang El Nino. Dampaknya sangat kuat sehingga musim kemaraunya menjadi lebih panjang, lebih mundur, dan curah hujannya juga menjadi lebih sedikit daripada normalnya,” ujar Giarto.

Selain El Nino, kata Giarto, Oktober memang secara klimatologis merupakan salah satu bulan terpanas dalam setahun.

Posisi semu matahari yang berada tepat di atas wilayah Indonesia membuat radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi sangat tinggi.

Minimnya tutupan awan memperparah kondisi ini — sinar matahari langsung menghantam aspal, beton, dan bangunan tanpa filter alami.

Kawasan dengan banyak permukaan aspal dan bangunan cenderung terasa lebih panas dibandingkan wilayah yang masih punya banyak vegetasi.

Jadi kalau kamu di pusat kota, jangan heran kalau suhu yang dirasakan jauh lebih gerah dari angka yang tercatat.

Kapan Hujan Datang?

Pertanyaan yang paling sering muncul di kolom komentar pasti: kapan hujan turun? Giarto memperkirakan frekuensi hujan baru mulai terlihat di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada November, khususnya dasarian II atau sekitar tanggal 11–20 November 2026.

Jadi masih ada beberapa minggu lagi untuk bertahan dengan cuaca panas ini.

Tips Biar Nggak Kepanasan Berlebihan

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan, terutama saat paparan sinar matahari sedang tinggi.

Radiasi matahari yang intens bisa melemahkan kondisi fisik. Selain itu, potensi kebakaran lahan dan hutan juga meningkat karena material di permukaan bumi mudah terbakar.

Hindari membakar sampah atau material lain di area terbuka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.