Jateng

Sejarah dan Asal Usul dari Kaghati Kolope: Layang-Layang Tertua di Dunia yang Berasal dari Gua Sugi Patani

Theo Adi Pratama | 27 Februari 2024, 13:00 WIB
Sejarah dan Asal Usul dari Kaghati Kolope: Layang-Layang Tertua di Dunia yang Berasal dari Gua Sugi Patani

AKURAT.CO Sejarah, Gua Sugi Patani, terletak di Desa Liangkobori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, telah menjadi saksi bisu dari kehadiran layang-layang tertua di dunia yang mencapai usia 4 ribu tahun.

Kaghati Kolope, demikianlah layang-layang ini dinamakan, ditemukan pada tahun 1997 dalam lukisan purba di dalam gua oleh Wolfgang Bick, seorang Konsultan Kite Aerial Photography Scientific Use of Kite Aerial Photography yang berasal dari Jerman.

Kaghati Kolope bukan sekadar layang-layang biasa.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Pahlawan Nasional dari Tanah Karo Jamin Ginting: Kisah Perjuangan dan Penghargaan

Terbuat dari daun ubi hutan yang dikeringkan dan dijahit dengan lidi bambu, layang-layang ini menggunakan tali dari serat nanas hutan yang dipintal untuk menerbangkannya.

Keunikan material tersebut memberikan ketahanan air dan elastisitas yang memungkinkannya melayang di langit selama satu minggu penuh tanpa turun.

Sejarah Kaghati Kolope tidak hanya mengenai usianya yang mencengangkan, tetapi juga menggambarkan peran pentingnya dalam ritual keagamaan di masa lalu.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Kota Bogor Tempo Doeloe: Kota Bersejarah yang Menjadi Tempat Lahirnya Tentara PETA

Layang-layang ini dulunya menjadi bagian dari upacara penyembah matahari, terbang selama satu minggu penuh sebelum dilepaskan yang menjadi simbol pelepasan nasib buruk.

Meskipun ritual ini tidak lagi dilaksanakan sejak Islam masuk ke Muna, Kaghati Kolope tetap menjadi bagian hidup masyarakat setempat.

Layang-layang ini dirawat dengan penuh kecintaan, menjelma menjadi atraksi budaya yang diselenggarakan setiap bulan Juli di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Mengenal Sejarah dan Perjalanan Seorang Haji Bilal Atmajoewana: Raja Batik dari Yogyakarta

Penemuan Kaghati Kolope juga memunculkan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, mengingat sebelumnya layang-layang tertua di dunia dianggap berasal dari China.

Kaghati Kolope, dengan usianya yang mengalahkan rekor sebelumnya, membuktikan kekayaan budaya Indonesia yang patut diakui dunia.

Inilah Kaghati Kolope, layang-layang Indonesia yang tak hanya berusia ribuan tahun, tetapi juga membawa pesona dan keunikan yang menjadikannya sebagai simbol keunggulan Indonesia dalam dunia layang-layang internasional.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.