Jateng

Mengenal Sejarah Kota Bogor Tempo Doeloe: Kota Bersejarah yang Menjadi Tempat Lahirnya Tentara PETA

Theo Adi Pratama | 26 Februari 2024, 13:00 WIB
Mengenal Sejarah Kota Bogor Tempo Doeloe: Kota Bersejarah yang Menjadi Tempat Lahirnya Tentara PETA

AKURAT.CO Sejarah, Bogor, sebuah kota yang terkenal dengan keindahan alamnya dan sejarah panjangnya, tidak hanya menjadi tempat wisata yang menarik, tetapi juga memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satu momen bersejarah yang terjadi di Bogor adalah lahirnya Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA), yang berperan dalam mendorong percepatan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 3 Oktober 1943, Jepang mengeluarkan dekrit untuk membentuk Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor.

Baca Juga: Mengenang Sejarah Kehadiran Badak di Bandung: Sebuah Kenangan yang Hampir Punah

Meskipun awalnya dimaksudkan untuk membantu pasukan Jepang dalam Perang Dunia, korps ini malah menjadi salah satu pendorong utama percepatan kemerdekaan Indonesia.

Jejak sejarah ini membuat Bogor dijuluki sebagai Kota Pembela Tanah Air.

Museum dan Monumen PETA di Bogor, dipimpin oleh Kapten Infanteri Hendra Firdaus, menjadi saksi bisu dari peristiwa bersejarah tersebut.

Baca Juga: Mengungkap Sebuah Perjalanan Sejarah dan Kisah Dibalik Rumah Sakit Sitanala di Tangerang

Museum ini dulunya adalah tempat pelatihan pemuda-pemuda Indonesia dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai dari Jawa, Bali, hingga Madura.

Topografi Bogor yang dikelilingi pegunungan dan hutan membuatnya menjadi lokasi pelatihan militer yang ideal.

Selama tiga hingga empat bulan, lebih dari 1609 pemuda dilatih oleh militer Jepang di Bogor.

Mereka mendapatkan pendidikan disiplin, bela diri, senjata, dan taktik militer.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kota Medan: Dari Kampung Tanah Jajahan Belanda hingga Menjadi Kota Modern yang Terus Berkembang

Banyak dari lulusan PETA yang kemudian menjabat sebagai perwira tinggi dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah kemerdekaan, seperti Jenderal Soedirman, Soeharto, Ahmad Yani, dan lainnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan militer mereka, para perwira kembali ke daerah asal mereka dan membentuk pasukan baru di tingkat Bintara.

PETA sendiri dibubarkan oleh Jepang pada tahun 1945, tetapi warisannya terus hidup dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Mereka adalah bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembentukan TNI yang kuat dan tangguh.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.