Jateng

Jakarta Pagi Ini 16 Oktober 2026 Panas Banget! Suhu Tembus 35 Derajat, Warga: Kayak Matahari Sejengkal di Atas Kepala

Theo Adi Pratama | 16 Oktober 2026, 07:55 WIB
Jakarta Pagi Ini 16 Oktober 2026 Panas Banget! Suhu Tembus 35 Derajat, Warga: Kayak Matahari Sejengkal di Atas Kepala
Ilustrasi cuaca hari ini. - Canva

JATENG.AKURAT.CO, Jumat pagi (16/10/2026) ini, Jakarta nggak main-main soal panas: suhu udara diprediksi menyentuh 33–35 derajat Celsius di sejumlah wilayah, dan yang bikin gerah, efeknya terasa kayak “matahari sejengkal di atas kepala”.

Baca Juga: Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah

Pagi Cerah, Tapi Siang Bakal “Nge-pedes”

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini didominasi cerah berawan dari pagi hingga sore.

Nggak ada potensi hujan. Artinya, buat kamu yang berencana ngopi di luar atau jalan kaki ke halte, siapkan mental dan fisik.

Rincian suhu per wilayah:

  • Jakarta Pusat: 27–33°C, cerah berawan sejak pagi

  • Jakarta Selatan: 26–35°C, cerah pada pukul 07.00 WIB

  • Jakarta Timur: 26–35°C, cerah sejak pagi

  • Jakarta Barat: 27–33°C, cerah menjelang siang

  • Jakarta Utara: 27–32°C, berubah cerah sore hari

BMKG mencatat suhu udara Jakarta dalam beberapa hari terakhir memang berkisar 34 sampai 36 derajat Celsius.

Jadi kalau kamu merasa pagi ini sudah gerah sejak bangun, bukan perasaanmu doang.

Baca Juga: Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo, 16 Oktober 2026: Piere Tendean Ditutup 14 Hari! Ini Rute Alternatif Biar Nggak Nyangkut

Kenapa Jakarta Terasa “Pedes” Banget?

Ada beberapa faktor yang bikin panas Jakarta akhir-akhir ini terasa lebih menyengat dari angka yang tertera di termometer.

1. Musim Kemarau + Langit Cerah

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa curah hujan yang berkurang membuat langit lebih cerah dan awan sedikit. Efeknya, radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi jadi lebih maksimal.

“Musim kemarau plus langit lebih cerah saat curah hujan berkurang dan awan sedikit, radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi jadi lebih maksimal,” ujar Guswanto, dikutip detikNews.

2. El Nino Masih Berstatus Sangat Kuat

El Nino masih aktif dan berkategori sangat kuat. Fenomena ini berkontribusi mengurangi curah hujan di Indonesia, sehingga musim kemarau jadi lebih kering dan lebih panjang.

3. Urban Heat Island

Ini yang bikin Jakarta beda dari daerah lain. Aspal, beton, gedung, kendaraan, dan minimnya area hijau membuat panas tersimpan lebih lama dibanding daerah yang lebih banyak vegetasinya.

“Efek ‘urban heat island’ Jakarta ini faktor lokal. Aspal, beton, gedung, kendaraan, dan minimnya area hijau membuat panas tersimpan lebih lama. Akibatnya malam hari pun sering masih terasa gerah,” jelas Guswanto.

Guswanto menyimpulkan panas Jakarta kemungkinan besar merupakan kombinasi dari kemarau, langit cerah, udara kering, efek kota besar, dan El Nino.

Baca Juga: Update Prakiraan Cuaca Kota Semarang dan Solo, Jumat 16 Oktober 2026: Hari Ini Cerah Terik Tanpa Ampun

Cerita Warga: “Matahari Kayak Sejengkal di Atas Kepala”

Panas yang menyengat ini bukan cuma angka di layar ponsel. Warga Jakarta benar-benar merasakannya, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan.

Mohammad Farid (42), pengemudi ojek online, sudah pasrah. Demi melindungi kulitnya dari terik, ia selalu mengenakan pakaian tertutup—jaket, sarung tangan, celana panjang, kaus kaki, hingga masker yang menutupi hampir seluruh wajah.

“Rasanya kayak matahari cuma sejengkal di atas kepala,” ujarnya, dikutip Kompas.id.

Farid bilang, puncak sengatan panas terjadi pukul 13.00 sampai 15.00 WIB.

Tak jarang ia memilih tidak mengambil order di jam-jam tersebut demi menghindari terik yang tak tertahankan.

Paparan keringat berlebih juga membuat kulit lengan dan punggungnya sering mengalami biang keringat.

Ardhan (28), pekerja konstruksi di Jalan MH Thamrin, juga senasib. Sehari-hari ia bekerja di lantai 50-an gedung pencakar langit, langsung di bawah paparan sinar matahari.

“Saya kerja di lantai 50-an. Bayangin aja kena matahari dari gedung setinggi itu panasnya kayak apa,” ucapnya sambil menunjuk proyek gedung yang sedang ia bangun.

Panas juga memicu rasa pusing dan dehidrasi hingga membuatnya kehilangan konsentrasi saat bekerja.

Alifah Dharaura (24), pekerja kantoran di Menteng, merasakan sengatan terik sejak berangkat kerja sekitar pukul 08.00 WIB. Puncaknya menjelang tengah hari hingga pukul 15.00 WIB.

“Kadang saking panasnya, walaupun dekat, aku dan teman-teman kantor lebih suka pergi naik mobil daripada jalan kaki,” katanya.

Tips Biar Nggak “Tumbang” di Tengah Terik

BMKG dan Pemprov DKI sudah kasih imbauan. Ini poin-poin pentingnya biar kamu tetap sat set meski panas menyengat:

1. Minum air putih sebelum haus. Jangan tunggu tenggorokan kering baru minum. Targetkan 2–3 liter per hari.

2. Hindari minuman berkafein dan beralkohol. Kopi, teh, minuman energi, dan alkohol bisa mempercepat dehidrasi.

3. Pakai pelindung. Topi, payung, atau tabir surya jadi wajib kalau kamu beraktivitas di luar ruangan.

4. Batasi aktivitas fisik berat di siang hari. Terutama pukul 10.00–14.00 WIB, saat radiasi matahari paling kuat.

5. Pakai pakaian ringan dan longgar. Bahan katun lebih mudah menyerap keringat.

6. Jaga kelembapan ruangan. Kalau di dalam ruangan, gunakan AC atau kipas angin untuk menjaga suhu tetap nyaman.

Yang Perlu Diwaspadai: Dehidrasi hingga Heatstroke

Panas ekstrem bukan cuma bikin gerah. Pemprov DKI mengingatkan bahwa cuaca panas dapat mempengaruhi kesehatan, mulai dari kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan hebat (heat exhaustion), hingga kondisi fatal seperti serangan panas (heatstroke).

Dehidrasi berat akibat penurunan cairan tubuh drastis bisa memicu gagal ginjal akut.

Untuk mengganti elektrolit yang hilang, oralit atau air kelapa bisa jadi alternatif.

Kapan Hujan Datang?

Pertanyaan yang paling sering muncul: kapan Jakarta bakal hujan? BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jakarta akan bertransisi penuh ke musim penghujan pada awal November 2026, dengan curah hujan tergolong sedang.

Jadi masih ada beberapa minggu lagi untuk bertahan dengan cuaca panas ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.