Jateng

Mengenang Sejarah Kehadiran Badak di Bandung: Sebuah Kenangan yang Hampir Punah

Theo Adi Pratama | 25 Februari 2024, 14:00 WIB
Mengenang Sejarah Kehadiran Badak di Bandung: Sebuah Kenangan yang Hampir Punah

AKURAT.CO Sejarah, Bandung, Jawa Barat, kini dikenal sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia.

Namun, sedikit yang tahu bahwa kota ini pernah menjadi habitat alami bagi para badak, meskipun populasinya kini hampir punah.

Pada sekitar tahun 1700-an, daerah yang dikenal sebagai Tatar Ukur ini sering kali menjadi tempat di mana badak-badak mandi di rawa-rawa.

Menurut koordinator jaringan relawan dan hukum Bandung Heritage Society, Tubagus Adi, Bandung pada masa lalu merupakan sarang bagi badak.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan Dalam Perspektif Sejarah dan Budaya: Rahwana, Tokoh Antagonis Agung dalam Kisah Pewayangan Ramayana

Pada waktu itu, Bandung masih didominasi oleh rawa-rawa, yang menjadi lingkungan ideal bagi badak.

Fakta ini menjelaskan keberadaan patung badak yang terletak di Taman Balaikota, dulunya dikenal sebagai Pieters Park pada zaman Belanda.

Taman ini memiliki patung badak putih bercula satu yang berdiri di atas kolam ikan, menjadi sebuah simbol dari masa lalu kota Bandung.

Selain itu, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dahulu pernah dikenal dengan sebutan Rumah Sakit Ranca Badak.

Hingga saat ini, sebagian masyarakat Jawa Barat masih menyebut rumah sakit tersebut dengan nama tersebut.

Baca Juga: Mengenal Tokoh Pewayangan dari Perspektif Sejarah dan Budaya: Indrajit, Kisah Sang Ksatria Alengka dalam Ramayana

Tempat-tempat seperti Rancabadak juga turut menjadi bagian dari jejak sejarah keberadaan badak di Bandung.

Pada masa itu, Bandung masih merupakan desa yang sunyi di pegunungan, dengan penduduk yang jumlahnya masih sedikit.

Perkebunan yang luas dan hutan-hutan menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa, termasuk badak.

Namun, seiring dengan perkembangan waktu, populasi badak di Bandung semakin menyusut.

Hingga pada akhirnya, badak terakhir yang ditemukan di Bandung diawetkan di Museum Zoologi Bogor setelah ditembak di hutan Cililin, Kabupaten Bandung pada tahun 1935.

Tentu saja, muncul pertanyaan mengapa badak-badak ini hampir punah dari Bandung.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Cerita dan Tradisi Meriahnya Tradisi Cap Go Meh: Momen Penting di Akhir Perayaan Imlek

Salah satu dugaan adalah karena alih fungsi lahan yang mengakibatkan habitat mereka semakin menyempit.

Dugaan lain adalah karena berburu yang dilakukan oleh orang Eropa yang menetap di Bandung pada masa lalu.

Para pemburu Eropa ini seringkali menyasar hutan-hutan di sekitar Bandung untuk mencari hiburan berburu, sehingga menyebabkan kepunahan badak di kota ini.

Meskipun kini badak sudah tidak lagi berada di Bandung, kenangan akan kehadiran mereka tetap hidup dalam sejarah kota ini.

Harapan untuk masa depan adalah agar keberadaan badak dapat terus dijaga di tempat-tempat lain di Indonesia, sebagai upaya pelestarian spesies langka ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.